ASI adalah makanan bayi yang dihasilkan oleh Mama secara alami dan sempurna. Memberikan ASI sama saja dengan memberikan nutrisi optimal bagi bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
Lebih jelasnya, berikut beberapa manfaat ASI eksklusif bagi bayi:
ASI memiliki antibodi yang membantu sang Bayi melawan virus dan bakteri, antibodi ini berada di kolostrum.
Kolostrum menyediakan jumlah Imunoglobulin A (IgA) yang tinggi serta beberapa antibodi lainnya. Ketika Mama terpapar virus atau bakteri, IgA mulai memproduksi antibodi.
Antibodi ini kemudian tercampur ke dalam ASI dan diteruskan ke bayi saat menyusu. IgA dapat melindungi dari sakit dengan membentuk lapisan pelindung di hidung, tenggorokan, dan sistem pencernaan bayi.
Memberikan ASI kepada anak dapat meningkatkan berat badan dalam skala yang sehat dan membantu mencegah obesitas pada masa kecilnya.
Sebuah penelitian menunjukan bahwa tingkat obesitas 15-30 persen lebih rendah pada bayi yang diberikan ASI, dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula.
Jangka waktu memberikan ASI juga penting, karena setiap bulan memberikan ASI mengurangi risiko si Bayi obesitas pada masa depannya sebesar 4 persen.
Hal ini memungkinkan karena perkembangan bakteri usus yang berbeda. Bayi yang disusui memiliki jumlah bakrteri usus bermanfaat yang lebih tinggi, yang dapat memengaruhi penimbunan lemak.
Bayi yang diberi ASI juga memiliki lebih banyak hormon leptin daripada bayi yang diberikan susu formula.
Leptin adalah hormon utama untuk mengatur nafsu makan dan penimbunan lemak pada tubuh bayi.
Bayi yang disusui juga mengatur sendiri asupan ASI-nya, Mereka dapat berhenti menyusui jika sudah kenyang yang membantu mereka mengembangkan pola makan yang sehat.
Beberapa penelitian menunjukkan perbedaan dalam perkembangan otak bayi yang diberikan ASI dan yang diberikan susu formula.
Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh keintiman secara fisik, sentuhan dan kontak mata yang terkoneksi saat menyusui.
Bayi yang diberikan ASI memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dan memiliki kemungkinan yang kecil untuk mengalami masalah dengan perilaku dan pembelajaran seiring dengan bertambahnya usia mereka.
Efek yang paling menonjol terlihat pada bayi yang prematur, karena bayi prematur memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap masalah perkembangannya.
Sebuah penelitian menjelaskan bahwa menyusi lebih memiliki efek positif yang signifikan terhadap perkemabangan otak jangka panjangnya.
Bayi yang diberikan ASI sejak dini memiliki respons terhadap vaksinasi untuk menjadi sebuah antibodi yang lebih baik daripada bayi yang hanya diberikan susu formula.
Vaksinasi melindungi bayi dari penyakit serius dan komplikasi penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran, kejang-kejang, amputasi lengan atau tungkai, kelumpuhan anggota badan, kerusakan otak, bahkan kematian.
Jika bayi tidak diberi vaksin, mereka dapat menyebarkan penyakit kepada bayi lain atau orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penerima transplantasi dan orang-orang yang mengidap penyakit kanker.
Vaksin dapat mencegah komplikasi jangka panjang dan bahkan kematian bagi orang yang rentan terhadap penyakit ini.
Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) adalah masalah yang sering menghantui ibu baru. Banyak kisah tentang ini yang menghancurkan hati mama. Tetapi, sulitnya SIDS tidak diketahui benar penyebabnya.
Namun, ini sudah terbukti bahwa menyusui dapat menurunkan risiko SIDS sebanyak 50 persen setelah 1 bulan, dan risiko menurun 36 persen pada tahun pertama si Bayi.
Karena sistem pertahanan tubuh bayi masih sangat rendah, maka ia rentan terkena alergi. Risiko alergi semakin meningkat jika mama dan papa mewariskan risiko alergi.
Tetapi, menyusui eksklusif selama minimal 3-4 bulan dapat memberikan penurunan risiko asma, dermatitis atopik, dan eksim 27-42 persen, lho!
Itu penjelasan tentang tentang bolehkah bayiminum ASI dari ibu yang sedang sakit. Apakah Mama juga pernah menyusui si Kecil ketika sakit?