Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bayi Tidak Boleh Dicium sampai Umur Berapa? Mama Wajib Tahu!

Bayi Tidak Boleh Dicium sampai Umur Berapa? Mama Wajib Tahu!
Pexels/ryri photography
  • Bayi baru lahir sebaiknya tidak dicium sembarangan karena sistem imunnya masih berkembang dan rentan terhadap infeksi.

  • Risiko penularan mulai menurun setelah usia 3–6 bulan, tetapi tetap hindari ciuman jika sedang sakit atau memiliki luka di bibir.

  • Orangtua dapat menunjukkan kasih sayang dengan menggendong, skin-to-skin, memijat lembut, atau berbicara dengan bayi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Momen kelahiran anggota keluarga baru selalu menjadi alasan untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan. Tidak heran, begitu melihat pipi tembem si Kecil, banyak orang, termasuk Mama sendiri, jadi gemas dan ingin langsung mencium wajah mungilnya.

Sayangnya, kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata menyimpan risiko kesehatan yang serius untuk bayi baru lahir. Bukan cuma dari orang asing, bahkan ciuman dari orangtua sendiri pun bisa membahayakan kalau dilakukan pada waktu yang salah.

Supaya Mama tidak salah langkah, berikut Popmama.com mengulas tentang bayi tidak boleh dicium sampai umur berapa? Yuk, simak sampai habis!

  1. Bayi Tidak Boleh Dicium sampai Umur Berapa?

    Bayi Tidak Boleh Dicium sampai Umur Berapa?
    Pexels/Hannah Barata

    Sistem imun bayi baru lahir belum berkembang sempurna, sehingga tubuhnya jauh lebih rentan terhadap kuman dan virus dibandingkan dengan orang dewasa. Menurut Gavi, bayi memiliki lebih sedikit sel imun bawaan pada 3 bulan pertama kehidupannya.

    Sementara itu, mengutip Mom Cozy, sejumlah dokter menganjurkan menunggu hingga 6 bulan sebelum bayi boleh dicium orang di luar keluarga inti, karena sistem imunnya membutuhkan waktu lebih lama untuk matang.

    Lapisan pelindung otak atau blood-brain barrier pada bayi baru matang sempurna sekitar usia 4 bulan, sehingga infeksi ringan pun berisiko menyerang otak si Kecil di periode ini.

  2. Kapan Bayi Lebih Aman Dicium oleh Orang Lain?

    Kapan Bayi Lebih Aman Dicium oleh Orang Lain?
    Pexels/Agung Pandit Wiguna

    Meski tidak ada patokan usia yang berlaku sama persis untuk semua bayi, risiko infeksi akibat ciuman umumnya mulai menurun begitu si Kecil melewati usia 3 sampai 6 bulan.

    Pada rentang usia ini, sistem kekebalan tubuhnya sudah jauh lebih siap melawan kuman yang sebelumnya bisa berbahaya, dan orang lain boleh memegang si Kecil.

    Melansir Gavi, kalaupun Mama atau tamu memang ingin mencium bayi, sebaiknya arahkan ciuman ke bagian belakang kepala, bukan wajah, apalagi mulut. Cara ini jauh lebih aman karena jauh dari jalur masuknya kuman ke tubuh si Kecil.

    Mengutip Mom Cozy, Mama diingatkan supaya orang yang akan mencium bayi memastikan tangannya sudah dicuci bersih terlebih dahulu. Kalau sedang flu, batuk, atau punya luka di bibir, sebaiknya tunda dulu keinginan untuk mencium sampai benar-benar sehat.

  3. Apa yang Harus Dilakukan Jika Bayi Terlanjur Dicium Orang Lain?

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Bayi Terlanjur Dicium Orang Lain?
    Pexels/Laura Garcia

    Kalau situasi ini sudah terjadi, Mama tidak perlu langsung panik berlebihan. Cukup amati kondisi si Kecil dengan saksama selama beberapa hari ke depan.

    Menurut laman Yeditepe University Hospital, tanda infeksi pada bayi baru lahir biasanya muncul melalui perubahan seperti bayi menjadi lebih mengantuk dari biasanya, susah dibangunkan, refleks menyusu menurun, atau muncul demam.

    Segera hubungi dokter anak bila muncul tanda-tanda tak biasa tersebut, sebab semakin cepat diperiksa, semakin cepat pula penanganannya. 

    Mengutip Little Cedars, Mama harus percaya pada instingnya sendiri. Kalau merasa ada yang aneh dengan si Kecil, jangan ragu untuk langsung memeriksakannya ke fasilitas kesehatan terdekat.

  4. Bagaimana Menunjukkan Kasih Sayang kepada Bayi selain Menciumnya?

    Bagaimana Menunjukkan Kasih Sayang kepada Bayi selain Menciumnya?
    Pexels/Rendi iD

    Untungnya, mencium bukan satu-satunya cara untuk bilang "aku sayang kamu" ke bayi mama. Ada banyak cara lain yang sama hangatnya, bahkan tanpa risiko infeksi sama sekali.

    Melansir Happiest Baby, kontak kulit ke kulit atau skin-to-skin merupakan salah satu cara paling ampuh untuk mempererat ikatan dengan si Kecil.

    Menatap mata bayi saat menyusui, memberi pijatan lembut, membacakan buku, dan menyanyikan lagu pengantar tidur juga sama-sama membuat bayi merasa dicintai.

    Menurut Mom Cozy, sekadar menggendong erat, mengajak bicara dengan suara lembut, atau membiarkan si Kecil mendengar detak jantung mama lewat gendongan bisa menjadi pengganti pelukan hangat yang tetap aman.

  5. Apakah Bayi Boleh Dicium oleh Orangtua?

    Mengapa Tidak Boleh Mencium Bayi Sembarangan
    Pexels/Rizki Koto

    Pertanyaan ini sering bikin bingung, soalnya secara insting, orangtua pasti ingin sekali mencium buah hatinya sendiri. Sebenarnya boleh saja, asal Mama dan Papa dalam kondisi sehat serta rajin mencuci tangan sebelum kontak dekat dengan si Kecil.

    Namun, ada pula pandangan yang lebih hati-hati. Dokter anak dari Yeditepe University Hospital menyarankan orangtua tetap waspada, bahkan menganjurkan menyalurkan sayang lewat kaki bayi terlebih dahulu, terutama kalau usianya masih di bawah dua bulan.

    Mengutip Little Cedars, orangtua disarankan untuk menahan diri untuk mencium bayi kalau baru pulih dari sakit atau punya luka di area mulut, demi mencegah penularan virus herpes yang bisa berakibat serius pada bayi baru lahir.

    Nah, itulah pembahasan mengenai bayi tidak boleh dicium sampai umur berapa? Hal kecil yang harus Mama dan Papa ketahui agar bayi dapat terhindar dari penyakit di masa awalnya. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More