Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

9 Perubahan yang Terjadi pada Tubuh setelah Menjadi Ibu

9 Perubahan yang Terjadi pada Tubuh setelah Menjadi Ibu
Pexels/Anna Tarazevich
Intinya Sih
  • Tubuh mama mengalami banyak perubahan biologis setelah melahirkan, mulai dari ukuran kaki yang membesar, bentuk payudara berubah, hingga pergeseran organ dalam untuk menyesuaikan kehamilan.

  • Otak dan hormon mama beradaptasi secara alami agar lebih fokus serta peka terhadap kebutuhan bayi, termasuk munculnya refleks otomatis saat menyusui akibat pengaruh hormon oksitosin.

  • Menyusui memberi manfaat besar bagi kesehatan jangka panjang bagi Mama, seperti menurunkan risiko penyakit serius dan membantu pemulihan rahim sekaligus memperkuat ikatan batin dengan anak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Menjadi seorang ibu baru adalah momen yang sangat membahagiakan, namun Mama tentu menyadari ada banyak perubahan biologis saat menjadi ibu yang terjadi secara nyata.

Mengasuh si Kecil yang baru lahir tidak hanya mengubah prioritas hidup dan waktu tidur, tetapi juga menyisakan perubahan mendalam pada fisik dan mental Mama.

Yuk, simak penjelasan Popmama.com di bawah ini berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh setelah menjadi ibu, agar Mama lebih memahami kehebatan tubuh sendiri setelah melahirkan si Kecil.

1. Ukuran sepatu mama bisa berubah jadi lebih besar

9 Perubahan Biologis yang Terjadi pada Tubuh saat Menjadi Ibu 2.jpg
Pexels/PNW Production

Banyak Mama yang terkejut karena harus membeli sepatu baru dengan ukuran yang lebih besar bahkan setelah pembengkakan kaki pascamelahirkan sudah mereda.

Hal ini terjadi karena hormon relaksin yang melonggarkan otot dan sendi demi kelancaran persalinan, terkadang membuat lengkungan telapak kaki menjadi lebih datar secara permanen.

Fenomena unik ini membuktikan bahwa perubahan tubuh setelah melahirkan benar-benar bisa memengaruhi penampilan Mama dari ujung kepala hingga ujung kaki.

2. Otak mama mengalami perubahan struktur permanen

9 Perubahan Biologis yang Terjadi pada Tubuh saat Menjadi Ibu 3.jpg
Pexels/www.kaboompics.com

Fenomena pregnancy brain atau sifat pelupa ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan dengan penyusutan di otak akibat lonjakan hormon estrogen dan progesteron.

Penyusutan ini bukanlah hal yang buruk, melainkan cara alami otak untuk mendesain ulang dirinya agar Mama bisa lebih fokus menjaga keselamatan bayinya.

Melalui perubahan biologis ini, insting pelindung alami seorang ibu akan menjadi jauh lebih tajam dan sensitif terhadap setiap tangisan atau ancaman di sekitar si Kecil.

3. Bentuk payudara mengalami perubahan nyata

9 Perubahan Biologis yang Terjadi pada Tubuh saat Menjadi Ibu 4.jpg
Pexels/Jonathan Borba

Banyak anggapan keliru bahwa menyusui adalah penyebab utama berubahnya bentuk payudara mama setelah memiliki anak.

Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa proses kehamilan itu sendirilah yang paling bertanggung jawab terhadap perubahan ukuran dan bentuk payudara karena mempersiapkan kelenjar susu.

Setelah masa menyusui selesai dan jaringan pembuat susu menyusut, Mama mungkin akan menyadari ukuran payudara yang menjadi lebih kecil atau tidak sekencang dulu lagi.

4. Kehadiran si Kecil memicu refleks let-down otomatis

9 Perubahan Biologis yang Terjadi pada Tubuh saat Menjadi Ibu 5.jpg
Pexels/Sarah Chai

Bagi Mama yang sedang dalam masa menyusui, tubuh memiliki kepekaan yang luar biasa berkat rangkaian hormon oksitosin yang aktif secara otomatis.

Refleks keluarnya ASI atau let-down reflex ini tidak hanya dipicu oleh isapan langsung, tetapi juga oleh rangsangan emosional seperti suara, aroma, atau bahkan saat memikirkan si Kecil.

