Penyebab pertama dari bayi menyusu sebentar lalu menangis mungkin terletak pada ASI Mama sendiri.
Dalam kondisi ini, setidaknya ada dua kemungkinan penyebab yang terjadi, yakni aliran ASI Mama terlalu deras atau aliran terlalu lambat.
Aliran ASI terlalu deras atau dikenal juga dengan hyperlactation adalah kondisi ketika Mama memproduksi ASI dalam jumlah yang banyak. Kondisi ini memicu ASI keluar lebih deras.
Dilansir dari Cleveland Clinic, aliran ASI yang terlalu deras bisa membuat bayi tidak nyaman saat menyusu. Si Kecil bisa menjauh dari puting dan menangis karena derasnya aliran membuat sesi menyusu menjadi tidak nyaman.
Tak hanya itu, saat aliran ASI terlalu lambat pun bisa membuat bayi menyusu hanya sebentar lalu menangis, terutama ketika sedang merasa sangat lapar.
Pada awalnya, mungkin bayi sudah mulai menyusu. Namun, setelah bayi menyadari ASI yang keluar terlalu sedikit, si Kecil akan menjauh dari payudara.
Sesi menyusu dan pemenuhan rasa lapar yang tertunda karena ASI terlalu lambat keluar membuat bayi frustasi dan menangis sebagai bentuk frustasinya.