Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa yang Menyebabkan Spina Bifida pada Bayi?
Wikimedia Commons/Centers for Disease Control and Prevention
  • Spina bifida adalah cacat tabung saraf saat tulang belakang dan sumsum tulang belakang tidak terbentuk sempurna; penyebab pastinya belum diketahui dan diduga melibatkan faktor genetik, nutrisi, serta lingkungan.

  • Risiko meningkat pada kadar folat rendah, riwayat keluarga cacat tabung saraf, penggunaan obat antikejang tertentu, diabetes tidak terkontrol, obesitas, dan suhu tubuh tinggi di awal kehamilan.

  • Deteksi kehamilan dapat dilakukan melalui tes AFP, USG, dan amniosentesis; pencegahan risiko mencakup asam folat 400 mikrogram per hari, konsultasi obat, serta pemeriksaan prenatal rutin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Spina bifida adalah cacat tabung saraf ketika tulang belakang dan sumsum tulang belakang bayi tidak terbentuk sempurna di dalam rahim.
  • Who?
    Bayi dapat mengalami spina bifida; ibu hamil dengan kadar folat rendah, riwayat keluarga cacat tabung saraf, diabetes tidak terkontrol, atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi.
  • Where?
    Kelainan terjadi pada tulang belakang dan sumsum tulang belakang janin di dalam rahim, serta dapat muncul pada bagian mana saja sepanjang tulang belakang.
  • When?
    Kondisi ini dapat terjadi pada minggu-minggu awal kehamilan. Saluran saraf yang membentuk otak dan sumsum tulang belakang normalnya menutup sekitar hari ke-28 setelah pembuahan.
  • Why?
    Penyebab pastinya hingga saat ini belum ada kepastian. Risiko diduga berkaitan dengan gabungan faktor genetik, kurang folat, lingkungan, infeksi, obat tertentu, alkohol, dan paparan bahan kimia berbahaya.
  • How?
    Spina bifida terjadi ketika saluran saraf tidak menutup sempurna. Kondisi dapat dideteksi melalui tes darah, USG, atau amniosentesis, sementara penanganannya dapat mencakup operasi, shunt, terapi, dan perawatan jangka panjang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Spina bifida terjadi saat tulang belakang dan saraf bayi di perut ibu tidak terbentuk dengan baik. Penyebab pastinya belum diketahui. Ini mungkin karena gen, kurang asam folat, obat, sakit, atau bahan berbahaya. Dokter bisa memeriksa saat hamil. Bayi yang terkena mungkin perlu operasi, terapi, dan bantuan dokter lama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selama hamil, Mama tentu ingin memastikan tumbuh kembang si Kecil berjalan lancar sejak awal. Namun, ada kondisi bawaan yang bisa terjadi di minggu-minggu pertama kehamilan, bahkan sebelum Mama menyadari sedang hamil, yaitu spina bifida.

Melansir Mayo Clinic, spina bifida terjadi ketika tulang belakang dan sumsum tulang belakang bayi tidak terbentuk dengan sempurna di dalam rahim. 

Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkannya? Berikut Popmama.com mengulas apa yang menyebabkan spina bifida pada bayi? Yuk, simak sampai habis!

Apa Saja yang Menyebabkan Spina Bifida pada Bayi?

Wikimedia Commons/Uvainio

Menurut Mayo Clinic, penyebab pasti spina bifida sampai sekarang belum diketahui. Para ahli menduga kondisi ini muncul akibat gabungan faktor genetik, nutrisi, dan lingkungan.

  • Saluran saraf tidak menutup sempurna
    Pada kehamilan yang normal, saluran saraf (neural tube) yang kelak menjadi otak dan sumsum tulang belakang menutup sekitar hari ke-28 setelah pembuahan, tulis Mayo Clinic. 

  • Faktor genetik
    Mengutip St. Louis Children's Hospital, cacat tabung saraf bisa disebabkan oleh gen yang diturunkan dari kedua orangtua. 

  • Kurangnya asupan folat
    Melansir Gleneagles Hospital, asupan asam folat (vitamin B9) yang kurang memadai sebelum pembuahan dan selama kehamilan bisa meningkatkan risiko spina bifida. 

