TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mama, Yuk Amati Waktu yang Tepat Untuk Melatih Bayi Belajar Duduk

Selain mampu menegakkan kepala, apa lagi ya tanda bayi bisa dilatih duduk?

24 Agustus 2018

Mama, Yuk Amati Waktu Tepat Melatih Bayi Belajar Duduk
Pixabay/PublicDomainPictures

Mengamati tiap fase yang dilalui pada tumbuh kembang bayi merupakan suatu pengalaman yang dinantikan oleh setiap orangtua. Ada perasaan senang sekaligus bangga ketika melihat si Kecil berhasil mencapai satu fase dalam kehidupannya. Salah satu fase yang paling dinantikan di tahap awal tumbuh kembangnya adalah belajar duduk.

Sebenarnya bayi sudah bisa diposisikan duduk sejak lahir. Namun, sebaiknya jangan memaksakannya untuk duduk terlalu dini, sebab akan berakibat fatal pada kesehatan tulang punggung dan lehernya.

Lantas kapan bayi bisa dilatih untuk duduk? ini dia tiga tanda yang bisa Mama jadikan patokan untuk melatih si Kecil belajar duduk.

1. Menegakkan dan menggerakkan kepala

1. Menegakkan menggerakkan kepala
Pixabay/amyelizabethqueen

Bayi akan belajar duduk ketika otot-otot lehernya sudah kuat dan ia mampu menegakkan kepalanya. Biasanya proses ini terjadi saat ia berusia 3-4 bulan. Tanda-tanda ini menunjukkan perkembangan tulang belakang dan leher bayi mulai sempurna. Nah, inilah saat yang tepat untuk Mama melatih bayi belajar duduk.

Mama bisa mulai menstimulasinya dengan tummy time. Aktivitas yang bertumpu pada perut ini mampu memperkuat otot leher, bahu dan punggung bayi.

Setelah itu Mama bisa melanjutkannya dengan mengubah posisi bayi menjadi duduk secara perlahan. Tunggu hingga ia berada dalam posisi nyaman, kemudian lepaskan pegangan secara perlahan dan biarkan ia beradaptasi dengan keseimbangan tubuhnya.

Pada saat melakukan aktivitas ini, pastikan Mama meletakkan bayi di atas alas atau kasur yang empuk agar tidak membahayakannya.

2. Membalikkan tubuhnya

2. Membalikkan tubuhnya
Pixabay/PublicDomainPictures

Amati apakah si Kecil sudah mampu membalikkan tubuhnya secara aktif, dari posisi telentang ke posisi tengkurap dan sebaliknya.

Jika aktivitas ini sudah berjalan lancar, maka Mama bisa menstimulasinya dengan menarik mainan kesukaannya agar ia tergerak untuk memutar tubuhnya. Targetnya adalah dalam posisi telentang, bayi mampu menekuk kedua kakinya secara bersamaan dan memegang pergelangan atau telapak kakinya. Hal itu bertujuan untuk melenturkan pinggul dan pinggangnya sehingga ia lebih siap untuk belajar duduk.

3. Memegang dan mengangkat benda

3. Memegang mengangkat benda
Pixabay/Lavaki

Perkembangan motorik halus sangat penting agar bayi bisa menggunakan kedua tangannya untuk menopang tubuh.

Salah satu tanda yang bisa Mama jadikan acuan untuk melatihnya belajar duduk adalah bayi mampu memegang suatu benda, mengangkat dan menggerakkannya.

Saat bayi sudah bisa melakukannya dengan baik, maka Mama bisa menstimulasinya dengan melatih tangan bayi untuk menggapai mainan yang Mama pegang pada saat posisinya berbaring. Latih bayi untuk meraih benda sedikit lebih jauh dari jangkauannya, sehingga lambat laun ia bisa mengubah posisinya menjadi duduk.

Biasanya, bayi akan mulai lancar duduk di usia 6 atau 7 bulan. 

Nah, sudah tahu kan Ma kapan harus mulai melatih bayi belajar duduk?

Namun perlu Mama ingat bahwa patokan kapan bayi siap dilatih untuk duduk bukan hanya berdasarkan pada usia saja, melainkan juga otot-otot leher dan tulang punggungnya. Semangat ya, Ma!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk