“Kami tahu dia akan terlahir dengan berat yang besar, tetapi kami tidak menyangka akan sebesar ini,” kata Terrica melansir dari laman People.
Bayi Lahir 6 Kg di New York, Apakah Normal? Ini Faktanya

- Bayi laki-laki bernama Shawn lahir di Ohio dengan berat sekitar 6,04 kg, menjadikannya bayi terbesar yang pernah lahir di rumah sakit tersebut.
- Beberapa jam setelah kelahiran Shawn, rumah sakit sama membantu persalinan bayi lain berbobot kurang dari 2 kg, menunjukkan variasi alami ukuran bayi saat lahir.
- Kondisi makrosomia seperti yang dialami Shawn disebabkan faktor genetik atau medis tertentu dan memerlukan pemantauan khusus karena berisiko terhadap kesehatan jangka panjang.
Seorang bayi laki-laki bernama Shawn lahir di Ohio, Amerika Serikat dengan berat mencapai 13 pounds 5 ounces atau sekitar 6,04 kg. Bisa dibilang, berat tersebut tergolong besar untuk bayi yang baru lahir.
Kondisi ini dikenal sebagai Makrosomia, yakni bayi dengan berat lahir di atas rata-rata. Lantas, apakah kondisi berat berlebih yang dialami Shawn normal? Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan.
1. Bayi lahir dengan berat 6 kg di New York

Salah satu bayi yang lahir di rumah sakit di kawasan New York tersebut mencuri perhatian karena beratnya mencapai sekitar 6 kg.
Bayi laki-laki bernama Shawn ini lahir dengan berat 13 pon. Menariknya, Shawn menjadi bayi terbesar yang pernah lahir di rumah sakit tersebut.
2. Beberapa menit setelahnya lahir bayi lain yang jauh lebih kecil

Menariknya, hanya beberapa jam setelah kelahiran bayi besar tersebut, rumah sakit yang sama kembali membantu proses persalinan bayi lain dengan kondisi yang sangat berbeda.
Bayi dari pasangan Chloe dan Victor lahir dengan berat hanya sekitar 4 pon atau kurang dari 2 kg. Perbedaan yang sangat mencolok ini menunjukkan bahwa tidak ada standar pas untuk ukuran bayi saat terlahir ke dunia.
Bayi dengan berat rendah bisa disebabkan oleh kelahiran prematur atau kondisi tertentu selama kehamilan. Meski begitu, dengan perawatan yang tepat, bayi dengan berat kecil tetap bisa tumbuh sehat seperti bayi lainnya.
3. Setiap kelahiran bayi memiliki keunikan tersendiri

Meski sama-sama berkesan berkat kelahiran buah hatinya, kedua orangtua dari bayi tersebut memiliki pengalaman yang sangat berbeda.
Tericca, seorang mama dari bayi berbobot besar, mengaku terkejut karena ukuran bayinya sudah seperti anak berusia beberapa bulan. Ia bahkan mengatakan bahwa Shawn langsung memakai pakaian untuk ukuran bayi 3-6 bulan sejak terlahir ke dunia.
“Dia sudah memakai popok dan pakaian ukuran 3-6 bulan. Rasanya seperti saya langsung memiliki bayi berusia 3 bulan,” ujar Tericca.
Sementara itu, Chloe selaku mama yang melahirkan bayi 2 kg merasa begitu bersyukur dan bahagia. Ia menyebut momen kelahiran bayinya sebagai pengalaman yang berkesan. Setiap bayi hadir dengan keunikannya masing-masing.
Hal ini memperlihatkan bahwa kebahagiaan orangtua tidak ditentukan oleh ukuran bayi, melainkan oleh kehadiran sang buah hati itu sendiri.
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bayi bisa lahir dalam berbagai bentuk dan ukuran. Saya merasa sangat berterima kasih atas perawatan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit,” cerita Chloe.
4. Kondisi yang dialami Shawn dikenal dengan istilah makrosomia

Dalam dunia medis, bayi yang lahir dengan berat di atas 4 kg dikenal dengan istilah makrosomia. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti genetik, diabetes gestasional pada mama, hingga kenaikan berat badan selama kehamilan.
Bayi dengan berat seperti ini umumnya membutuhkan perhatian khusus, baik saat proses persalinan maupun setelah lahir. Terlebih, bayi makrosomia cenderung lebih berisiko mengalami obesitas dan diabetes tipe 2 seiring dengan bertambah dewasa.
Secara medis, makrosomia tidak bisa dianggap normal, tetapi juga bukan hal yang sangat langka. Artinya, kondisi ini bisa terjadi dan sering ditemui, namun tetap masuk kategori yang perlu perhatian khusus.
Bayi dengan berat besar bisa saja lahir sehat tanpa masalah, terutama jika kehamilan dipantau dengan baik.
Namun, karena ukurannya di atas rata-rata, ada risiko lebih tinggi dibanding bayi dengan berat normal. Itu sebabnya, pemantauan atas kelahiran bayi sangat dibutuhkan.
Demikian informasi mengenai bayi lahir 6 kg di New York. Bagaimana menurut pendapat Mama?










-a11daea384d80e27e58061f72eb5f576.png)







