- Saluran saraf tidak menutup sempurna
Pada kehamilan yang normal, saluran saraf (neural tube) yang kelak menjadi otak dan sumsum tulang belakang menutup sekitar hari ke-28 setelah pembuahan, tulis Mayo Clinic. - Faktor genetik
Mengutip St. Louis Children's Hospital, cacat tabung saraf bisa disebabkan oleh gen yang diturunkan dari kedua orangtua. - Kurangnya asupan folat
Melansir Gleneagles Hospital, asupan asam folat (vitamin B9) yang kurang memadai sebelum pembuahan dan selama kehamilan bisa meningkatkan risiko spina bifida. - Faktor lingkungan
Menurut St. Louis Children's Hospital, perkembangan otak dan tulang belakang pada minggu ke-3 sampai ke-8 kehamilan bisa terganggu oleh infeksi, obat resep, alkohol, atau paparan bahan kimia berbahaya. - Gabungan beberapa faktor
Melansir Spina Bifida Association, campuran faktor genetik dan lingkungan yang bekerja sama memicu kondisi ini.
Apa yang Menyebabkan Spina Bifida pada Bayi?

Spina bifida adalah cacat tabung saraf saat tulang belakang dan sumsum tulang belakang tidak terbentuk sempurna; penyebab pastinya belum diketahui dan diduga melibatkan faktor genetik, nutrisi, serta lingkungan.
Risiko meningkat pada kadar folat rendah, riwayat keluarga cacat tabung saraf, penggunaan obat antikejang tertentu, diabetes tidak terkontrol, obesitas, dan suhu tubuh tinggi di awal kehamilan.
Deteksi kehamilan dapat dilakukan melalui tes AFP, USG, dan amniosentesis; pencegahan risiko mencakup asam folat 400 mikrogram per hari, konsultasi obat, serta pemeriksaan prenatal rutin.
Selama hamil, Mama tentu ingin memastikan tumbuh kembang si Kecil berjalan lancar sejak awal. Namun, ada kondisi bawaan yang bisa terjadi di minggu-minggu pertama kehamilan, bahkan sebelum Mama menyadari sedang hamil, yaitu spina bifida.
Melansir Mayo Clinic, spina bifida terjadi ketika tulang belakang dan sumsum tulang belakang bayi tidak terbentuk dengan sempurna di dalam rahim.Â
Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkannya? Berikut Popmama.com mengulas apa yang menyebabkan spina bifida pada bayi? Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Apa Saja yang Menyebabkan Spina Bifida pada Bayi?

Wikimedia Commons/Uvainio Menurut Mayo Clinic, penyebab pasti spina bifida sampai sekarang belum diketahui. Para ahli menduga kondisi ini muncul akibat gabungan faktor genetik, nutrisi, dan lingkungan.
Apa Itu Spina Bifida pada Bayi?

Wikimedia Commons/Internet Archive Book Images Mengutip Mayo Clinic, spina bifida adalah jenis cacat tabung saraf yang membuat tulang belakang dan sumsum tulang belakang bayi tidak terbentuk dengan baik. Gejalanya bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga disabilitas serius.
Menurut CDC, kondisi ini bisa terjadi di bagian mana saja pada tulang belakang dan biasanya sudah terlihat saat bayi lahir.Â
Ada tiga tipe utama, yaitu spina bifida occulta yang paling ringan, meningocele berupa kantong cairan tanpa sumsum tulang belakang di dalamnya, dan myelomeningocele yang paling serius.
Apakah Spina Bifida Bisa Dideteksi selama Kehamilan?

Wikimedia Commons/Wolfgang Moroder Bisa, Ma. Melansir Gleneagles Hospital, pemeriksaan yang dilakukan meliputi tes darah pada minggu ke-16 hingga ke-18 kehamilan, USG, dan amniosentesis.
Tes darah tersebut mengukur kadar protein AFP yang dihasilkan janin dan plasenta. Menurut St. Louis Children's Hospital, kadar AFP yang lebih tinggi dari normal dalam darah ibu bisa menandakan adanya cacat tabung saraf terbuka.
Meski begitu, hasilnya belum bisa dijadikan kesimpulan akhir. St. Louis Children's Hospital menyebut tes darah ini tidak bersifat pasti, sedangkan amniosentesis mungkin tidak menemukan cacat yang kecil atau tertutup.
Apa Saja Faktor Risiko Spina Bifida pada Bayi?

Wikimedia Commons/CDC Meski penyebab pastinya belum jelas, para peneliti sudah menemukan beberapa faktor yang membuat risiko spina bifida lebih tinggi. Berikut beberapa faktornya.
- Kadar folat yang rendah
Kekurangan folat sebelum dan selama kehamilan dapat meningkatkan risiko spina bifida serta gangguan tabung saraf lainnya, tulis Mayo Clinic. - Riwayat keluarga dengan cacat tabung saraf
St. Louis Children's Hospital menyebut peluang cacat tabung saraf naik lagi menjadi 1 banding 25 setelah ada satu anak yang terkena. Jenis cacatnya pun bisa berbeda pada kehamilan berikutnya. - Obat antikejang tertentu
Mengutip Gleneagles Hospital, obat seperti asam valproat dan karbamazepin yang dikonsumsi selama hamil dapat meningkatkan risiko. - Diabetes yang tidak terkontrol
Mayo Clinic menyebut diabetes yang tidak terkelola dengan baik sebelum hamil bisa meningkatkan risiko spina bifida. - Obesitas
Menurut Mayo Clinic, obesitas pada saat hamil berkaitan dengan meningkatnya risiko spina bifida. - Suhu tubuh yang terlalu tinggi
Mayo Clinic menyebut ada bukti bahwa naiknya suhu tubuh di minggu-minggu awal kehamilan bisa menambah risiko, misalnya akibat demam, sauna, atau berendam di air panas.
- Kadar folat yang rendah
Apa Saja Tanda Spina Bifida pada Bayi Setelah Lahir?

