Melihat mata si Kecil yang tampak merah, bengkak, bersisik, atau mengalami iritasi tentu membuat Mama khawatir.
3 Penyebab Blefaritis pada Bayi yang Perlu Mama Ketahui

Blefaritis pada bayi adalah peradangan kelopak mata di pangkal bulu mata yang dapat memicu mata merah, bengkak, bersisik, dan iritasi, meski umumnya tidak mengancam penglihatan.
Pemicu blefaritis meliputi infeksi bakteri seperti Staphylococcus serta gangguan produksi, pengeluaran, atau penyumbatan kelenjar minyak di kelopak mata.
Dermatitis seboroik juga berkaitan dengan blefaritis; bayi perlu segera diperiksakan jika demam, nyeri mata, gejala memburuk, mata bernanah atau berdarah, atau kemerahan meluas.
Gejala tersebut bisa menjadi tanda blefaritis, yaitu peradangan pada kelopak mata, terutama di sekitar pangkal bulu mata. Meski umumnya tidak mengancam penglihatan, kondisi ini dapat membuat bayi merasa tidak nyaman.
Oleh karena itu, berikut Popmama.com rangkum penyebab blefaritis pada bayi agar Mama dapat mengenali pemicunya dan memberikan penanganan yang tepat.
Table of Content
1. Infeksi bakteri

Magnific/pvproductions Blefaritis bisa terjadi karena adanya infeksi bakteri. Children’s Health Queensland mengungkapkan jika salah satu jenis bakteri yang sering dikaitkan dengan blefaritis adalah Staphylococcus.
Infeksi bakteri dapat membuat kelopak mata bayi tampak kemerahan, mengalami iritasi, serta membentuk kerak di sekitar pangkal bulu mata. Selain itu, kondisi ini bisa terjadi jika kelenjar minyak di kelopak mata mengalami penyumbatan.
2. Gangguan produksi dan sekresi kelenjar minyak

Magnific/onlyyouqj Penyebab blefaritis pada bayi berikutnya adalah gangguan produksi atau pengeluaran minyak dari kelenjar sebaceous, yang berfungsi membantu menjaga kelembapan kulit.
Melansir dari Children’s Hospital of Philadelphia, produksi dan sekresi minyak yang tidak normal dapat memicu blefaritis.
Sementara itu, Children’s Health Queensland menyebutkan bahwa penyumbatan kelenjar Meibomian penghasil minyak pada lapisan air mata juga dapat memicu peradangan kelopak mata.
Akibatnya, gangguan pada kelenjar minyak dapat memicu peradangan di area kelopak mata bayi.
3. Dermatitis seboroik

Magnific.com/magnific Dermatitis seboroik juga dapat berkaitan dengan blefaritis pada bayi. Kondisi ini merupakan peradangan kulit yang ditandai dengan kemerahan, rasa gatal, dan kulit bersisik.
Menurut Children’s Hospital of Philadelphia, blefaritis dapat berhubungan dengan seborea, yaitu kondisi yang berkaitan dengan produksi minyak kulit dan pengelupasan kulit.
Jika terjadi di sekitar kelopak mata, kondisi ini dapat menyebabkan munculnya sisik di dekat pangkal bulu mata.
Kapan si Kecil perlu dibawa ke dokter?

Magnific/jcomp Mama sebaiknya tidak mengabaikan gejala blefaritis pada bayi, terutama jika keluhannya semakin memburuk. Mengutip Mass General Brigham, segera hubungi dokter jika si Kecil mengalami kondisi berikut:
Bayi mengalami demam.
Gejala blefaritis semakin memburuk.
Bayi menunjukkan tanda-tanda nyeri pada mata.
Kemerahan pada bagian putih mata semakin meluas.
Penglihatan bayi mengalami perubahan.
Kelopak mata mengeluarkan nanah atau darah.
Pembengkakan, kemerahan, iritasi, atau nyeri pada kelopak mata semakin parah.
Itu dia penjelasan mengenai penyebab blefaritis pada bayi. Jika si Kecil menunjukkan gejala yang semakin memburuk, jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter agar mendapatkan pemeriksaan yang tepat.























