Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Bolehkah Bayi Minum ASI dari Ibu yang Sedang Sakit?

Bolehkah Bayi Minum ASI dari Ibu yang Sedang Sakit?
Pexels/Greta Fotografía
Intinya Sih
  • Ibu menyusui tetap boleh memberikan ASI saat sakit ringan seperti batuk pilek, asalkan menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar bayi tidak tertular.
  • Banyak obat aman dikonsumsi ibu menyusui, namun disarankan konsultasi dengan dokter sebelum minum obat baru untuk memastikan keamanan bagi bayi.
  • ASI memberi manfaat besar bagi bayi, termasuk meningkatkan imunitas, mendukung perkembangan otak, menurunkan risiko obesitas, alergi, serta sindrom kematian bayi mendadak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sebagai orangtua, Mama tentu ingin memberikan yang terbaik untuk si Kecil. Salah satu cara yang dilakukan oleh Mama adalah memenuhi kebutuhan ASI bayi.

Agar bisa memberikan ASI terbaik, Mama mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi. Tujuannya agar ASI yang diproduksi bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian bayi.

Selain itu, Mama juga selalu menyusui si Kecil setiap ia lapar. Tapi, bagaimana jika Mama sakit? Bolehkah anak minum ASI dari ibu yang sedang sakit? Alih-alih sehat, apakah si Kecil justru bisa tertular sakit lewat ASI?

Nah, bila ini terjadi pada Mama, yuk, simak penjelasan Popmama berikut ini tentang bolehkah bayi minum ASI dari ibu yang sedang sakit.

Bolehkah Bayi Minum ASI dari Ibu yang Sakit?

Bolehkan bayi minum ASI dari ibu yang sakit?
Magnific/freepik

Sakit bisa dialami oleh siapa saja, termasuk ibu menyusui. Namun bolehkah bayi minum ASI dari ibu yang sedang sakit?

Dilansir dari unggahan dr. Citra Amelinda, Sp.A, M.Kes, IBCLC di laman Instagram pribadinya @citra_amelinda, pada sebagian besar penyakit umum, seperti batuk pilek, Mama tetap boleh dan aman untuk menyusui si Kecil. Dengan catatan: selama menyusui, Mama harus menerapkan langkah kebersihan yang baik.

Selain itu, tetap menyusui saat sakit juga bisa membantu Mama menjaga produksi ASI dan memberikan “imun” pada bayi terhadap penyakit yang dialami Mama.

Panduan Kebersihan yang Baik untuk Menyusui Bayi saat Mama Sakit

Bagaimana panduan kebersihan yang baik untuk menyusui bayi saat Mama sakit?
Pexels/Ivan S

Saat sakit (misalnya batuk pilek), Mama tetap boleh dan aman untuk menyusui bayi, asalkan Mama tetap menerapkan panduan kebersihan yang baik.

Bagaimana panduan kebersihan yang baik itu? Berikut beberapa hal yang bisa diterapkan:

  • Cuci tangan menggunakan sabun dan air sebelum dan sesudah menyentuh bayi
  • Gunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol
  • Bersihkan dan disinfeksi permukaan benda yang sering disentuh si Kecil dan Mama
  • Cuci pompa ASI, wadah penyimpanan ASI, dan alat minum bayi setelah setiap penggunaan. Kemudian pastikan semuanya disimpan setelah kering

Apakah Ibu Menyusui Boleh Minum Obat?

Apakah ibu yang sedang menyusui itu boleh minum obat?
Magnific/jcomp

Agar cepat sembuh, Mama berencana untuk minum obat. Tapi, apakah ibu yang sedang menyusui itu boleh minum obat?

Banyak obat yang dijual bebas yang sebenarnya aman dikonsumsi oleh ibu menyusui. Menurut dr. Citra, beberapa obat ditemukan tidak masuk ke dalam ASI dan sebagian tidak diserap oleh saluran pencernaan bayi.

Namun, ibu menyusui disarankan untuk berkonsultai dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum meminumnya. Terutama jika obat tersebut baru atau belum pernah diminum sebelumnya.

Jika Mama Sempat Berhenti Menyusui Karena Sakit, Apakah ASI Bisa Keluar Lagi?

Jika sempat berhenti menyusui karena sakit, apakah ASI bisa keluar lagi?
Popmama.com/SysiliaTanhati/AI

Bila Mama yang sakit harus berhenti menyusui untuk sementara, Mama mungkin khawatir: apakah ASI bisa keluar lagi?

Relaktasi (kembali menyusui) setelah berhenti beberapa minggu memungkinkan untuk dilakukan. menyusui bekerja berdasarkan prinsip supply and demand (penawaran dan permintaan). Karena itu, pastikan Mama:

  • Menyusui langsung sesering mungkin
  • Memerah ASI dengan tangan
  • Memompa ASI

dr. Citra menambahkan jika keberhasilan relaktasi dipengaruhi oleh banyak faktor. Karena itu, pendampingan rutin dari tenaga kesehatan sangat penting, Ma.

Manfaat ASI bagi Bayi

Manfaat ASI bagi bayi
Pexel/Blond Fox

ASI adalah makanan bayi yang dihasilkan oleh Mama secara alami dan sempurna. Memberikan ASI sama saja dengan memberikan nutrisi optimal bagi bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Lebih jelasnya, berikut beberapa manfaat ASI eksklusif bagi bayi:

  • Meningkatkan imunitas tubuh bayi

ASI memiliki antibodi yang membantu sang Bayi melawan virus dan bakteri, antibodi ini berada di kolostrum.

Kolostrum menyediakan jumlah Imunoglobulin A (IgA) yang tinggi serta beberapa antibodi lainnya. Ketika Mama terpapar virus atau bakteri, IgA mulai memproduksi antibodi.

Antibodi ini kemudian tercampur ke dalam ASI dan diteruskan ke bayi saat menyusu. IgA dapat melindungi dari sakit dengan membentuk lapisan pelindung di hidung, tenggorokan, dan sistem pencernaan bayi.

  • Bisa meningkatkan berat badan bayi

Memberikan ASI kepada anak dapat meningkatkan berat badan dalam skala yang sehat dan membantu mencegah obesitas pada masa kecilnya.

Sebuah penelitian menunjukan bahwa tingkat obesitas 15-30 persen lebih rendah pada bayi yang diberikan ASI, dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula.

Jangka waktu memberikan ASI juga penting, karena setiap bulan memberikan ASI mengurangi risiko si Bayi obesitas pada masa depannya sebesar 4 persen.

Hal ini memungkinkan karena perkembangan bakteri usus yang berbeda. Bayi yang disusui memiliki jumlah bakrteri usus bermanfaat yang lebih tinggi, yang dapat memengaruhi penimbunan lemak.

Bayi yang diberi ASI juga memiliki lebih banyak hormon leptin daripada bayi yang diberikan susu formula.

Leptin adalah hormon utama untuk mengatur nafsu makan dan penimbunan lemak pada tubuh bayi.

Bayi yang disusui juga mengatur sendiri asupan ASI-nya, Mereka dapat berhenti menyusui jika sudah kenyang yang membantu mereka mengembangkan pola makan yang sehat.

  • Bisa membuat bayi lebih cerdas

Beberapa penelitian menunjukkan perbedaan dalam perkembangan otak bayi yang diberikan ASI dan yang diberikan susu formula.

Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh keintiman secara fisik, sentuhan dan kontak mata yang terkoneksi saat menyusui.

Bayi yang diberikan ASI memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dan memiliki kemungkinan yang kecil untuk mengalami masalah dengan perilaku dan pembelajaran seiring dengan bertambahnya usia mereka.

Efek yang paling menonjol terlihat pada bayi yang prematur, karena bayi prematur memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap masalah perkembangannya.

Sebuah penelitian menjelaskan bahwa menyusi lebih memiliki efek positif yang signifikan terhadap perkemabangan otak jangka panjangnya.

  • Bisa membuat vaksin lebih efektif pada bayi

Bayi yang diberikan ASI sejak dini memiliki respons terhadap vaksinasi untuk menjadi sebuah antibodi yang lebih baik daripada bayi yang hanya diberikan susu formula.

Vaksinasi melindungi bayi dari penyakit serius dan komplikasi penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran, kejang-kejang, amputasi lengan atau tungkai, kelumpuhan anggota badan, kerusakan otak, bahkan kematian.

Jika bayi tidak diberi vaksin, mereka dapat menyebarkan penyakit kepada bayi lain atau orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penerima transplantasi dan orang-orang yang mengidap penyakit kanker.

Vaksin dapat mencegah komplikasi jangka panjang dan bahkan kematian bagi orang yang rentan terhadap penyakit ini.

  • Bisa mencegah risiko sindrom kematian bayi mendadak

Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) adalah masalah yang sering menghantui ibu baru. Banyak kisah tentang ini yang menghancurkan hati mama. Tetapi, sulitnya SIDS tidak diketahui benar penyebabnya.

Namun, ini sudah terbukti bahwa menyusui dapat menurunkan risiko SIDS sebanyak 50 persen setelah 1 bulan, dan risiko menurun 36 persen pada tahun pertama si Bayi. 

  • Bisa mencegah alergi pada bayi

Karena sistem pertahanan tubuh bayi masih sangat rendah, maka ia rentan terkena alergi. Risiko alergi semakin meningkat jika mama dan papa mewariskan risiko alergi.

Tetapi, menyusui eksklusif selama minimal 3-4 bulan dapat memberikan penurunan risiko asma, dermatitis atopik, dan eksim 27-42 persen, lho!

Itu penjelasan tentang tentang bolehkah bayiminum ASI dari ibu yang sedang sakit. Apakah Mama juga pernah menyusui si Kecil ketika sakit?

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More