Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bolehkah Obat Sirup Disimpan di Kulkas? Ini Aturan Penyimpanannya!

3 min read
Bolehkah Obat Sirup Disimpan di Kulkas? Ini Aturan Penyimpanannya!
Freepik
  • Obat sirup umumnya dapat digunakan maksimal 35 hari setelah dibuka, sedangkan obat cair tanpa pengawet memiliki batas penggunaan hingga 14 hari.

  • Sebagian besar obat sirup cukup disimpan pada suhu ruang 15–30°C, kecuali kemasan atau apoteker memberi petunjuk berbeda.

  • Perubahan warna, bau, rasa, atau bentuk dapat menjadi tanda obat sirup mengalami perubahan kualitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menyimpan obat di rumah menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas dan keamanannya. Salah satu kebiasaan yang mungkin sering dilakukan adalah memasukkan obat sirup ke dalam kulkas agar lebih awet.

Namun, bolehkah obat sirup disimpan di kulkas? Supaya tidak keliru, Mama perlu mengetahui aturannya terlebih dahulu agar tidak salah langkah.

Simak pembahasannya telah Popmama.com siapkan melansir dari laman Kemenkes RI.

  1. 1. Obat sirup umumnya dapat digunakan maksimal 35 hari setelah dibuka

    Obat sirup umumnya dapat digunakan maksimal 35 hari setelah dibuka
    Freepik/8photostudio

    Masa penggunaan obat setelah kemasannya dibuka dapat berbeda-beda, tergantung pada jenis sediaan dan kandungan bahan pengawet di dalamnya. Obat cair tanpa bahan pengawet umumnya memiliki batas penggunaan hingga 14 hari setelah dibuka.

    Sementara itu, obat cair yang mengandung pengawet dapat digunakan hingga 35 hari. Obat sirup pada umumnya dapat digunakan maksimal 35 hari setelah kemasan dibuka, dengan catatan penyimpanannya sesuai petunjuk, termasuk pada suhu kamar terkendali sekitar 15–30°C.

    Penting untuk diingat, batas penggunaan setelah kemasan dibuka berbeda dengan tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan. Oleh karena itu, Mama sebaiknya mencatat tanggal pertama kali obat dibuka agar lebih mudah memantau batas waktu penggunaannya.

  2. 2. Obat sirup sebaiknya tidak disimpan di kulkas

    Obat sirup sebaiknya tidak disimpan di kulkas
    Pexels/Lucie Liz

    Faktanya, sebagian besar obat sirup tidak perlu disimpan di kulkas, kecuali jika petunjuk pada kemasan atau anjuran apoteker menyatakan sebaliknya. Umumnya, obat sirup cukup disimpan pada suhu ruang sekitar 15–30°C, di tempat kering, dan terlindung dari paparan sinar matahari langsung.

    Penyimpanan di kulkas tanpa memperhatikan petunjuk dapat memengaruhi stabilitas beberapa jenis obat. Pada obat tertentu, suhu yang terlalu dingin bisa menyebabkan perubahan fisik, seperti terbentuknya endapan, sehingga kualitas obat berpotensi terganggu.

    Karena itu, Mama sebaiknya tidak menyamaratakan aturan penyimpanan semua obat. Periksa label kemasan dan tanyakan kepada apoteker apabila masih ragu mengenai suhu penyimpanan yang tepat.

  3. 3. Ciri obat sirup yang sudah rusak

    Pexels/cottonbro studio
    ilustrasi minum obat sirup (pexels.com/cottonbro studio)

    Orangtua juga perlu mengenali tanda-tanda obat sirup yang mengalami perubahan kualitas. Obat sirup yang rusak biasanya menunjukkan perubahan warna, bau, rasa, atau bentuk jika dibandingkan dengan kondisi awal.

    Apabila Mama menemukan perubahan yang tidak biasa pada obat sirup, sebaiknya jangan memberikan obat tersebut kepada anak. Namun, perlu diketahui bahwa obat yang terlihat normal belum tentu masih layak digunakan jika sudah melewati batas waktu pemakaian atau disimpan dengan cara tidak sesuai.

    Untuk menjaga kualitas obat, simpanlah sesuai petunjuk pada kemasan, pastikan tutup botol terpasang rapat, dan gunakan alat takar yang sesuai. Hindari meletakkan obat di tempat yang panas, lembap, atau terkena sinar matahari langsung.

    Itu dia informasi mengenai bolehkah obat sirup disimpan di kulkas. Yuk, lebih cermat menyimpan obat sesuai anjurannya di kemasan sebelum memberikannya kepada anak.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More