Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Skoliosis Infantil pada Bayi? Ini Gejala dan Penanganannya

5 min read
Apa Itu Skoliosis Infantil pada Bayi? Ini Gejala dan Penanganannya
Pexels/Bill Salazar
  • Skoliosis infantil adalah lengkungan tulang belakang berbentuk S atau C yang muncul sebelum usia 3 tahun, bersifat idiopatik, lebih sering pada bayi laki-laki, dan jumlahnya kurang dari 1% kasus skoliosis idiopatik.

  • Tandanya meliputi bahu, tulang rusuk, atau pinggul tidak sejajar, tubuh condong, serta satu kaki tampak lebih panjang; bayi umumnya tidak merasakan nyeri.

  • Penanganan ditentukan dari derajat dan perkembangan lengkungan, mulai pemantauan rutin, gips Mehta, brace, hingga operasi bila kondisi terus memburuk meski terapi nonbedah sudah dilakukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat memandikan atau memakaikan baju, Mama mungkin pernah merasa punggung si Kecil tampak tidak benar-benar lurus. Bahunya terlihat sedikit miring atau tubuhnya selalu condong ke satu sisi, dan rasa cemas pun muncul begitu saja.

Salah satu kemungkinan yang dikenal dalam dunia medis adalah skoliosis infantil, yaitu lengkungan tulang belakang yang muncul pada anak kecil. Kondisinya memang terdengar menakutkan, tetapi banyak kasus ternyata membaik dengan sendirinya.

Untuk menjawab rasa penasaran Mama tentang penyakit ini, berikut Popmama.com mengulas apa itu skoliosis infantil pada bayi? Yuk, simak sampai habis!

  1. Pengertian Skoliosis Infantil pada Bayi

    Pengertian Skoliosis Infantil pada Bayi
    Wikimedia Commons/Silverjonny

    Sebelum membahas lebih jauh, mari kita kenali dulu apa sebenarnya skoliosis infantil itu. Melansir Children's Hospital of Philadelphia, kondisi langka ini terjadi ketika tulang belakang anak membentuk lengkungan sebelum usianya genap 3 tahun.

    Tulang belakang yang sehat tampak lurus dari atas ke bawah, sedangkan pada skoliosis bentuknya bisa menyerupai huruf "S" atau "C". Tulang belakang juga bisa berputar sehingga menarik tulang rusuk si Kecil dan membuat tubuhnya tampak miring ke satu sisi.

    Mengutip Columbia Doctors, skoliosis infantil termasuk kondisi idiopatik, yang berarti penyebab pastinya belum diketahui. Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada bayi laki-laki daripada perempuan.

    Skoliosis infantil jumlahnya kurang dari 1 persen dari seluruh kasus skoliosis idiopatik. Kabar baiknya, sebagian besar kasus bisa membaik secara spontan, meski ada pula yang berkembang menjadi lebih berat.

  2. Penyebab Skoliosis Infantil pada Bayi

    Penyebab Skoliosis Infantil pada Bayi
    Pexels/Lemniscate L

    Lalu, apa yang membuat tulang belakang si Kecil melengkung? Jawabannya belum sepenuhnya jelas, tetapi para peneliti punya beberapa dugaan berikut.

    • Belum diketahui penyebab pastinya
      Menurut Johns Hopkins Medicine, tidak ada penyebab yang dapat diidentifikasi pada skoliosis infantil idiopatik. Karena itulah kondisi ini diberi label idiopatik.
    • Faktor keturunan
      Melansir Children's Hospital of Philadelphia, penelitian menunjukkan skoliosis infantil bisa menjadi sifat yang diturunkan dalam keluarga. Namun, gen dan penanda genetik yang terlibat masih perlu diteliti lebih jauh.
    • Tekanan di dalam rahim
      Mengutip Columbia Doctors, ada teori intrauterine molding, yaitu tulang belakang janin terpengaruh oleh tekanan dinding rahim atau posisi janin yang kurang ideal. 
    • Tekanan setelah lahir
      Melansir Columbia Doctors, adanya tekanan pada tulang belakang setelah lahir, misalnya karena bayi terlalu lama berbaring telentang di boks. 
    • Gabungan beberapa faktor
      Menurut The American Journal of Orthopedics, ada pandangan bahwa kecenderungan genetik bisa terpicu oleh berbagai faktor lain.

    Apa pun penyebabnya, skoliosis infantil tidak selalu berjalan sama pada setiap anak. Ada lengkungan yang menghilang sendiri, ada pula yang terus bertambah.

  3. Jenis Skoliosis Infantil pada Bayi

    Jenis Skoliosis Infantil pada Bayi
    Pexels/Keira Burton

    Skoliosis infantil bisa dikelompokkan berdasarkan perilaku lengkungannya dan seberapa besar derajatnya. Berikut gambarannya.

