4 Penanganan Skoliosis Infantil pada Bayi yang Perlu Mama Tahu

Skoliosis infantil ringan umumnya dipantau lewat pemeriksaan dan rontgen berkala, karena tulang belakang bayi dapat membaik seiring pertumbuhan; lengkungan sekitar 10–25 derajat biasanya cukup diobservasi.
Untuk lengkungan yang membutuhkan koreksi, dokter dapat memakai gips penuh waktu yang diganti berkala, lalu penyangga punggung hingga 23 jam sehari guna mencegah kelengkungan bertambah parah.
Operasi dipertimbangkan bila kelengkungan terus memburuk meski ditangani tanpa operasi, terutama di atas 50 derajat; jenis tindakan disesuaikan usia, derajat lengkungan, dan kondisi kesehatan anak.
Mendengar kata skoliosis pada bayi, wajar kalau Mama langsung membayangkan hal yang berat. Padahal, penanganannya tidak selalu serumit yang dikhawatirkan.
Melansir NHS, banyak anak dengan skoliosis tidak memerlukan pengobatan dan hanya sebagian kecil yang akhirnya menjalani operasi. Pilihannya pun bertahap, disesuaikan dengan usia dan kondisi lengkungan tulang belakang si Kecil.
Supaya orangtua bisa menangani skoliosis infantil, berikut Popmama.com mengulas 4 penanganan skoliosis infantil pada bayi. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Observasi atau pemantauan rutin

Pexels/Lemniscate L Langkah pertama sering kali justru terasa paling sederhana, yaitu menunggu dan mengamati. Menurut NHS, anak yang masih sangat kecil tidak selalu perlu diobati karena tulang belakangnya bisa meluruskan diri seiring pertumbuhan.
Dokter biasanya menyarankan pemeriksaan dan rontgen secara berkala untuk memantau lengkungan serta menentukan perlu tidaknya pengobatan.
Adanya risiko kecil lengkungan yang tidak membaik mengurangi ruang bagi organ untuk tumbuh, sehingga pemantauan oleh spesialis sangat penting.
Mengutip Columbia Doctors, lengkungan ringan sekitar 10–25 derajat cukup diobservasi karena jarang bertambah parah dan umumnya membaik sendiri. Observasi ini berupa kunjungan rutin ke dokter ortopedi untuk pemeriksaan fisik dan rontgen.
2. Pemakaian gips

PxHere.com Salah satu langkah berikutnya adalah pemasangan gips. Melansir NHS, pada bayi dan balita, dokter dapat menyarankan gips yang dipasang melingkari punggung untuk membantu meluruskan tulang belakang selagi ia tumbuh.
Pemakaian gips dilakukan secara terus-menerus, tidak bisa dilepas sendiri, dan diganti setiap beberapa bulan mengikuti pertumbuhan anak.
Orangtua sering merasa lebih mudah memasangkan gips pada anak yang masih sangat kecil daripada membiasakannya memakai penyangga punggung yang harus dipasang tiap hari.
Johns Hopkins Medicine menyebut gips Mehta yang dimodifikasi sebagai terapi pilihan dan pemasangannya dilakukan saat anak dibius umum agar tubuhnya benar-benar rileks. Dengan begitu, dokter bisa membentuk gips dengan lebih presisi untuk mengoreksi lengkungan.
Kabar baiknya, tumbuh kembang anak tetap berjalan seperti biasa, bahkan ia bisa belajar melangkah dan duduk di car seat biasa dengan gips terpasang. Fase pemakaian gips rata-rata berlangsung selama 6 bulan sebelum dilanjutkan dengan penyangga punggung.
3. Menggunakan penyangga punggung

Pexels/Sarah Chai Setelah masa gips, atau ketika lengkungan memburuk seiring waktu, penyangga punggung atau brace bisa menjadi pilihan. Menurut NHS, alat ini dibuat khusus sesuai tubuh anak dan biasanya terbuat dari plastik keras, meski kadang tersedia versi yang lebih lentur.
Penyangga ini dirancang agar sulit terlihat di balik pakaian longgar dan umumnya dipakai 23 jam sehari. Alat ini hanya dilepas saat mandi, berenang, atau berolahraga kontak, dan tidak mengganggu sebagian besar aktivitas sehari-hari.
Johns Hopkins Medicine menjelaskan bahwa bayi akan langsung beralih dari gips penuh waktu ke penyangga jenis TLSO yang dibuat oleh spesialis ortotik. Alat ini dipakai 23 jam sehari hingga lengkungannya membaik, dan boleh dilepas saat mandi maupun berenang.
Perlu Mama tahu, penyangga tidak meluruskan lengkungan, tetapi membantu mencegahnya bertambah parah. Karena masih ada ketidakpastian soal efektivitasnya, tidak semua spesialis merekomendasikan brace, sehingga diskusi dengan dokter sangat penting.
4. Operasi

Pexels/Jonas Kakaroto Jika lengkungan tetap memburuk meski sudah mencoba cara-cara tadi, barulah operasi dipertimbangkan. Menurut NHS, operasi disarankan bila skoliosis terus bertambah parah meski sudah menjalani penanganan lain, atau bila lengkungan berat dan anak sudah berhenti tumbuh.
Mengutip CHOP, operasi sering direkomendasikan untuk lengkungan lebih dari 50 derajat yang terus berkembang meski sudah ditangani tanpa operasi. Jenis operasinya ditentukan oleh dokter bedah ortopedi berdasarkan usia anak, besar lengkungan, dan kondisi kesehatan lainnya.
Pada anak kecil, NHS menyebutkan bahwa dokter dapat memasang batang khusus di sisi tulang belakang untuk menahan lengkungan sambil tulang tumbuh.
Batang itu perlu dipanjangkan setiap beberapa bulan, lewat prosedur kecil atau dengan remote control pada batang magnetik tanpa sayatan.
Operasi fusi tulang belakang umumnya tidak dianjurkan sebagai langkah awal pada anak kecil karena menghentikan pertumbuhan tulang di area yang disambung.
Seperti operasi lainnya, terdapat risiko perdarahan, infeksi luka, dan pada kasus langka, kerusakan saraf, sehingga Mama perlu mendiskusikannya dengan dokter bedah.
Nah, itulah pembahasan mengenai 4 penanganan skoliosis infantil pada bayi yang perlu Mama ketahui. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!
-a0GEL746xjzPGBMBqXNry3v6bl89uK4t.png)






















