TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Ingrown Toenail pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jangan anggap remeh, ingrown toenail bisa menyebabkan infeksi jika tidak segera diobati

7 Agustus 2022

Ingrown Toenail Bayi Penyebab Cara Mengatasinya
Pixabay/Erin Alder

Menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh si Kecil merupakan hal yang penting untuk diperhatikan para orangtua, bahkan dari yang kecil sekalipun. Termasuk kesehatan dan kebersihan pada kuku bayi. Pasalnya, jika tidak dirawat dengan baik, kuku bayi juga bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Salah satu masalah pada kuku bayi adalah ingrown toenail atau kuku kaki tumbuh ke dalam. Jika dibiarkan, kuku bayi yang tumbuh ke dalam dapat berujung menjadi infeksi yang membuat si Kecil kesakitan.

Nah, kali ini Popmama.com akan membahas mengenai ingrown toenail pada bayi, penyebab dan cara mengatasinya. Langsung saja simak informasinya ya, Ma!

1. Apa itu ingrown toenail?

1. Apa itu ingrown toenail
Pixabay/tung256

Setiap kuku kaki dan kuku tangan dikelilingi oleh kulit yang lembut. Normalnya, kuku tumbuh di atas kulit yang mengelilinginya.

Namun, ada kondisi bernama ingrown toenail di mana kuku kaki, umumnya kuku jempol kaki yang tumbuh ke dalam. Tetapi, kondisi ini juga bisa terjadi di kuku mana pun. 

Kuku kaki yang tumbuh ke dalam sangat umum terjadi kepada orang di segala usia, termasuk bayi.

2. Ciri-ciri bayi mengalami ingrown toenail

2. Ciri-ciri bayi mengalami ingrown toenail
Pexels/ANTONI SHKRABA

Hampir sama seperti orang dewasa, kuku kaki bayi yang tumbuh ke dalam juga akan menunjukkan gejala. Berikut adalah ciri-ciri bayi memiliki kondisi ingrown toenail:

  • Terdapat kemerahan dan pembengkakan di area kuku yang tumbuh ke dalam.

  • Terasa sakit dan nyeri di sekitar kuku kaki, terutama saat disentuh.

  • Terdapat nanah atau cairan kuning di area kuku jari kaki yang tumbuh ke dalam.

  • Rasa nyeri tertekan saat memakai sepatu.

Bayi mungkin belum bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan saat mengalami ingrown toenail. Namun, karena terasa sakit, bayi mungkin akan rewel dan menangis ketika jarinya tak sengaja tersentuh dan ditekan, atau saat dipakaikan kaus kaki dan sepatu.

Editors' Picks

3. Penyebab bayi mengalami ingrown toenail

3. Penyebab bayi mengalami ingrown toenail
Pexels/Pixabay

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan bayi mengalami ingrown toenail. Berikut ini adalah beberapa penyebab kuku kaki yang tumbuh ke dalam:

  • Kuku kaki sangat tajam sehingga menusuk ke dalam kulit.

  • Ujung kuku terus tumbuh lebih dalam ke kulit jari kaki.

  • Kuku kaki dipotong terlalu pendek atau bentuk ujungnya membulat.

  • Memakai sepatu yang ukurannya terlalu kecil atau kesempitan.

4. Cara mengobati ingrown toenail pada bayi

4. Cara mengobati ingrown toenail bayi
Pexels/Ksenia Chernaya

Selama kuku jari bayi tidak mengeluarkan nanah, Mama bisa mengobatinya sendiri di rumah. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Mama lakukan untuk mengobati ingrown toenail pada bayi:

  • Rendam jari-jari kaki bayi dalam air sabun hangat selama 20 menit. Lakukan sebanyak dua kali sehari.

  • Saat direndam air hangat, pijat area yang bengkak di sekitar kutikula dengan lembut dan perlahan.

  • Pijat dengan lembut kuku ke arah atas dan keluar dari kutikula.

  • Setelah 20 menit, keringkan kaki bayi hingga benar-benar kering.

  • Gunakan krim antibiotik yang dijual bebas dan aman untuk bayi di area kuku yang mengalami ingrown toenail untuk membantu mencegah dan mengobati infeksi.

5. Cara mencegah bayi mengalami ingrown toenail

5. Cara mencegah bayi mengalami ingrown toenail
Pexels/Ksenia Chernaya

Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati, alangkah baiknya Mama juga mengetahui perawatan kuku kaki bayi agar terhindari dari kondisi ingrown toenail.

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat membantu mencegah kuku jari kaki tumbuh ke dalam:

  • Jangan pakaikan bayi sepatu yang terlalu sempit.

  • Potong kuku bayi dengan rutin, tetapi jangan terlalu sering. Cukup setiap 1 atau 2 minggu tergantung pertumbuhan kuku bayi.

  • Jangan potong kuku bayi terlalu pendek atau terlalu dekat dengan kulit.

  • Sebaiknya gunakan nail clipper khusus bayi, dibandingkan dengan gunting kuku biasa.

  • Potong kuku kaki bayi secara lurus, bukan melengkung.

  • Kikir dengan lembut jika ada kuku bayi yang tajam.

6. Apa yang terjadi jika kondisi ingrown toenail diabaikan?

6. Apa terjadi jika kondisi ingrown toenail diabaikan
Pixabay/Myléne

Jika tidak segera diobati, kondisi kuku tumbuh ke dalam tentunya akan terasa sakit dan tidak nyaman untuk si Kecil. Selain itu, jika dibiarkan, kuku yang tumbuh ke dalam juga dapat menyebabkan infeksi. 

Infeksi bisa menjadi masalah serius, apalagi jika bayi memiliki kondisi kesehatan lain yang semakin memperburuk kondisinya.

7. Kapan harus membawa bayi ke dokter?

7. Kapan harus membawa bayi ke dokter
Freepik/Drazen Zigic

Sebaiknya Mama segera membawa si Kecil ke dokter jika kuku jari kaki bayi yang tumbuh ke dalam mengalami infeksi. Infeksi bisa ditandai dengan jari kaki merah, bengkak, terasa lembut saat disentuh, dan yang paling parah adalah tampak mengeluarkan nanah.

Dokter biasanya akan mengangkat bagian kuku bayi yang tumbuh ke dalam dan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi.

Jika kemudian bayi mengalami demam, kemerahan di area kuku kaki tampak menyebar ke area luar jari kaki, dan kondisinya tidak kunjung membaik setelah seminggu diobati, sebaiknya segera kembali hubungi dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Demikianlah informasi seputar ingrown toenail pada bayi, penyebab dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk