Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Kepala Bayi Panas tapi Tidak Demam? Ini Penyebabnya
Pexels/Nothing Ahead
  • Kepala bayi yang terasa panas tidak selalu menandakan demam, terutama jika suhu tubuh bayi mama masih normal saat diukur dengan termometer.

  • Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti pakaian terlalu tebal, tumbuh gigi, terlalu aktif, menangis lama, atau suhu lingkungan yang panas.

  • Orangtua perlu tetap memantau kondisi bayi. Selain itu, segera berkonsultasi dengan dokter jika muncul gejala lain, seperti lemas, dehidrasi, sulit ditenangkan, atau suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kepala bayi dapat terasa hangat meski termometer menunjukkan suhu normal, sehingga tidak tergolong demam. Demam pada bayi ditandai suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius.
  • Who?
    Bayi, terutama yang sistem pengaturan suhu tubuhnya belum berkembang sempurna, serta orang tua yang memantau kondisi dan suhu tubuh bayi.
  • Where?
    Kondisi ini dapat terjadi di rumah, kamar bayi, dalam mobil, atau lingkungan lain dengan suhu panas, ventilasi kurang baik, dan paparan sinar matahari.
  • When?
    Kepala bayi dapat terasa hangat saat memakai pakaian berlapis, menangis lama, aktif bergerak, terlalu bersemangat, tumbuh gigi, atau berada pada cuaca panas.
  • Why?
    Sistem termoregulasi bayi belum sempurna; lemak tubuh masih sedikit, kadar air lebih banyak, dan kelenjar keringat belum optimal. Panas juga dapat terperangkap oleh pakaian atau selimut tebal.
  • How?
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kepala bayi bisa terasa hangat walau ia tidak demam. Tubuh bayi masih belajar mengatur panas. Ia mungkin memakai baju terlalu tebal, menangis lama, tumbuh gigi, atau sangat aktif. Mama dan Papa bisa cek dengan termometer, kurangi baju, dan beri ASI. Kalau suhu lebih dari 38 derajat atau bayi lemas, bawa ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat menggendong si Kecil, tiba-tiba Mama merasakan kepalanya terasa hangat sekali di telapak tangan, yang membuat Mama panik dengan kondisi tersebut.

Refleks pertama biasanya langsung meraih termometer untuk memeriksa suhunya, tetapi ternyata angkanya normal-normal saja. Situasi seperti ini memang sering bikin Mama bingung sekaligus khawatir.

Tenang, Ma. Kepala bayi yang terasa panas padahal tidak demam sebenarnya cukup umum terjadi dan biasanya bukan tanda bahaya. Ada beberapa alasan di balik si Kecil panas tetapi tidak demam.

Daripada Mama semakin bingung dengan kondisi yang dialami si Kecil, berikut Popmama.com mengulas tentang kenapa kepala bayi panas tapi tidak demam? Yuk, simak sampai habis!

Kenapa Kepala Bayi Terasa Panas tetapi Tidak Demam?

Pexels/Huynh Van

Menurut Ujala Cygnus Hospital, tubuh si Kecil belum bisa mengatur suhu senyaman orang dewasa karena sistem termoregulasi belum berkembang sempurna.

Lemak tubuhnya masih sedikit, kadar airnya lebih banyak, dan kelenjar keringatnya pun belum bekerja optimal, sehingga suhu tubuhnya menjadi lebih mudah naik-turun dibandingkan dengan suhu ruangan atau paparan di sekitarnya.

Dikutip dari Mom Junction, saat dahi bayi terasa hangat namun bagian tubuh lain terasa normal, Mama tidak perlu cemas berlebihan, karena sistem pengatur suhu pada bayi memang belum sempurna, sehingga hal semacam ini termasuk wajar terjadi.

Perlu diketahui juga, bayi baru dikatakan demam jika suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celsius atau 100,4 derajat Fahrenheit saat diukur dengan termometer.

Jadi, kalau kepala si Kecil hangat tapi angka di termometer normal, itu artinya bukan demam, melainkan reaksi alami tubuhnya terhadap berbagai faktor di sekitarnya.

Penyebab Bayi Panas Tanpa Demam

Pexels/Antoni Shkraba

Ada banyak hal sederhana yang bisa membuat kepala si Kecil terasa hangat meski suhu tubuhnya baik-baik saja. Berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemui.

  • Terlalu banyak lapisan pakaian.
    Melansir Medicine Net, pakaian berlapis membuat panas tubuh terperangkap sehingga suhu badan bayi mama pun ikut naik, apalagi jika dipakaikan topi atau selimut tebal.

