Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Mengapa Tidak Boleh Mencium Bayi Sembarangan? Ini Alasannya

Mengapa Tidak Boleh Mencium Bayi Sembarangan? Ini Alasannya
Pexels/Rizki Koto
  • Bayi tidak boleh dicium sembarangan karena sistem imunnya masih berkembang dan rentan terhadap virus maupun bakteri.

  • Ciuman dari orang yang sedang sakit dapat membahayakan bayi, terutama bayi baru lahir yang lebih rentan mengalami infeksi serius.

  • Orangtua perlu membatasi kontak dan menerapkan kebersihan, seperti mencuci tangan, menghindari mencium wajah bayi, serta membatasi kunjungan saat bayi masih kecil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setiap kali ada bayi baru lahir, semua orang pasti gemas dan ingin mencium pipinya. Tapi tahukah Mama, kebiasaan yang kelihatannya penuh kasih sayang ini ternyata bisa berbahaya untuk si Kecil?

Bayi mama, terutama yang baru lahir, punya sistem imun yang belum sempurna. Itu sebabnya, ciuman dari orang lain yang terlihat sepele bisa menjadi pintu masuk untuk kuman dan virus berbahaya.

Supaya bayi tidak dicium sembarangan, berikut Popmama.com mengulas mengapa tidak boleh mencium bayi sembarangan? Yuk, simak sampai habis!

  1. Mengapa Tidak Boleh Mencium Bayi Sembarangan?

    Mengapa Tidak Boleh Mencium Bayi Sembarangan
    Pexels/ryri photography

    Melansir Gavi, sistem imun bayi baru lahir belum berkembang selama 3 bulan pertama. Bayi memiliki lebih sedikit sel imun bawaan seperti neutrofil dan monosit dibandingkan dengan orang dewasa, sehingga infeksi ringan pada orang dewasa dapat menjadi serius pada bayi.

    Mengutip Apollo Cradle, kulit bayi juga masih sangat sensitif dan rentan terhadap iritasi maupun infeksi. Karena itu, dokter anak di seluruh dunia sepakat menyarankan agar orang lain tidak sembarangan mencium wajah, tangan, atau kaki bayi.

    Untungnya, Mama dan pasangan sendiri termasuk pengecualian. Orangtua atau pengasuh utama tetap boleh mencium bayi mama selama dalam kondisi sehat, karena bayi mama sudah terpapar kuman dari Mama sejak dalam kandungan dan terlindungi oleh antibodi ibu.

  2. Apakah Mencium Bayi Bisa Bikin Sakit?

    Apakah Mencium Bayi Bisa Bikin Sakit?
    Pexels/Rendi iD

    Jawabannya, bisa. Mengutip Gavi, virus herpes yang hanya menimbulkan luka dingin ringan pada orang dewasa bisa berubah menjadi infeksi serius ketika menular ke bayi, terutama pada 4 minggu pertama usianya.

    Selain herpes, bayi mama juga rentan terinfeksi bakteri seperti Group B Streptococcus dan E. coli, yang bisa menyebabkan sepsis, pneumonia, hingga meningitis. Bakteri ini biasanya hidup tenang di tubuh orang dewasa tanpa menimbulkan gejala apa pun.

    Bahaya tersebut dapat menjadi pengingat penting untuk Mama. Risiko infeksi dari ciuman memang terlihat kecil, tapi dampaknya bisa fatal untuk bayi mama yang masih rentan.

  3. Siapa Saja yang Sebaiknya Tidak Boleh Mencium Bayi?

    Siapa Saja yang Sebaiknya Tidak Boleh Mencium Bayi
    Pexels/Hannah Barata

    Mengutip Hopkins Medicine, siapa pun yang sedang demam, pilek, batuk, atau diare sebaiknya menunggu sampai benar-benar sembuh sebelum mendekati bayi mama.

    Kalau ada anggota keluarga yang sangat ingin mencium meski sedang kurang sehat, Mama berhak menolak dengan tegas. Mama tidak perlu merasa bersalah karena ini semata-mata demi melindungi bayi mama.

  4. Bagian Tubuh Mana yang Sebaiknya Tidak Dicium?

    Bagian Tubuh Mana yang Sebaiknya Tidak Dicium
    Pexels/Laura Garcia

    Area mulut dan wajah bayi mama adalah zona paling rawan. Mengutip Apollo Cradle, dokter anak di seluruh dunia jelas melarang siapa pun mencium pipi, dahi, hidung, tangan, atau kaki bayi.

    Alasannya, area sekitar mulut dan wajah adalah pintu masuk utama virus dan bakteri ke tubuh bayi. Melansir Gavi, kalau memang harus mencium karena alasan tertentu, sebaiknya cium bagian belakang kepala bayi, bukan wajahnya.

    Selain itu, jangan lupa untuk mengingatkan siapa pun yang ingin dekat dengan bayi mama untuk mencuci tangan lebih dulu ketika ingin menyentuh atau mencium bagian tubuh mana pun.

  5. Cara Menjaga si Kecil saat Keluarga Berkunjung

    Cara Menjaga si Kecil saat Keluarga Berkunjung
    Pexels/Agung Pandit Wiguna

    Mama tidak perlu sungkan menetapkan aturan untuk yang mengunjungi dan bertemu dengan si Kecil. Mengutip Healthline, Mama bisa langsung bilang, "Tolong jangan cium bayi saya," atau kirim pesan ke semua keluarga sebelum mereka datang berkunjung.

    Sediakan hand sanitizer di dekat pintu masuk dan minta semua tamu mencuci tangan sebelum menggendong bayi mama. Melansir Hopkins Medicine, melepas perhiasan di tangan juga membantu mengurangi kuman yang menempel.

    Terakhir, jangan ragu untuk membatasi jumlah dan durasi kunjungan di bulan-bulan awal. Mama berhak menunda kunjungan sampai bayi mama benar-benar siap menghadapi dunia luar.

    Menjaga bayi mama dari ciuman sembarangan bukan berarti Mama pelit kasih sayang, justru ini bentuk cinta yang paling nyata. Sistem imun bayi mama yang masih rapuh butuh waktu untuk berkembang, dan tugas Mama adalah melindunginya semaksimal mungkin.

    Nah, itulah pembahasan mengenai mengapa tidak boleh mencium bayi sembarangan? Supaya si Kecil dapat terhindar dari penyakit yang dapat menular dan mengganggu kesehatannya. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More