- Kaki bayi yang tampak bengkok adalah kondisi fisiologis normal.
- Tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan popok dapat membuat kaki bayi melengkung.
- Bentuk kaki bergantung pada perkembangan tulang dan pertumbuhan bayi.
Benarkah Penggunaan Popok Bisa Membuat Kaki Bayi Bengkok? Ini Faktanya

- Penggunaan popok tidak membuat kaki bayi bengkok
- Kaki bayi tampak bengkok karena perkembangan tulang dan otot
- Panduan penggunaan popok yang benar untuk kenyamanan bayi
Bentuk kaki bayi yang tampak bengkok atau berbentuk huruf O sering kali membuat orangtua khawatir, terutama ketika mendengar mitos bahwa penggunaan popok bisa menyebabkan kaki menjadi bengkok.
Kekhawatiran ini cukup umum, mengingat banyak orangtua baru mencari jawaban dari pengalaman orang sekitar atau informasi yang belum tentu benar. Padahal, bentuk kaki bayi memiliki karakteristik alami yang berbeda dari orang dewasa karena tulang dan otot mereka masih terus berkembang.
Nah, agar Mama mengetahui faktanya, simak rangkuman Popmama.com berikut tentang benarkah penggunakan popok bisa membuat kaki bayi bengkok?
1. Benarkah penggunaan popok bisa membuat kaki bayi bengkok?

Jawabannya adalah tidak benar. Penggunaan popok pada bayi, baik popok sekali pakai maupun popok kain, tidak memengaruhi bentuk kaki bayi. Bentuk kaki mereka dipengaruhi oleh proses perkembangan tulang, bukan oleh penggunaan popok.
dr. Ardi Santoso, Sp.A lewat akun Instagram pribadinya, @ardisantoso, menjelaskan beberapa alasan mengapa anggapan ini tidak benar:
Selama popok yang dipilih pas dan tidak terlalu ketat, popok tidak akan mengganggu perkembangan kaki bayi sama sekali. Hal yang penting diperhatikan adalah memastikan popok tidak membatasi pergerakan alami kaki agar bayi tetap nyaman.
Namun, jika popok terlalu ketat atau salah ukuran, bayi mungkin merasa tidak nyaman atau mengalami iritasi. Kondisi ini tidak membuat kaki bengkok, tetapi bisa menyebabkan ketidaknyamanan yang perlu segera diatasi.
2. Penyebab kaki bayi tampak bengkok

Bentuk kaki bayi yang tampak melengkung sebenarnya adalah hal yang sangat wajar. Sebagian besar bayi mengalaminya dan kondisi ini biasanya akan membaik seiring bertambahnya usia. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, berikut beberapa penyebab utamanya:
1. Posisi dalam kandungan
Bayi berada dalam posisi sempit dan meringkuk selama di dalam rahim, sehingga kaki mereka menyesuaikan dengan ruang yang terbatas. Akibatnya, kaki terlihat lebih melengkung ketika lahir. Kondisi ini normal dan biasanya perlahan membaik seiring pertumbuhan.
2. Perkembangan tulang dan otot
Tulang bayi masih sangat lentur dan terus mengalami perubahan. Ketika bayi mulai belajar berdiri, merangkak, hingga berjalan, bentuk kaki mereka akan menyesuaikan dan biasanya menjadi lebih lurus secara alami.
3. Kondisi medis tertentu
Pada sebagian kecil kasus, kelainan tulang belakang, tonus otot rendah, atau faktor genetik dapat membuat kaki tampak lebih bengkok. Jika Mama mencurigai adanya masalah medis, berkonsultasilah dengan dokter anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.
4. Pola aktivitas bayi
Cara bayi bergerak dan beraktivitas juga bisa memengaruhi postur kaki. Bayi yang banyak duduk dalam posisi tertentu mungkin terlihat memiliki kaki yang lebih melengkung, tetapi ini biasanya akan berubah seiring perkembangan motoriknya.
5. Faktor genetik
Jika Papa atau Mama memiliki bentuk kaki sedikit melengkung, kemungkinan besar bayi juga mewarisi karakteristik serupa. Namun, bentuk kaki umumnya akan membaik seiring pertumbuhan.
Pada dasarnya, bentuk kaki bayi akan mengalami perubahan alami dalam beberapa tahun pertama kehidupan. Jika Mama memiliki kekhawatiran tertentu, pemeriksaan ke dokter anak bisa memberikan kepastian.
3. Tips penggunaan popok yang benar pada bayi

Agar bayi merasa nyaman dan terhindar dari iritasi, penggunaan popok harus diperhatikan dengan baik. Berikut panduannya:
1. Pilih ukuran yang tepat
Pastikan popok sesuai dengan berat dan bentuk tubuh bayi agar kenyamanan tetap terjaga. Popok yang terlalu kecil dapat menekan kulit, menimbulkan bekas kemerahan, dan membuat bayi rewel, sementara popok yang terlalu besar membuat celah di bagian paha atau pinggang sehingga lebih mudah bocor.
2. Ganti popok secara berkala
Mengganti popok setiap 2–4 jam membantu menjaga kulit bayi tetap kering dan sehat. Popok yang dibiarkan lembap terlalu lama dapat memicu ruam, iritasi, dan perkembangan bakteri yang menyebabkan infeksi kulit.
3. Periksa karet pinggang dan paha
Karet elastis pada popok harus terasa pas, tidak terlalu ketat tetapi juga tidak longgar. Karet yang menekan terlalu keras akan meninggalkan bekas dan membuat bayi tidak nyaman.
4. Gunakan diaper cream
Mengoleskan diaper cream sebelum memasang popok membantu memberikan lapisan pelindung di kulit bayi. Lapisan ini menjaga kulit tetap lembap namun tidak basah, sehingga mengurangi risiko ruam popok dan iritasi akibat gesekan maupun paparan urine dan feses.
5. Pastikan popok terpasang rapi
Popok yang dipasang rapi akan membantu mencegah gesekan berlebih pada paha dan pinggang bayi. Hindari lipatan kain atau bagian yang tidak rata karena dapat menyebabkan lecet selama bayi bergerak.
6. Pilih popok dengan daya serap tinggi
Popok dengan daya serap yang baik mampu menarik cairan lebih cepat dan mempertahankan permukaan tetap kering, sehingga kulit bayi terlindungi dari iritasi. Teknologi penyerap cepat juga membantu mengurangi lembap berlebih yang dapat memicu ruam.
7. Perhatikan tanda popok penuh
Popok modern biasanya memiliki indikator yang berubah warna ketika sudah penuh, sehingga Mama lebih mudah mengetahui kapan waktu penggantian. Hal ini membantu mencegah popok dipakai terlalu lama dan mengurangi risiko kebocoran.
Jadi, tidak benar penggunaan popok bisa membuat kaki bayi bengkok, ya, Ma. Jika Mama curiga dengan bentuk kaki si Kecil, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter anak yang telah Mama percayai!


