  • Sedang tumbuh gigi.
    Menurut Medicine Net, rasa cemas serta rewel saat tumbuh gigi bisa membuat bagian kepala terasa lebih hangat, meski ini bukan demam sungguhan.

  • Kepanasan atau terlalu bersemangat.
    Mengutip Ujala Cygnus Hospital, si Kecil yang sedang aktif bergerak atau kegirangan bisa mengalami peningkatan sirkulasi darah yang membuat kepalanya terasa hangat.

  • Menangis dalam waktu lama.
    Mengutip Mom Junction, tangisan berkepanjangan dapat memicu perubahan biokimia tubuh yang meningkatkan suhu, terutama di area kepala.

Cara Mencegah Bayi Panas tapi Tidak Demam

Pexels/HÂN NGUYỄN

Daripada menunggu kepala si Kecil kepanasan, Mama bisa melakukan beberapa langkah pencegahan sederhana berikut ini.

  • Sesuaikan suhu ruangan.
    Dikutip dari Medicine Net, menjaga suhu kamar si Kecil di kisaran 20–22 derajat Celsius (68–72 derajat Fahrenheit) sepanjang tahun agar tubuhnya tidak mudah kepanasan.

  • Pilih pakaian berbahan ringan dan menyerap keringat.
    Dilansir dari Mom Junction, Mama disarankan untuk memilihkan bahan katun yang adem dan menghindari lapisan berlebih, terutama saat cuaca panas atau di dalam mobil.

  • Pastikan ventilasi kamar baik.
    Sirkulasi udara yang lancar membantu menjaga suhu tubuh si Kecil tetap stabil, baik siang maupun malam hari.

  • Hindari paparan matahari di jam puncak.
    Dikutip dari Medicine Net, Mama dianjurkan untuk menghindari aktivitas luar ruangan antara pukul 11 siang hingga 5 sore saat sinar matahari sedang terik-teriknya.

Apa yang Harus Orangtua Lakukan saat Bayi Panas tanpa Demam?

Pexels/Nataliya Vaitkevich

Kalau kepala si Kecil sudah terlanjur terasa hangat, Mama dan Papa tidak perlu panik. Ada beberapa langkah yang bisa segera dilakukan.

  • Ukur suhu tubuh dengan termometer.
    Menurut Mom Junction, Mama disarankan untuk memastikan dahulu apakah suhu tubuh si Kecil benar-benar di atas 38 derajat Celsius sebelum mengambil tindakan lain.

  • Longgarkan atau kurangi pakaian.
    Jika kepalanya hangat karena kepanasan, lepas satu lapis pakaian atau selimut agar panas tubuhnya bisa keluar dengan lebih mudah.

  • Tenangkan si Kecil.
    Mengutip Medicine Net, Mama disarankan untuk menenangkan bayi yang menangis atau terlalu bersemangat dengan pelukan, dekapan, atau senandung lembut agar suhu tubuhnya berangsur turun.

  • Beri ASI atau cairan lebih sering.
    Menjaga si Kecil tetap terhidrasi, terutama saat cuaca panas, membantu mencegah tubuhnya semakin kepanasan, seperti dikutip dari Mom Junction.

Kapan Harus Dibawa ke Dokter?

Pexels/Jonathan Borba

Meski umumnya tidak berbahaya, ada kondisi tertentu yang membuat Mama sebaiknya tidak menunda pemeriksaan ke dokter.

  • Usia di bawah 3 bulan.
    Melansir Mom Junction, Mama disarankan untuk segera memeriksakan si Kecil ke dokter jika usianya masih di bawah 3 bulan dan kepalanya terus-menerus terasa panas.

  • Disertai tanda dehidrasi atau infeksi.
    Waspadai gejala seperti muntah, diare, jarang buang air kecil, atau tubuh yang lemas, karena ini bisa menandakan kondisi yang perlu penanganan medis.

  • Rewel dan tidak kunjung membaik.
    Jika si Kecil tetap gelisah, sulit ditenangkan, atau kepalanya masih panas meski sudah diberi pakaian tipis dan ruangan sejuk, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak.

  • Muncul gejala tambahan yang mengkhawatirkan.
    Mengutip Ujala Cygnus Hospital, Mama disarankan untuk waspada bila si Kecil tampak sangat tidak nyaman, kurang responsif, atau kondisinya tidak membaik meski sudah dicoba berbagai cara di rumah.

Nah, itulah pembahasan mengenai kenapa kepala bayi panas tapi tidak demam? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article