  • Faktor lingkungan
    Menurut St. Louis Children's Hospital, perkembangan otak dan tulang belakang pada minggu ke-3 sampai ke-8 kehamilan bisa terganggu oleh infeksi, obat resep, alkohol, atau paparan bahan kimia berbahaya. 

  • Gabungan beberapa faktor
    Melansir Spina Bifida Association, campuran faktor genetik dan lingkungan yang bekerja sama memicu kondisi ini.

Apa Itu Spina Bifida pada Bayi?

Wikimedia Commons/Internet Archive Book Images

Mengutip Mayo Clinic, spina bifida adalah jenis cacat tabung saraf yang membuat tulang belakang dan sumsum tulang belakang bayi tidak terbentuk dengan baik. Gejalanya bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga disabilitas serius.

Menurut CDC, kondisi ini bisa terjadi di bagian mana saja pada tulang belakang dan biasanya sudah terlihat saat bayi lahir. 

Ada tiga tipe utama, yaitu spina bifida occulta yang paling ringan, meningocele berupa kantong cairan tanpa sumsum tulang belakang di dalamnya, dan myelomeningocele yang paling serius.

Apakah Spina Bifida Bisa Dideteksi selama Kehamilan?

Wikimedia Commons/Wolfgang Moroder

Bisa, Ma. Melansir Gleneagles Hospital, pemeriksaan yang dilakukan meliputi tes darah pada minggu ke-16 hingga ke-18 kehamilan, USG, dan amniosentesis.

Tes darah tersebut mengukur kadar protein AFP yang dihasilkan janin dan plasenta. Menurut St. Louis Children's Hospital, kadar AFP yang lebih tinggi dari normal dalam darah ibu bisa menandakan adanya cacat tabung saraf terbuka.

Meski begitu, hasilnya belum bisa dijadikan kesimpulan akhir. St. Louis Children's Hospital menyebut tes darah ini tidak bersifat pasti, sedangkan amniosentesis mungkin tidak menemukan cacat yang kecil atau tertutup.

Apa Saja Faktor Risiko Spina Bifida pada Bayi?

Wikimedia Commons/CDC

Meski penyebab pastinya belum jelas, para peneliti sudah menemukan beberapa faktor yang membuat risiko spina bifida lebih tinggi. Berikut beberapa faktornya.

  • Kadar folat yang rendah
    Kekurangan folat sebelum dan selama kehamilan dapat meningkatkan risiko spina bifida serta gangguan tabung saraf lainnya, tulis Mayo Clinic. 

  • Riwayat keluarga dengan cacat tabung saraf
    St. Louis Children's Hospital menyebut peluang cacat tabung saraf naik lagi menjadi 1 banding 25 setelah ada satu anak yang terkena. Jenis cacatnya pun bisa berbeda pada kehamilan berikutnya.

  • Obat antikejang tertentu
    Mengutip Gleneagles Hospital, obat seperti asam valproat dan karbamazepin yang dikonsumsi selama hamil dapat meningkatkan risiko. 

  • Diabetes yang tidak terkontrol
    Mayo Clinic menyebut diabetes yang tidak terkelola dengan baik sebelum hamil bisa meningkatkan risiko spina bifida. 

  • Obesitas
    Menurut Mayo Clinic, obesitas pada saat hamil berkaitan dengan meningkatnya risiko spina bifida. 

  • Suhu tubuh yang terlalu tinggi
    Mayo Clinic menyebut ada bukti bahwa naiknya suhu tubuh di minggu-minggu awal kehamilan bisa menambah risiko, misalnya akibat demam, sauna, atau berendam di air panas.

Apa Saja Tanda Spina Bifida pada Bayi Setelah Lahir?

Wikimedia Commons/Beehive-1(AA)

Gejala spina bifida berbeda-beda pada tiap bayi, tergantung tipe dan lokasi bukaan di tulang belakang. Mengutip Mayo Clinic, tipe occulta biasanya tidak menimbulkan gejala sama sekali.

  • Kantong atau tonjolan di punggung
    St. Louis Children's Hospital menyebut area punggung yang tampak tidak biasa, termasuk bagian menonjol seperti kantong. Pada myelomeningocele, kantong ini berisi sebagian sumsum tulang belakang dan saraf.

  • Bercak rambut, lesung kecil, atau tanda lahir di punggung
    Melansir Pregnancy, Birth and Baby, tanda kulit ini bisa muncul di atas area tulang belakang yang bermasalah, terutama pada tipe occulta. Tanda tersebut bisa dicek lebih lanjut lewat MRI atau USG tulang belakang.

  • Kaki lemah atau sulit digerakkan
    Bayi bisa mengalami kelemahan hingga tidak mampu menggerakkan kaki, menurut Mayo Clinic. 

  • Gangguan buang air kecil dan besar
    Menurut Mayo Clinic, hal ini terjadi karena saraf yang mengatur kandung kemih dan usus pada anak dengan myelomeningocele biasanya tidak bekerja dengan baik.

  • Penumpukan cairan di kepala (hidrosefalus)
    Mayo Clinic mencatat bahwa bayi dengan myelomeningocele umumnya mengalami penumpukan cairan di otak. Tekanan cairan ini bisa membuat tulang tengkorak membesar melebihi ukuran normal.

Bagaimana Mencegah Spina Bifida pada Bayi?

Pexels/Viktoria Slowikowska

Menurut Mayo Clinic, Mama bisa menurunkan risiko spina bifida secara signifikan dengan mengonsumsi suplemen asam folat. Berikut beberapa cara mencegahnya.

  • Minum asam folat setiap hari
    Menurut Mayo Clinic, semua perempuan usia subur dianjurkan mengonsumsi 400 mikrogram asam folat per hari.

  • Perbanyak makanan kaya folat
    Mengutip Mayo Clinic, kacang-kacangan, buah jeruk, alpukat, kuning telur, dan sayuran hijau tua seperti brokoli serta bayam mengandung folat alami. 

  • Konsultasikan obat dan kondisi kesehatan
    Beri tahu dokter semua obat yang Mama konsumsi, sebab dengan perencanaan, sebagian obat bisa disesuaikan untuk menurunkan risiko, seperti dikutip dari Mayo Clinic.

  • Rutin periksa kehamilan dan konseling genetik
    Gleneagles Hospital menyebut perawatan prenatal sejak dini dan konsultasi dengan dokter berperan penting dalam menangani faktor pemicu spina bifida.

Bagaimana Cara Mengobati Spina Bifida pada Bayi?

Pexels/Jonas Kakaroto

Menurut Gleneagles Hospital, penanganan spina bifida bergantung pada tipenya. Berikut cara mengobatinya.

  • Operasi saat masih di kandungan
    Pembedahan janin dilakukan pada trimester kedua untuk memperbaiki bukaan di tulang belakang, menurut Gleneagles Hospital. 

  • Operasi setelah lahir
    Bayi dengan myelomeningocele biasanya dioperasi dalam 2 sampai 3 hari setelah lahir untuk mencegah infeksi dan kerusakan lanjutan pada sumsum tulang belakang, menurut Spina Bifida Association. 

  • Pemasangan shunt
    Bila bayi mengalami hidrosefalus, dokter bisa memasang selang kecil bernama VP shunt di bawah kulit kepala, menurut Pregnancy, Birth and Baby. Selang ini berfungsi mengalirkan kelebihan cairan dari otak.

  • Terapi dan alat bantu
    Mengutip Gleneagles Hospital, fisioterapi, terapi okupasi, dan alat bantu seperti kursi roda membantu anak meningkatkan fungsi sehari-hari serta kemandirian. 

  • Perawatan jangka panjang oleh tim dokter
    Anak umumnya membutuhkan perawatan dari tim yang terdiri dari dokter bedah saraf, dokter anak, dokter urologi, hingga fisioterapis, menurut Pregnancy, Birth and Baby. 

Jadi, spina bifida tidak disebabkan oleh satu hal saja. Gabungan faktor genetik, nutrisi, dan lingkungan berperan di dalamnya, sehingga persiapan sebelum hamil, terutama asupan asam folat, menjadi langkah penting yang bisa Mama lakukan.

Nah, itulah pembahasan mengenai apa yang menyebabkan spina bifida pada bayi? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article