Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Kapan Waktu Ideal Sunat Bayi Laki-Laki? Ini Penjelasan Dokter

Kapan Waktu Ideal Sunat Bayi Laki-Laki? Ini Penjelasan Dokter
Pexels/Laura Garcia
Intinya Sih
  • dr. Yusfa Rasyid menjelaskan bahwa bayi laki-laki bisa disunat sejak hari ke-2 atau ke-3 setelah lahir, asalkan kondisi kesehatannya baik dan tanpa kelainan bawaan.
  • Sebelum sunat dilakukan, dokter perlu memastikan bayi cukup bulan, sehat, tidak prematur, serta bebas dari gangguan pembekuan darah atau kelainan pada penis.
  • Sunat sejak bayi dinilai lebih cepat prosesnya, risiko infeksi lebih rendah, luka cepat sembuh, dan perawatan lebih mudah karena bayi belum banyak bergerak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sunat anak laki-laki kini bisa dilakukan sejak dini. Bagi sebagian orangtua, prosedur ini bahkan dipilih sejak dini karena dinilai dapat membantu proses pemulihan yang lebih cepat dan perawatan yang lebih mudah.

Hal tersebut juga disampaikan oleh dr. Yusfa Rasyid, Sp.OG., melalui akun Instagram pribadinya, @yusfarasyid. Dalam salah satu videonya, ia menjelaskan bahwa bayi laki-laki sebenarnya sudah bisa disunat sejak setelah dilahirkan.

Meski begitu, banyak orangtua masih bertanya-tanya, kapan waktu yang paling tepat atau ideal untuk melakukan sunat pada bayi? Apakah langsung setelah lahir, atau menunggu usia tertentu?

Selain mempertimbangkan waktu, penting juga untuk memahami manfaat sunat bayi laki-laki serta kesiapan kondisi si Kecil sebelum prosedur dilakukan. Dengan begitu, orangtua bisa mengambil keputusan yang lebih tepat dan aman.

Berikut Popmama.com rangkum mengenai waktu ideal sunat bayi laki-laki.

1. Waktu ideal sunat bayi laki-laki menurut dokter

Pexels/Daniel Duarte
Pexels/Daniel Duarte

Dalam unggahan video itu, dr. Yusfa menyebut bayi laki-laki boleh langsung disunat setelah dilahirkan. Namun, perlu ada pertimbangan dan diskusi dengan dokter bedah terlebih dahulu.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan WHO menyebutkan bahwa masa neonatal (beberapa hari hingga 4 minggu pertama) adalah waktu yang paling ideal untuk dilakukan sirkumsisi (sunat) pada bayi. 

“Boleh dilakukan hari ke-2 atau ke-3 setelah persalinan tentu pada bayi yang sehat cukup bulan dan beratnya juga cukup,” jelas dr. Yusfa di video tersebut.

Alasan dilakukan di hari ke-2 atau hari ke-3 karena dokter perlu memeriksa dan memantau kondisi bayi terlebih dahulu. Sunat pada bayi laki-laki boleh dilakukan setelah bayi dinyatakan sehat dan tidak ada kelainan bawaan pada penis (seperti hipospadia) atau gangguan pembekuan darah.

2. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyunat bayi laki-laki

Pexels/br prch
Pexels/br prch

Meski sunat pada bayi laki-laki dapat dilakukan sejak hari ke-2 atau ke-3 setelah lahir, prosedur ini tidak bisa diterapkan pada semua bayi. Ditekankan oleh dr. Yusfa bahwa kondisi kesehatan bayi harus benar-benar optimal, seperti lahir cukup bulan (tidak prematur) dan dalam keadaan sehat secara umum.

Selain itu, bayi yang akan disunat juga tidak boleh memiliki kelainan bawaan pada penis maupun gangguan pembekuan darah. Disebutkan bahwa prosedur sunat dapat dilakukan lebih awal apabila tidak ditemukan komplikasi pada bayi sejak lahir.

“Tidak ada komplikasi pada bayi. Itu bisa dilakukan penyunatan segera setelah kelahiran (hari ke-2 atau ke-3)," kata dr. Yusfa.

Apabila bayi lahir prematur, memiliki berat badan rendah, atau mengalami kondisi medis tertentu, tindakan sunat sebaiknya ditunda hingga dinyatakan aman oleh dokter. Oleh karena itu, konsultasi dengan tenaga medis seperti dokter anak atau dokter kandungan sangat dianjurkan agar waktu pelaksanaan sesuai dengan kondisi bayi.

3. Kelebihan sunat bayi laki-laki sejak dini, bisa lebih cepat pulih!

Pexels/BabyBum Photography
Pexels/BabyBum Photography

Sunat yang dilakukan sejak bayi diketahui memiliki sejumlah manfaat. Salah satunya adalah proses tindakan yang cenderung lebih cepat dan sederhana dibandingkan saat anak sudah lebih besar. Hal ini karena jaringan kulit pada bayi masih lebih tipis sehingga prosedur dapat dilakukan dengan lebih minim tindakan.

Berikut adalah alasan sunat bayi laki-laki direkomendasikan:

  • Prosedur lebih cepat dan ringan
  • Risiko pendarahan dan infeksi lebih rendah
  • Luka lebih cepat sembuh 
  • Bayi belum banyak bergerak jadi proses perawatan lebih mudah

Itulah tadi waktu ideal sunat bayi laki-laki. Bisa menjadi bahan pertimbangan nih untuk Mama dan Papa dalam menyunat si Kecil.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More