Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Kepala Bayi Lonjong? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Magnific.com/jcomp
  • Kepala bayi yang tampak lonjong cukup umum terjadi akibat ruang rahim terbatas, tekanan selama persalinan, atau tekanan berulang pada area tertentu karena tengkorak masih lentur.
  • Bentuk kepala biasanya dapat berubah seiring pertumbuhan dengan mengubah posisi kepala, lebih sering menggendong, serta tummy time saat bayi terjaga dan diawasi.
  • Konsultasikan ke dokter jika bentuk kepala tidak biasa, bayi mengalami kejang atau sulit makan, maupun pertumbuhan lingkar kepala terlalu cepat atau lambat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bentuk kepala bayi yang tampak lonjong dapat terjadi sementara akibat tekanan atau posisi tertentu, dan dapat berubah seiring pertumbuhan.
  • Who?
    Bayi baru lahir dengan bentuk kepala lonjong serta orang tua yang memantau perubahan bentuk kepala dan pertumbuhan lingkar kepalanya.
  • Where?
    Kondisi dapat terbentuk di dalam rahim, saat bayi melewati jalan lahir, atau ketika kepala bayi mendapat tekanan pada bagian tertentu.
  • When?
    Kondisi dapat terlihat setelah kelahiran, terutama setelah proses persalinan atau saat bayi sering bertumpu pada sisi kepala yang sama.
  • Why?
    Ruang rahim terbatas, tekanan selama persalinan termasuk penggunaan forsep atau vakum, serta tengkorak bayi yang masih lentur dapat menyebabkan kepala tampak lonjong.
  • How?
    Posisi kepala dapat diubah berkala, bayi lebih sering digendong, dan tummy time dilakukan saat bayi terjaga dalam pengawasan. Dokter perlu dikonsultasikan bila ada kejang, sulit makan, atau pertumbuhan lingkar kepala tidak normal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kepala bayi bisa terlihat lonjong karena ruang di perut ibu sempit, ditekan saat lahir, atau sering menempel di satu sisi. Kepala bayi masih lembut, jadi bentuknya bisa berubah saat tumbuh. Orangtua bisa mengubah posisi kepala, menggendong bayi, dan tummy time. Kalau bayi kejang, susah makan, atau kepalanya aneh, perlu ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kelahiran anak merupakan momen yang membahagiakan sekaligus penuh perhatian bagi setiap orangtua.

Setelah si Kecil lahir, Mama dan Papa tentu akan memperhatikan setiap bagian tubuhnya, termasuk bentuk kepala yang terkadang terlihat lonjong. 

Kondisi tersebut cukup umum dan bisa terjadi karena berbagai faktor. Lantas, apa saja penyebab bentuk kepala bayi lonjong dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasan Popmama.com berikut ini!

Penyebab Kepala Lonjong pada Bayi

Magnific.com/jcomp

Melansir Mayo Clinic, beberapa kondisi berikut dapat membuat bentuk kepala bayi tampak lonjong:

  1. Ruang rahim terbatas
    Ruang rahim yang sempit, seperti pada kehamilan kembar, dapat memengaruhi bentuk kepala bayi.

  2. Proses persalinan
    Tekanan saat melewati jalan lahir, terutama dengan bantuan forsep atau vakum, dapat mengubah bentuk kepala bayi sementara.

  3. Tekanan pada bagian tertentu
    Tengkorak bayi yang masih lentur membuat tekanan pada area tertentu dapat menyebabkan bentuk kepala tampak asimetris.

Cara Mengatasi Kepala Lonjong pada Bayi

Magnific.com/jcomp

Mama tak perlu khawatir, bentuk kepala bayi yang tampak lonjong dapat berubah seiring pertumbuhan.

Mengutip dari Healthline, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu memperbaiki bentuk kepala si Kecil:

  1. Ubah posisi kepala secara berkala
    Ganti arah kepala atau posisi mainan agar si Kecil tidak terus bertumpu pada sisi yang sama.

  2. Lebih sering menggendong
    Menggendong atau menggunakan baby carrier dapat membantu mengurangi tekanan pada bagian belakang kepala bayi.

  3. Rutin melakukan tummy time
    Lakukan tummy time beberapa kali sehari saat bayi terjaga dan dalam pengawasan untuk membantu memperkuat otot leher dan punggung.

Kapan Harus ke Dokter?

Pexels.com/Sunvani Hoàng

Perhatikan kondisi si Kecil bila bentuk kepalanya tampak tidak biasa atau muncul gejala seperti kejang dan sulit makan.

Mama juga perlu berkonsultasi dengan dokter bila pertumbuhan lingkar kepala si Kecil berlangsung terlalu cepat atau justru lebih lambat dari seharusnya.

Dengan pemeriksaan yang tepat, Mama bisa mengetahui kondisi kepala si Kecil sekaligus mendapatkan penanganan sesuai kebutuhannya.

Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter bila Mama menemukan perubahan yang membuat khawatir, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article