- Marah atau frustrasi membuat napas tertahan
Inilah penyebab yang paling sering, yang dalam istilah medis disebut tipe sianotik. Children's Hospital of Philadelphia menyebut jenis ini mencakup sekitar 85 persen kasus. - Rasa sakit atau kaget yang mendadak
Terjatuh, terbentur kepala, atau disuntik bisa membuat si Kecil terdiam seketika. Menurut UMass Memorial Health, kejadian-kejadian ini masuk ke dalam daftar pemicu yang umum. - Kekurangan zat besi
Pernah mendengar soal anemia defisiensi besi, Ma? Menurut Johns Hopkins Medicine, kondisi ini kemungkinan berkaitan dengan breath-holding spell. Kejadian yang berulang kadang menjadi tanda anak kekurangan zat besi.
Apa yang Menyebabkan Anak Menangis Tanpa Suara dan Tampak Biru?

Anak yang menangis tanpa suara lalu membiru dapat mengalami breath-holding spell, refleks menahan napas akibat kaget, sakit, marah, atau frustrasi; paling sering terjadi pada usia 6 bulan hingga 6 tahun.
Sebagian besar kasus bersifat jinak, tidak merusak organ, dan biasanya berhenti sekitar usia 5–6 tahun. Kejadian berulang juga dapat berkaitan dengan kekurangan zat besi.
Saat terjadi, baringkan anak di tempat aman, jangan masukkan benda ke mulut, dan tetap tenang. Segera cari bantuan medis bila napas terhenti lebih dari satu menit, pingsan, kejang, atau sulit bernapas.
Bayangkan ketika si Kecil terjatuh atau kesal akan suatu hal. Kemudian, mulutnya terbuka lebar dan wajahnya mengernyit seperti hendak menjerit, tetapi tak ada suara yang keluar.
Beberapa detik kemudian, bibir dan wajahnya mulai tampak membiru. Jantung Mama pasti langsung berdegup kencang, bukan? Tenang dulu, Ma. Kejadian yang menakutkan ini ternyata cukup dikenal dalam dunia medis dan pada banyak kasus tidak berbahaya.
Untuk lebih jelasnya, berikut Popmama.com mengulas apa yang menyebabkan anak menangis tanpa suara dan tampak biru? Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Apa yang Menyebabkan Anak Menangis Tanpa Bersuara dan Tampak Membiru?

Pexels/Evgeniya Davydova Dalam dunia medis, kejadian ini dikenal sebagai breath-holding spell, yaitu saat anak menahan napas untuk sementara waktu.
Melansir Johns Hopkins Medicine, ada anak yang wajahnya tampak menangis, tetapi tidak ada suara yang keluar. Ada pula yang sempat menangis sebentar, lalu napasnya terhenti, dan wajahnya bisa memerah, membiru, atau memucat.
Pemicunya biasanya rasa kaget, sakit, atau kesal. Hal ini merupakan refleks, yaitu respons otomatis tubuh saat anak tertekan. Jadi, si Kecil tidak sedang berpura-pura, Ma.
Kejadian ini paling sering muncul pada anak usia 6 bulan sampai 6 tahun. Puncaknya sekitar usia 12–18 bulan, saat anak belum pandai mengungkapkan rasa kesalnya dengan kata-kata.
Mengapa Anak Bisa Menangis tetapi Tidak Mengeluarkan Suara?

Pexels/Polina Smelova Penyebabnya ternyata beragam, mulai dari luapan emosi sampai kondisi tubuh si Kecil. Berikut penyebabnya
Apakah Anak Menangis Tanpa Suara dan Tampak Biru Berbahaya?

Pexels/Antoni Shkraba Setelah tahu penyebabnya, pertanyaan yang paling menghantui Mama tentu saja: apakah ini berbahaya? Kabar baiknya, umumnya tidak. Johns Hopkins Medicine menyebut kondisi ini biasanya jinak, meski bisa sangat menakutkan bagi orangtua.
Menurut UMass Memorial Health, kejadian ini tidak menyebabkan kerusakan organ seperti otak dan tidak membuat anak lebih berisiko mengalami masalah kesehatan di kemudian hari. Kebanyakan anak pun berhenti mengalaminya saat berusia sekitar 5 atau 6 tahun.
Meski "tidak berbahaya" bukan berarti boleh diabaikan begitu saja. Warna biru yang tak kunjung hilang atau napas yang tak kembali perlu ditangani serius.
Apa yang Harus Dilakukan saat Anak Menangis Tanpa Suara dan Tampak Biru?

Pexels/Sarah Chai Jangan langsung panik, Ma, ketika melihat si Kecil mengalami hal demikian. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Mama lakukan.
- Baringkan si Kecil di tempat yang aman
Letakkan si Kecil di lantai atau permukaan datar, jauh dari benda keras atau tajam. Mengutip Columbia Doctors, disarankan untuk menjaga kepala, tangan, dan kaki agar tidak terbentur. - Jangan masukkan apa pun ke mulut bayi
Naluri Mama mungkin ingin segera mengorek mulutnya, tetapi tahan dulu, Ma. Menurut UMass Memorial Health, jangan benda apa pun yang dimasukkan ke mulut anak karena bisa memicu tersedak atau muntah. - Rangsang napas dengan tiupan atau kain basah dingin
Melansir Johns Hopkins All Children's Hospital, meniup wajah anak bisa mengagetkannya sehingga ia kembali menarik napas. Cara ini terkadang dapat mencegah atau mempercepat berakhirnya kondisi tersebut.. - Tetap tenang dan jangan buru-buru CPR
Menurut Children's Hospital of Philadelphia, orangtua disarankan untuk tetap tenang dan ingat bahwa si Kecil tidak sengaja melakukannya. Napas dan detak jantungnya akan kembali normal dengan sendirinya. - Peluk bayi
Setelah semuanya selesai, si Kecil mungkin tampak bingung, rewel, atau mengantuk. Mengutip Children's Hospital of Philadelphia, bayi bisa saja kesal dan butuh ditenangkan.
- Baringkan si Kecil di tempat yang aman
Kapan Anak yang Menangis Tanpa Suara dan Tampak Biru Harus Dibawa ke Dokter?

Pexels/Jonathan Borba Meski sering kali tidak berbahaya, ada kondisi yang sebaiknya tidak Mama tunda. Melansir Johns Hopkins Medicine, Mama harus berkonsultasi dengan dokter anak bila kejadian ini terjadi berulang atau sering.
Melansir UMass Memorial Health, Mama disarankan segera menghubungi dokter bila si Kecil pingsan, mengalami kejang, berusia di bawah 6 bulan, atau sulit bernapas setelah kejadian berakhir.
Bila kejadiannya makin sering, makin parah, atau terasa berbeda dari biasanya, segera beri tahu dokter agar mendapatkan penanganan dan diagnosis yang tepat.
Bawa si Kecil ke IGD terdekat atau hubungi layanan gawat darurat jika ia berhenti bernapas lebih dari satu menit. Tanda bahaya lainnya adalah anak kehilangan kesadaran, sulit bernapas, atau menyentak-nyentak lebih dari satu menit.
Nah, itulah pembahasan mengenai apa yang menyebabkan anak menangis tanpa suara dan tampak biru? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!






















