Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bolehkah Menyusui Bayi Sambil Tiduran? Ini Penjelasannya

5 min read
Bolehkah Menyusui Bayi Sambil Tiduran? Ini Penjelasannya
Pexels/William Fortunato
  • Menyusui sambil berbaring miring boleh dilakukan, termasuk sejak sesi pertama bayi baru lahir, asalkan ibu tetap terjaga dan bayi dipindahkan ke tempat tidur aman setelah selesai.

  • Posisi aman mencakup tubuh ibu dan bayi perut bertemu perut, telinga-bahu-pinggul bayi sejajar, hidung sejajar puting, serta bantal dan selimut dijauhkan dari wajah bayi.

  • Risiko meningkat bila ibu tertidur, sangat lelah, terpengaruh alkohol atau obat; bayi dapat mengalami SIDS, terjepit, jatuh, atau sulit bernapas akibat kasur, bantal, dan selimut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tengah malam, si Kecil mulai mencari-cari Mama untuk menyusui, sementara mata Mama rasanya sudah sangat mengantuk. Menyusui sambil duduk terasa makin berat, dan membayangkan merebahkan badan sebentar merupakan posisi yang pas.

Tenang, Mama tidak sendirian dan posisi menyusui sambil tiduran memang cukup sering dilakukan. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu Mama pahami supaya posisi ini tetap aman dan nyaman.

Agar menyusui si Kecil tetap aman dan nyaman, berikut Popmama.com mengulas bolehkah menyusui bayi sambil tiduran? Yuk, simak sampai habis!

  1. Apakah Boleh Menyusui Bayi Sambil Tiduran?

    Apakah Boleh Menyusui Bayi Sambil Tiduran?
    Pexels/Polina Tankilevitch

    Jawaban singkatnya, boleh. Melansir Healthline, menyusui sambil berbaring miring dianggap sebagai salah satu posisi menyusui yang paling populer.

    Mengutip Australian Breastfeeding Association, posisi ini bisa menjadi cara yang nyaman untuk menyusui kapan saja, siang maupun malam. Banyak Mama merasa posisi ini membantu mereka beristirahat sambil tetap dekat dan sigap menanggapi bayi mama.

    Tiduran di sini artinya berbaring sambil menyusui, bukan langsung terlelap, ya, Ma. Jadi, yang harus diingat adalah menyusui sambil berbaring, bukan tidur bersama bayi.

  2. Bagaimana Posisi Menyusui Sambil Tiduran yang Benar?

    Bagaimana Posisi Menyusui Sambil Tiduran yang Benar?
    Pexels/Polina Tankilevitch

    Supaya nyaman, posisinya perlu diatur dengan benar sejak awal. Berikut langkah-langkah yang dirangkum dari beberapa lembaga kesehatan.

    • Berbaring miring, perut bertemu perut
      Mengutip NHS, mulailah dengan berbaring miring senyaman mungkin, lalu hadapkan si Kecil ke arah Mama sehingga posisi kalian perut dengan perut.
    • Atur bantal dengan aman
      Menurut NHS, disarankan menggunakan bantal di belakang punggung Mama dan selimut kecil yang digulung di belakang punggung si Kecil agar ia tidak berguling menjauh. 
    • Sejajarkan telinga, bahu, dan pinggul
      Menurut La Leche League International, telinga, bahu, dan pinggul si Kecil sebaiknya berada dalam satu garis lurus dan tidak terpuntir. Posisi ini juga memudahkan si Kecil mendapat ASI.
    • Sejajarkan hidung dengan puting
      Mengutip Healthline, Mama disarankan untuk menggeser si Kecil hingga hidungnya sejajar dengan puting, tetapi wajahnya jangan ditekan ke payudara.
    • Bantu perlekatan dengan tangan yang bebas
      Menurut NHS, tangan yang tidak tertindih bisa dipakai untuk menopang dan mengarahkan kepala si Kecil ke payudara. 
    • Ganti sisi payudara dengan hati-hati
      Menurut Australian Breastfeeding Association, setelah satu sisi selesai, Mama bisa mencondongkan badan untuk menyusui dari payudara bagian atas atau berguling bersama si Kecil ke sisi lain.

  3. Apakah Ibu Boleh Ikut Tidur saat Menyusui Bayi Sambil Berbaring?

    Apakah Ibu Boleh Ikut Tidur saat Menyusui Bayi Sambil Berbaring?
    Pexels/Sarah Chai

    Nah, ini yang sering bikin galau. Melansir Healthline, Mama dan si Kecil harus kembali ke tempat tidur masing-masing setelah menyusui selesai.

