Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bolehkah Bayi Makan Cokelat? Ini yang Perlu Mama Ketahui

Bolehkah Bayi Makan Cokelat? Ini yang Perlu Mama Ketahui
magnific/pressfoto
  • Cokelat sebaiknya tidak buru-buru dikenalkan saat MPASI, karena makanan bayi perlu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi untuk mendukung tumbuh kembang.
  • Produk olahan cokelat dapat mengandung gula tambahan dan bahan lain; WHO menyarankan anak usia 6–23 bulan menghindari makanan tinggi gula, garam, serta lemak trans.
  • Menu MPASI perlu mengutamakan sayur, buah, protein, produk susu tanpa gula tambahan, dan biji-bijian karena lebih kaya nutrisi dibanding cokelat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat melihat si Kecil mulai tertarik dengan makanan yang disantap orang di sekitarnya, Mama mungkin ingin mengenalkan berbagai rasa, termasuk cokelat.

Namun, makanan yang terlihat aman untuk orang dewasa belum tentu cocok diberikan kepada bayi.

Sebelum sang Bayi mencicipinya, Mama perlu mengetahui beberapa hal agar pemberiannya tetap sesuai.

Jadi, bolehkah bayi makan cokelat? Berikut Popmama.com akan membagikan informasi lengkapnya di bawah!

  1. 1. Bolehkah bayi makan cokelat?

    Bolehkah Bayi Makan Cokelat? Ini yang Perlu Mama Ketahui
    earlyadvantagedcc.com

    Melansir BabyCenter, cokelat sebaiknya tidak menjadi makanan yang buru-buru dikenalkan kepada si Kecil.

    Pada masa MPASI, makanan yang diberikan perlu lebih dulu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi untuk mendukung tumbuh kembang.

    MPASI sebaiknya mulai diberikan sekitar usia 6 bulan dengan pilihan makanan yang beragam, aman, dan kaya nutrisi.

    Oleh karena itu, Mama perlu mempertimbangkan jenis makanan yang diberikan sebelum menambahkan cokelat ke dalam menu sang Bayi.

  2. 2. Cek kandungan sebelum memberikan

    Bolehkah Bayi Makan Cokelat? Ini yang Perlu Mama Ketahui
    unsplash.com/Camila Mofsovich

    Tidak semua cokelat memiliki komposisi yang sama. Produk olahan cokelat dapat mengandung gula tambahan dan bahan lain yang membuatnya kurang ideal untuk menjadi bagian dari pola makan si Kecil.

    World Health Organization (WHO) dalam panduan MPASI merekomendasikan anak usia 6–23 bulan menghindari makanan tinggi gula, garam, dan lemak trans.

    Jadi, Mama sebaiknya tidak hanya melihat rasa atau bentuk cokelat, tetapi juga memperhatikan kandungannya.

  3. 3. Utamakan makanan kaya nutrisi

    Bolehkah Bayi Makan Cokelat? Ini yang Perlu Mama Ketahui
    freepik.com

    Saat MPASI, si Kecil membutuhkan makanan yang beragam dan kaya zat gizi untuk mendukung tumbuh kembangnya. 

    CDC merekomendasikan bayi mendapatkan berbagai jenis makanan, seperti sayur, buah, sumber protein, produk susu tanpa gula tambahan, dan biji-bijian.

    Mama sebaiknya mengutamakan makanan bernutrisi dalam menu sang Bayi. Cokelat tidak perlu menjadi pilihan utama karena masih banyak makanan lain yang lebih kaya zat gizi.

    Nah, itu dia informasi tentang bolehkah bayi makan cokelat. Semoga tulisan ini bisa  menambah informasi, ya, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More