    • Tipe resolving (membaik sendiri)
      Menurut The American Journal of Orthopedics, kebanyakan lengkungan jenis ini sembuh sebelum anak berusia 3 tahun, dengan perkiraan 80–90 persen kasus membaik secara spontan. 
    • Tipe progresif (terus bertambah)
      Mengutip Columbia Doctors, ada anak yang lengkungannya justru menjadi progresif dan berkembang menjadi kelainan yang lebih berat. 
    • Lengkungan ringan (10–25 derajat)
      Menurut ColumbiaDoctors, lengkungan di rentang ini cukup diamati karena jarang bertambah parah dan biasanya membaik sendiri. Skoliosis sendiri ditandai dengan lengkungan lebih dari 10 derajat ke kanan atau kiri.
    • Lengkungan sedang (25–50 derajat)
      Melansir Children's Hospital of Philadelphia, lengkungan sedang atau yang makin parah dari waktu ke waktu dapat ditangani dengan penyangga punggung atau gips. 
    • Lengkungan berat (lebih dari 50 derajat)
      Melansir Children's Hospital of Philadelphia, operasi sering disarankan pada lengkungan lebih dari 50 derajat yang terus bertambah meski sudah menjalani terapi nonbedah.

  4. Gejala Skoliosis Infantil pada Bayi

    Gejala Skoliosis Infantil pada Bayi
    Pexels/Nataliya Vaitkevich

    Tanda pertama skoliosis sering berupa asimetri pada punggung atau badan. Berikut perubahan yang bisa Mama perhatikan, seperti yang dirangkum dari Children's Hospital of Philadelphia.

    • Bahu miring dan tidak sama tinggi
      Salah satu perubahan adalah bahu yang tampak miring dan tidak rata. Pada sebagian bayi, salah satu tulang belikat juga terlihat lebih menonjol dibandingkan dengan sisi lainnya.
    • Tulang rusuk menonjol di satu sisi
      Tulang rusuk bisa tampak menonjol jelas pada satu sisi tubuh. Ada juga tulang rusuk anak yang tampak seperti membentuk punuk.
    • Pinggul tidak sejajar dan satu kaki tampak lebih panjang
      Perbedaan tinggi atau posisi pinggul bisa menjadi tanda skoliosis. Kaki yang tampak lebih panjang di sebelah juga termasuk pengamatan orangtua. 
    • Tubuh condong ke satu sisi
      Penampilan tubuh yang condong ke samping dan kepala yang tidak berada di tengah bahu adalah salah satu tandanya. 
    • Biasanya tanpa rasa sakit
      Bayi dengan skoliosis infantil umumnya tidak merasakan nyeri akibat kondisinya. Karena itu, pemeriksaan fisik rutin oleh dokter anak penting. Kondisi ini biasanya sudah bisa terdeteksi dalam enam bulan pertama kehidupan.

  5. Cara Mengatasi Skoliosis Infantil pada Bayi

    Cara Mengatasi Skoliosis Infantil pada Bayi
    Pexels/Jonathan Borba

    Menurut NHS, penanganan skoliosis pada anak bergantung pada usia, tingkat keparahan lengkungan, dan apakah lengkungannya makin parah. Berikut pilihan yang umum dilakukan.

    • Pemeriksaan dan diagnosis
      Mengutip Children's Hospital of Philadelphia, dokter akan menggali riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik, lalu memakai rontgen untuk mengukur derajat lengkungan.
    • Pemantauan rutin
      Melansir NHS, anak yang masih sangat kecil tidak selalu memerlukan pengobatan karena tulang belakangnya bisa meluruskan diri seiring pertumbuhan. 
    • Pemasangan gips (Mehta casting)
      Mengutip Johns Hopkins Medicine, gips Mehta yang dimodifikasi sebagai terapi pilihan, dipasang saat anak dibius, dan tumbuh kembang anak tetap berjalan normal selama memakainya. 
    • Penyangga punggung (brace)
      Melansir NHS, brace dibuat khusus sesuai tubuh anak, umumnya dipakai 23 jam sehari, dan hanya dilepas saat mandi atau berenang. 
    • Operasi
      Melansir NHS, operasi hanya dipertimbangkan jika lengkungan terus memburuk meski sudah mencoba penanganan lain. 

    Perlu Mama ingat, pilihan penanganan ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi masing-masing anak. Karena itu, hindari mengambil keputusan sendiri sebelum berkonsultasi dengan dokter.

    Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu skoliosis infantil pada bayi? Sebuah kondisi pada tulang belakang si Kecil yang membutuhkan penanganan serius. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More