- Gigi berlubang
Menurut Harvard Health, gula dalam jus yang menempel lama di mulut bisa memicu kerusakan gigi, apalagi jika diminum lewat botol atau sippy cup sepanjang hari. - Diare
Mengutip Cleveland Clinic, jus buah dapat memicu diare, terutama pada bayi dan balita yang sistem pencernaannya belum matang sempurna. - Lebih rentan terhadap kelebihan berat badan
Menurut WebMD, jus buah tinggi gula namun rendah serat, sehingga tubuh bayi tidak cepat merasa kenyang meski kalori yang masuk sudah banyak. - Menggeser kebutuhan gizi utama
Dikutip dari Cleveland Clinic, bayi di bawah 6 bulan hanya membutuhkan ASI atau susu formula.Â
Umur Berapa Bayi Boleh Minum Jus Buah? Ini Faktanya

- Bayi dianjurkan tidak minum jus buah sebelum 12 bulan; hingga 6 bulan hanya ASI atau susu formula, dan setelah MPASI pun jus tetap ditunda.
- Jus terlalu dini berisiko memicu gigi berlubang, diare, kelebihan berat badan, serta menggeser asupan gizi utama bayi.
- Setelah usia satu tahun, pilih jus 100% murni tanpa gula tambahan, sajikan dengan gelas terbuka saat makan, dan hindari jus rumahan tanpa pasteurisasi.
Momen si Kecil mulai mengenal makanan padat sering bikin Mama makin semangat mengeksplorasi menu baru, termasuk jus buah.Â
Warnanya yang cerah dan rasanya yang manis membuat banyak orang tua tergoda untuk memberikannya lebih awal, apalagi kalau melihat anak tetangga sudah lebih dulu minum jus sejak bayi.
Padahal, urusan jus buah untuk bayi ternyata tidak sesederhana kelihatannya. Ada usia yang direkomendasikan dan ada juga risiko kalau diberikan terlalu dini.Â
Buat Mama yang penasaran kapan seharusnya si Kecil diberikan jus? Berikut Popmama.com mengulas umur berapa bayi boleh minum jus buah? Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Umur Berapa Bayi Boleh Minum Jus Buah?

Pexels/Alamin Hossain Jawaban singkatnya, ialah tunggu sampai si Kecil berusia setidaknya 12 bulan. Melansir Harvard Health, American Academy of Pediatrics (AAP) memperbarui rekomendasinya pada 2017 dan menegaskan bahwa bayi di bawah usia 1 tahun sebaiknya sama sekali tidak diberi jus buah.Â
Mengutip Cleveland Clinic, dr. Kimberly Churbock, dokter anak, menjelaskan bahwa hingga usia 6 bulan, bayi hanya boleh minum ASI atau susu formula.Â
Di luar itu, termasuk jus buah dan air putih, berpotensi berbahaya karena lambung bayi masih sangat kecil dan kebutuhan gizinya sangat spesifik. Bahkan setelah si Kecil mulai makan MPASI di usia 6 bulan, jus buah tetap belum boleh diberikan sampai usianya genap 1 tahun.
Apa Risiko Memberikan Jus Buah Terlalu Dini pada Bayi?

Pexels/Huynh Van Memberikan jus buah sebelum waktunya bukan cuma soal belum perlu, tapi juga bisa berdampak nyata pada kesehatan bayi mama. Berikut beberapa risikonya.
Buah Apa yang Aman Diberikan kepada Bayi sebagai Jus?

Pexels/Dziana Hasanbekava Begitu si Kecil sudah cukup umur, Mama tetap perlu selektif memilih jenis buahnya. Tidak semua buah cocok dijadikan jus pertama untuk bayi.
- Apel
Mengutip Healthline, apel punya rasa yang ringan dan lembut di lidah, sehingga cocok jadi perkenalan pertama jus buah untuk anak. - Pir
Pir juga direkomendasikan karena rasanya tidak terlalu tajam dan jarang memicu alergi. - Plum atau prune
Mengutip Cleveland Clinic, jus apel, pir, atau prune dalam jumlah kecil kadang direkomendasikan oleh dokter anak khusus untuk membantu meredakan sembelit pada si Kecil, bukan untuk konsumsi harian biasa.
Apa pun buahnya, pastikan Mama memilih jus 100% murni tanpa campuran gula tambahan, ya.
- Apel
Bolehkah Bayi Minum Jus Kemasan?

Pexels/Raymart Arniño Jawabannya, boleh, dengan catatan Mama harus jeli membaca label kemasannya supaya jus yang diberikan dapat diserap dengan baik oleh si Kecil.
Mengutip Cleveland Clinic, jus yang aman untuk anak adalah 100% fruit juice tanpa bahan tambahan apa pun, baik yang fresh pasteurized (langsung diperas lalu dipanaskan sebentar untuk membunuh bakteri) maupun reconstituted dari konsentrat yang sudah melalui proses serupa.Â
Sebaliknya, jus buatan sendiri di rumah justru tidak disarankan karena belum melalui proses pasteurisasi sehingga berisiko mengandung bakteri.
Melansir Healthline, Mama juga perlu waspada terhadap kemasan berlabel "cocktail", "drink", "beverage", atau "-ade" karena biasanya bukan jus murni, melainkan minuman rasa buah dengan tambahan gula.Â
Semakin pendek daftar bahan di label kemasan dan semakin familiar nama bahannya, biasanya semakin aman jus tersebut untuk si Kecil.
Tips Memberikan Jus kepada Bayi

Pexels/Agung Pandit Wiguna Supaya momen minum jus tetap menyenangkan sekaligus aman, coba terapkan beberapa tips berikut.
- Gunakan gelas terbuka, bukan botol atau sippy cup
Mengutip WebMD, disarankan agar hal ini dilakukan agar bayi tidak terbiasa "ngemil" jus sepanjang hari yang berisiko merusak gigi. - Berikan saat jam makan, bukan sepanjang hari
Mengutip Harvard Health, jus disarankan dihabiskan dalam satu waktu duduk, bukan dibawa-bawa dalam tas atau berpindah tangan sepanjang aktivitas. - Jangan jadikan jus sebagai obat diare atau dehidrasi
Dilansir dari Rady Children's Health, jus buah bukan solusi untuk menangani diare maupun dehidrasi pada anak, air putih dan cairan elektrolit yang direkomendasikan dokterlah jawabannya.
Nah, itulah pembahasan mengenai umur berapa bayi boleh minum jus buah? Semoga informatif dan bermanfaat,Ma!
- Gunakan gelas terbuka, bukan botol atau sippy cup





