Wikimedia Commons/Beehive-1(AA) Gejala spina bifida berbeda-beda pada tiap bayi, tergantung tipe dan lokasi bukaan di tulang belakang. Mengutip Mayo Clinic, tipe occulta biasanya tidak menimbulkan gejala sama sekali.
- Kantong atau tonjolan di punggung
St. Louis Children's Hospital menyebut area punggung yang tampak tidak biasa, termasuk bagian menonjol seperti kantong. Pada myelomeningocele, kantong ini berisi sebagian sumsum tulang belakang dan saraf. - Bercak rambut, lesung kecil, atau tanda lahir di punggung
Melansir Pregnancy, Birth and Baby, tanda kulit ini bisa muncul di atas area tulang belakang yang bermasalah, terutama pada tipe occulta. Tanda tersebut bisa dicek lebih lanjut lewat MRI atau USG tulang belakang. - Kaki lemah atau sulit digerakkan
Bayi bisa mengalami kelemahan hingga tidak mampu menggerakkan kaki, menurut Mayo Clinic. - Gangguan buang air kecil dan besar
Menurut Mayo Clinic, hal ini terjadi karena saraf yang mengatur kandung kemih dan usus pada anak dengan myelomeningocele biasanya tidak bekerja dengan baik. - Penumpukan cairan di kepala (hidrosefalus)
Mayo Clinic mencatat bahwa bayi dengan myelomeningocele umumnya mengalami penumpukan cairan di otak. Tekanan cairan ini bisa membuat tulang tengkorak membesar melebihi ukuran normal.
- Kantong atau tonjolan di punggung
Bagaimana Mencegah Spina Bifida pada Bayi?

Pexels/Viktoria Slowikowska Menurut Mayo Clinic, Mama bisa menurunkan risiko spina bifida secara signifikan dengan mengonsumsi suplemen asam folat. Berikut beberapa cara mencegahnya.
- Minum asam folat setiap hari
Menurut Mayo Clinic, semua perempuan usia subur dianjurkan mengonsumsi 400 mikrogram asam folat per hari. - Perbanyak makanan kaya folat
Mengutip Mayo Clinic, kacang-kacangan, buah jeruk, alpukat, kuning telur, dan sayuran hijau tua seperti brokoli serta bayam mengandung folat alami. - Konsultasikan obat dan kondisi kesehatan
Beri tahu dokter semua obat yang Mama konsumsi, sebab dengan perencanaan, sebagian obat bisa disesuaikan untuk menurunkan risiko, seperti dikutip dari Mayo Clinic. - Rutin periksa kehamilan dan konseling genetik
Gleneagles Hospital menyebut perawatan prenatal sejak dini dan konsultasi dengan dokter berperan penting dalam menangani faktor pemicu spina bifida.
- Minum asam folat setiap hari
Bagaimana Cara Mengobati Spina Bifida pada Bayi?

Pexels/Jonas Kakaroto Menurut Gleneagles Hospital, penanganan spina bifida bergantung pada tipenya. Berikut cara mengobatinya.
- Operasi saat masih di kandungan
Pembedahan janin dilakukan pada trimester kedua untuk memperbaiki bukaan di tulang belakang, menurut Gleneagles Hospital. - Operasi setelah lahir
Bayi dengan myelomeningocele biasanya dioperasi dalam 2 sampai 3 hari setelah lahir untuk mencegah infeksi dan kerusakan lanjutan pada sumsum tulang belakang, menurut Spina Bifida Association. - Pemasangan shunt
Bila bayi mengalami hidrosefalus, dokter bisa memasang selang kecil bernama VP shunt di bawah kulit kepala, menurut Pregnancy, Birth and Baby. Selang ini berfungsi mengalirkan kelebihan cairan dari otak. - Terapi dan alat bantu
Mengutip Gleneagles Hospital, fisioterapi, terapi okupasi, dan alat bantu seperti kursi roda membantu anak meningkatkan fungsi sehari-hari serta kemandirian. - Perawatan jangka panjang oleh tim dokter
Anak umumnya membutuhkan perawatan dari tim yang terdiri dari dokter bedah saraf, dokter anak, dokter urologi, hingga fisioterapis, menurut Pregnancy, Birth and Baby.Â
Jadi, spina bifida tidak disebabkan oleh satu hal saja. Gabungan faktor genetik, nutrisi, dan lingkungan berperan di dalamnya, sehingga persiapan sebelum hamil, terutama asupan asam folat, menjadi langkah penting yang bisa Mama lakukan.
Nah, itulah pembahasan mengenai apa yang menyebabkan spina bifida pada bayi? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!
- Operasi saat masih di kandungan






