Sensitivitas ini sangat tinggi sehingga terkadang mendengar tangisan bayi lain pun bisa membuat ASI mama tiba-tiba merembes keluar.

5. Komposisi lemak tubuh mama mengalami pergeseran

Pixabay
Pixabay

Selama masa kehamilan, tubuh secara alami menimbun cadangan lemak ekstra untuk mendukung perkembangan janin dan mempersiapkan energi menjelang persalinan.

Lemak yang disimpan ini nantinya akan digunakan sebagai bahan bakar utama untuk memproduksi ASI, di mana Mama menyusui biasanya kehilangan sebagian bobot tubuhnya setiap bulan.

Meski demikian, banyak perempuan yang mempertahankan sebagian lemak baru tersebut sebagai bagian dari bentuk tubuh mereka yang baru setelah melahirkan.

6. Berbagi sel yang sama dengan bayi

Pexels/Jonathan Borba
Pexels/Jonathan Borba

Hubungan batin antara Mama dan si Kecil ternyata mengalir hingga ke tingkat sel yang sangat dalam sejak awal masa kehamilan.

Sel-sel janin diketahui bermigrasi melalui plasenta dan menetap di dalam darah, jaringan, serta organ tubuh mama selama bertahun-tahun setelah melahirkan.

Keberadaan sel bayi di dalam tubuh mama ini terus diteliti oleh para ilmuwan karena dipercaya memengaruhi proses penyembuhan luka hingga sistem kekebalan tubuh mama.

7. Volume darah melonjak drastis demi janin

9 Perubahan Biologis yang Terjadi pada Tubuh saat Menjadi Ibu 8.jpg
Pexels/Pavel Danilyuk

Sejak awal pembuahan, tubuh melakukan kerja keras dengan meningkatkan volume darah secara signifikan untuk mengalirkan nutrisi dan oksigen ke rahim.

Peningkatan cairan ini membuat pembuluh darah lebih rileks dan memaksa jantung mama bekerja memompa darah dengan lebih bertenaga dari biasanya.

Produksi sel darah merah juga ikut melonjak tajam selama trimester kedua dan ketiga demi memastikan kebutuhan tumbuh kembang si Kecil terpenuhi dengan sempurna.

8. Organ-organ internal bergeser dari posisi aslinya

9 Perubahan Biologis yang Terjadi pada Tubuh saat Menjadi Ibu 9.jpg
Pexels/Anna Shvets

Demi memberikan ruang bagi janin yang terus membesar di dalam rahim, organ-organ dalam tubuh mama secara luar biasa akan bergeser dan menyesuaikan diri.

Tulang rusuk mama akan melebar ke luar dan diafragma akan terdorong naik beberapa sentimeter yang sering kali memicu rasa sesak napas saat beraktivitas.

Selain itu, organ ginjal juga mengalami peningkatan ukuran dan volume yang cukup signifikan guna menyaring sisa metabolisme tubuh mama dan juga janin.

9. Menyusui memberikan manfaat kesehatan jangka panjang

Pexels/Yenny Wu
Pexels/Yenny Wu

Memberikan ASI eksklusif tidak hanya bermanfaat untuk menutrisi si Kecil, tetapi juga memberikan proteksi kesehatan yang luar biasa bagi tubuh mama dalam jangka panjang.

Aktivitas menyusui terbukti menurunkan risiko berbagai penyakit kritis seperti kanker payudara, kanker ovarium, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung.

Selain itu, isapan bayi juga membantu rahim berkontraksi kembali ke ukuran semula dengan lebih cepat sekaligus memperkuat ikatan batin antara Mama dan anak.

Semua bentuk perubahan tubuh setelah melahirkan ini adalah bukti nyata betapa luar biasanya perjuangan fisik yang sudah Mama lalui demi menghadirkan kehidupan baru.

Meskipun beberapa aspek fisik tidak bisa kembali seperti sediakala, ingatlah bahwa setiap inci perubahan tersebut merupakan simbol kekuatan dan cinta seorang ibu.

Itu tadi berbagai perubahan yang terjadi pada ttubuh setelah menjadi ibu. Tetap semangat menjalani hari-hari indah bersama si Kecil, Mama adalah sosok yang luar biasa dan hebat!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More