Bayi di Bima Meninggal karena Digigit Ibunya

Menurut keterangan warga, ibu dari bayi memiliki riwayat gangguan jiwa

2 Juli 2022

Bayi Bima Meninggal karena Digigit Ibunya
Pexels/mcore

Seorang bayi berusia tiga bulan ditemukan tidak bernyawa di Bima, Nusa Tenggara Barat. Kejadian ini bermula ketika seorang warga di sekitar lokasi kejadian meminta warga lain yang sedang duduk-duduk di sekitar lokasi untuk memeriksa korban, setelah mendengar adanya penganiayaan.

Saat warga datang, bayi tersebut sudah tidak dapat diselamatkan lagi. Setelah pemeriksaan dilakukan, ditemukan beberapa bekas luka gigitan dan memar yang diduga menjadi penyebab kematian bayi tersebut.

Berikut ini rangkuman informasi mengenai bayi di Bima meninggal karena digigit ibunya yang sudah Popmama.com rangkum untuk Mama.

1. Berawal dari kecurigaan warga atas adanya penganiayaan

1. Berawal dari kecurigaan warga atas ada penganiayaan
Pixabay.com/Ben_Kerckx

Kejadian ini terjadi di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara barat (NTB) pada pukul 15.00 WITA. Saat itu, seorang ibu menduga akan adanya penganiayaan di rumah bayi tersebut.

Ia pun meminta pertolongan warga lain termasuk Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD), Syarifuddin, untuk memeriksa lokasi kejadian. Sayangnya, saat mereka tiba di sana bayi tersebut sudah dibalut kain batik dengan kondisi tak bernyawa lagi.

Editors' Picks

2. Kematian bayi perempuan tersebut karena gigitan dari ibunya sendiri

2. Kematian bayi perempuan tersebut karena gigitan dari ibu sendiri
Freepik/freepik

Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan beberapa luka memar pada bagian tubuh bayi tersebut. Luka-luka tersebut diketahui merupakan bekas gigitan yang dilakukan ibunya.

Beberapa bagian tubuh yang digigit seperti di bagian pipi kiri dan kanan, hidung, dan di tangan kiri. Hasil pemeriksaan ini diungkapkan oleh dokter jaga Puskesmas Bolo yang memeriksa bayi tersebut. Menurutnya, saat dibawa ke puskesmas bayi perempuan itu sudah tidak bernyawa.

3. Paman korban sempat kaget melihat kerumunan orang di depan rumah keponakannya

3. Paman korban sempat kaget melihat kerumunan orang depan rumah keponakannya
Pixabay/Pexels

Tak lama setelah itu, paman korban pun datang  dan terkejut melihat kerumunan orang di depan rumah keponakannya. Ia pun terkejut menemukan keponakannya telah tiada dengan luka bekas gigitan pada tubuhnya.

Menurut pengakuan Nurdin, paman bayi itu, awalnya ia mencoba memastikan apa yang ia dengar dari warga. Ternyata, benar saja bahwa keponakannya telah meninggal karena luka gigitan. Nurdin pun sempat membeberkan kalau ibu si Bayi selama ini dikenal sering menganiaya anaknya dan memberontak jika ditegur.

4. Ibu dari bayi itu sering terlibat cekcok dengan warga

4. Ibu dari bayi itu sering terlibat cekcok warga
Pexels/Kat Smith

Berdasarkan informasi yang diungkapkan warga sekitar lokasi kejadian, ibu berusia 27 tahun ini memang sering terlibat cekcok dengan warga sekitar. Khususnya beberapa waktu terakhir sebelum kejadian ini terjadi.

Selain itu, paman bayi tersebut pun sempat mengatakan kalau ia pernah diancam menggunakan parang saat ia menegur pelaku agar tidak menyiksa anaknya.

5. Pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa

5. Pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa
Mothering.com

Sempat diduga alami baby blues, namun ternyata ibu dari bayi tersebut memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Hal ini diperkuat dengan keterangan serupa dari para tetangga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Tak hanya itu, mereka pun menginformasikan bahwa pelaku sering mengalami kesurupan.

Saat ini, penyidik telah berencana untuk berkoordinasi dengan tim medis dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Mataram untuk memeriksa dan memastikan kembali kondisi yang bersangkutan.

Itulah tadi rangkuman informasi mengenai bayi di Bima meninggal karena digigit ibunya. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk