Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Bayi Susah Tidur? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

Kenapa Bayi Susah Tidur? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya
Pexels.com/Duy Nguyen
  • Pada usia 0–3 bulan, bayi dapat sulit tidur telentang, tertukar siang-malam, atau sering bangun menyusu; tidur telentang tetap dianjurkan dan pola tidur perlu dibantu konsisten.
  • Usia 4–5 bulan dapat mengalami sleep regression serta perubahan tidur siang. Rutinitas sebelum tidur dan kecukupan tidur siang membantu bayi beradaptasi dengan perubahan perkembangan.
  • Mulai usia 6 bulan, gangguan tidur bisa terkait ketergantungan bantuan tidur, menyusu malam, bangun dini, atau tumbuh gigi; penyesuaian rutinitas dan konsultasi dokter dianjurkan bila diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jika si Kecil tidak bisa tidur terus-menerus, tentu Mama khawatir, terlebih jika hal ini terjadi hampir setiap malam.

Padahal, tidur merupakan salah satu kebutuhan penting bagi bayi untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Agar Mama dan si Kecil bisa kembali tidur dengan nyaman,

Berikut penjelasan kenapa bayi susah tidur yang telah Popmama.com lansir dari What to Expect. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, Ma!

  1. Bayi Usia 0-3 Bulan

    Bayi Usia 0-3 Bulan
    Pexels.com/Dream_ maKkerzz

    1. Sulit tidur telentang
    Bayi mungkin rewel atau sulit tenang saat dibaringkan telentang.

    Meski tidur tengkurap terasa lebih nyaman bagi sebagian bayi, posisi ini justru meningkatkan risiko SIDS (sudden infant death syndrome). Karena itu, bayi tetap dianjurkan tidur telentang.

    Cara mengatasinya:
    Jika si Kecil sulit tidur telentang, konsultasikan dengan dokter untuk memastikan tidak ada masalah fisik. Mama juga bisa mencoba membedong bayi dengan aman atau memberikan empeng sebelum tidur. Hindari alat pengatur posisi tidur dan terapkan rutinitas tidur yang konsisten agar bayi perlahan terbiasa.

    2. Tertukar siang dan malam
    Bayi baru lahir belum memiliki pola tidur yang teratur sehingga bisa tidur lebih lama pada siang hari dan terjaga di malam hari.

    Cara mengatasinya:
    Bantu bayi mengenali waktu siang dan malam. Batasi tidur siang hingga sekitar tiga jam, buat kamar lebih terang pada siang hari, dan ciptakan suasana yang tenang serta gelap saat malam.

    3. Sering terbangun untuk menyusu
    Pada usia 2–3 bulan, bayi masih mungkin terbangun satu hingga dua kali untuk menyusu di malam hari. Namun, jika si Kecil terus terbangun setiap dua jam, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kebutuhan menyusunya.

    Cara mengatasinya:
    Pastikan bayi mendapatkan cukup ASI atau susu pada siang hari. Jika dokter sudah mengizinkan, Mama dapat memperpanjang jarak waktu menyusu di malam hari secara bertahap.

  2. Bayi Usia 4-5 Bulan

    Bayi Usia 4-5 Bulan
    Pexels.com/Luu An

    1. Mengalami sleep regression
    Di usia 4 bulan, pola tidur bayi bisa berubah. Si Kecil yang sebelumnya mudah tidur mungkin tiba-tiba sulit terlelap, lebih sering terbangun, atau menolak waktu tidur. Kondisi ini dikenal sebagai sleep regression dan umumnya bersifat sementara.

    Cara mengatasinya:
    Tetap terapkan rutinitas sebelum tidur, seperti mandi, menyusu, membaca buku, atau menyanyikan lagu pengantar tidur. Pastikan juga bayi cukup tidur pada siang hari agar tidak terlalu lelah saat malam. Setelah terbiasa dengan perubahan perkembangan barunya, pola tidur bayi biasanya akan kembali membaik.

    2. Perubahan jadwal tidur siang
    Seiring bertambahnya usia, bayi mulai mengurangi waktu tidur siangnya. Namun, jika si Kecil justru menjadi lebih rewel atau sulit tidur pada malam hari setelah tidur siangnya berkurang, bisa jadi ia terlalu lelah.

    Cara mengatasinya:
    Buat rutinitas singkat sebelum tidur siang, seperti memutar musik lembut, memberikan pijatan, atau membacakan cerita. Lakukan secara konsisten agar bayi perlahan terbiasa dengan jadwal tidur barunya.

  3. Bayi Usia 6 Bulan ke Atas

    Bayi Usia 6 Bulan ke Atas
    Pexels.com/Maleen Fotograpia

    1. Belum bisa tidur secara mandiri
    Bayi yang selalu membutuhkan ASI, susu, gendongan, atau ayunan untuk tertidur mungkin belum terbiasa menenangkan dirinya sendiri saat mengantuk atau terbangun di malam hari.

    Cara mengatasinya:
    Berikan susu sekitar 30 menit sebelum tidur, lalu letakkan bayi di tempat tidurnya saat sudah mengantuk tetapi belum terlelap. Lakukan rutinitas yang konsisten agar si Kecil perlahan belajar tidur sendiri.

    2. Masih sering terbangun untuk menyusu
    Setelah usia 6 bulan, sebagian bayi sudah tidak membutuhkan menyusu di tengah malam. Namun, kebiasaan menyusu atau digendong setiap kali terbangun bisa membuat bayi sulit kembali tidur tanpa bantuan Mama.

    Cara mengatasinya:
    Bantu bayi belajar menenangkan diri dan kembali tidur secara mandiri. Jika ingin mengurangi atau menghentikan menyusu di malam hari, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak.

    3. Bangun terlalu pagi
    Si Kecil mungkin terbangun sebelum waktunya dan sulit kembali tidur. Jadwal tidur siang atau waktu tidur malam yang kurang sesuai bisa menjadi salah satu penyebabnya.

    Cara mengatasinya:
    Coba sesuaikan jadwal tidur siang dan waktu tidur malam bayi. Pastikan kamar tetap gelap, tenang, dan minim suara agar si Kecil tidak mudah terbangun.

    4. Tidur terganggu karena tumbuh gigi
    Rasa tidak nyaman pada gusi saat tumbuh gigi dapat membuat bayi lebih rewel dan sering terbangun pada malam hari. Biasanya, kondisi ini disertai tanda seperti banyak mengeluarkan air liur, gemar menggigit, atau lebih rewel saat makan.

    Cara mengatasinya:
    Berikan teether dan tenangkan si Kecil dengan suara lembut atau tepukan ringan. Jika nyeri terasa mengganggu, konsultasikan dengan dokter mengenai pereda nyeri yang aman sesuai usia bayi.

    Itu dia beberapa penyebab kenapa bayi susah tidur berdasarkan usianya.

    Dengan mengenali penyebabnya, Mama bisa membantu si Kecil mendapatkan waktu istirahat yang lebih nyaman dan berkualitas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More