    Menurut La Leche League GB, ibu menyusui yang memenuhi sejumlah syarat tergolong berisiko rendah jika memilih tidur satu kasur dengan bayinya. Syaratnya, ibu tidak merokok, tidak dalam pengaruh alkohol atau obat yang membuat mengantuk.

    Si Kecil juga harus sehat, lahir cukup bulan dengan berat di atas 2,5 kilogram, tidur telentang saat tidak menyusu, tidak dibedong, serta berpakaian tipis. Kasurnya pun harus aman, dan Mama jangan pernah tidur bersama bayi di sofa atau kursi berlengan.

    Meski begitu,tips keamanan hanya membantu mengurangi risiko, bukan menghilangkannya sama sekali. Jadi, kalau Mama ragu, ajak dokter anak atau konselor laktasi berdiskusi dulu.

  4. Bolehkah Bayi Baru Lahir Disusui Sambil Tiduran?

    Bolehkah Bayi Baru Lahir Disusui Sambil Tiduran?
    Pexels/Sarah Chai

    Si Kecil yang masih merah dan mungil sering membuat Mama ragu. Menurut Healthline, menyusui sambil berbaring miring bisa dilakukan sejak sesi menyusui pertama, asalkan Mama menerapkan langkah keselamatan yang tepat.

    Kalau si Kecil sangat mungil, disarankan untuk menopangnya dengan bantal atau selimut di bagian pinggul dan punggung bawah, tetapi jauhkan dari kepala dan wajahnya. 

    Mama juga harus tetap terjaga selama menyusui, dan jika si Kecil tertidur, pindahkan ia ke tempat tidurnya sendiri yang aman.

  5. Manfaat Menyusui Bayi Sambil Tiduran

    Manfaat Menyusui Bayi Sambil Tiduran?
    Pexels/Helena Lopes

    Setelah paham cara dan batasannya, sekarang kita lihat apa saja untungnya bagi Mama dan si Kecil.

    • Mama bisa beristirahat
      Melansir Healthline, menyusui sambil berbaring memberi kesempatan bagi tubuh Mama untuk rehat sekaligus menjalin kedekatan dengan si Kecil.
    • Nyaman setelah operasi caesar
      Mengutip NHS, posisi berbaring miring cocok bagi ibu yang menjalani operasi caesar atau persalinan yang sulit.Bayi tidak menekan bekas luka karena tubuhnya tidak menimpa perut Mama.
    • Membantu mengatur aliran ASI yang deras
      Menurut Healthline, saat Mama berbaring miring, gravitasi tidak terlalu memengaruhi keluarnya ASI. 
    • Memudahkan perlekatan pada payudara besar
      Mengutip Healthline, posisi ini bisa membantu ibu berpayudara besar yang kesulitan menemukan posisi tepat untuk si Kecil.

  6. Faktor Risiko Menyusui Bayi Sambil Tiduran

    Faktor Risiko Menyusui Bayi Sambil Tiduran
    Pexels/Sarah Chai

    Di balik kenyamanannya, ada beberapa risiko yang perlu Mama waspadai, terutama kalau Mama sampai ikut terlelap.

    • Risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)
      Melansir Healthline, risiko SIDS lebih tinggi ketika bayi tidur di satu kasur dengan orangtua. Bayi berusia kurang dari empat bulan, lahir prematur, atau berat lahirnya di bawah 2,5 kilogram termasuk lebih rentan.
    • Bayi terjepit atau terjatuh
      Melansir La Leche League GB, bayi bisa terjepit di antara perabot atau tubuh orangtua, jatuh dari tempat tidur, atau sulit bernapas karena bantal, tali, dan selimut. 
    • Bantal dan selimut yang terlalu dekat
      Mengutip Healthline, Mama disarankan untuk menjauhkan seprai longgar, selimut, dan bantal dari wajah si Kecil. 
    • Mama terlalu lelah atau kurang waspada
      Menurut La Leche League GB, apa pun yang menurunkan kewaspadaan Mama, seperti alkohol, obat tertentu, atau kelelahan ekstrem, dapat berisiko. 
    • ASI tidak terkuras tuntas
      Menurut Healthline, payudara kadang tidak kosong sempurna setelah menyusui sambil berbaring. ASI yang tersisa dapat memicu bengkak payudara, saluran tersumbat, mastitis, atau turunnya produksi ASI.

    Jadi, menyusui sambil tiduran itu boleh, selama Mama menjaga posisi, bantal, dan kewaspadaan. Setiap ibu dan bayi punya cara sendiri, jadi pakailah yang paling cocok, dan cobalah berlatih di siang hari saat Mama belum mengantuk.

    Nah, itulah pembahasan mengenai bolehkah menyusui bayi sambil tiduran? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More