Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Mengenal Jenis Karakter Bayi dari Kebiasaan Sehari-hari

Mengenal Jenis Karakter Bayi dari Kebiasaan Sehari-hari
ilustrasi seorang bayi dengan mainan bonekanya (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kebiasaan bayi sejak dini dapat membantu orangtua mengenali kecenderungan karakter, sementara lingkungan dan pola asuh berperan mengarahkan perkembangannya secara positif.
  • Bayi yang gemar berinteraksi cenderung ramah, sedangkan yang aktif mengeksplorasi dikaitkan dengan semangat menghadapi tantangan dan perlu penyaluran energi positif.
  • Bayi yang lambat beradaptasi membutuhkan persiapan lingkungan baru, sementara bayi sensitif dan mudah rewel perlu pendekatan lembut, ruang sendiri, serta belajar mengendalikan emosi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lingkungan sekitar anak sangat memengaruhi bagaimana mereka berkembang sebagai individu. Untuk itu, peran orangtua dalam mengenali kebiasaan anak sangat penting.

Ada banyak kebiasaan sejak bayi baru lahir yang akan memengaruhi karakternya di masa depan. Penting bagi orangtua untuk mengenali sejak dini agar tumbuh kembang yang maksimal.

Tidak ada karakter yang paling baik atau tepat, yang paling bijak ialah mengenali dan mengarahkan si Kecil ke hal positif sesuai kebiasaannya. Pengasuhan yang tepat akan mendukung karakternya di masa depan menjadi lebih terarah.

Yuk, simak untuk mengenal karakter bayi dari kebiasaan sehari-hari yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Social Butterfly, senang berinteraksi dengan banyak orang

Social Butterfly
ilustrasi cara melindungi bayi dari penyakit saat silaturahmi Lebaran (pexels.com/RDNE Stock project)

Karakter dan kepribadian setiap bayi bisa berbeda-beda, hal ini dapat dilihat dari kebiasaannya sehari-hari. Jika si Kecil memiliki kebiasaan senang berinteraksi, tidak suka ditinggal, dan suka berkomunikasi, tandanya seorang Social Butterfly.

Diketahui social butterfly merupakan istilah yang menggambarkan orang yang sangat ramah, suka bergaul dan punya lingkup pertemanan yang luas. Karakter ini juga dekat dengan kepribadian sanguinis berdasarkan teori psikologi Hippocrates.

Bayi dengan kebiasaan di atas dapat diarahkan untuk banyak diajak keluar rumah atau ke tempat yang ramai karena suka bertemu orang.

Mama dapat merespon positif terhadap apa yang si Kecil lakukan, namun jangan langsung memarahinya jika bertindak salah, melainkan diingatkan secara halus.

2. Active Baby, senang bergerak dan melakukan hal baru

Active Baby
Pexels/Polesie Toys (mainan bayi)

Selanjutnya kebiasaan bayi yang senang bergerak, banyak ‘proyek’ baru setiap harinya, dan suka mengeksplorasi hal baru biasanya dikaitkan dengan tipe kepribadian koleris yang menyukai tantangan dan bertindak dengan cepat.

Bayi dengan kebiasaan ini biasanya akan tumbuh menjadi seorang yang aktif dan tumbuh dengan karakter Active Baby, Ma Bayi dengan karakter ini biasanya penuh semangat dan suka melakukan hal yang seru.

Menyikapi kebiasaan bayi ini dapat dengan mengajarkan kedisiplinan agar mengetahui mana yang baik dan buruk, kemudian hindari untuk memaksakan kehendaknya. Mama juga bisa menyalurkan emosi dan tenaganya pada kegiatan yang positif dan bermanfaat.

3. Slow to Warm Up, biasanya tenang dan pemalu

Slow to Warm Up
Pexels/Ayşegül Akdaş (bayi mengucek mata)

Bayi yang cenderung sensitif dengan lingkungan baru akan tumbuh dengan karakter yang disebut Slow to Warm Up. Si Kecil butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri pada hal-hal baru di sekitarnya karena sensitif terhadap perubahan dan biasanya memilih menarik diri hingga benar-benar nyaman.

Meski demikian, biasanya si Kecil dapat bersikap lebih tenang selama berada dekat di lingkungan dan orang yang membuatnya nyaman. Bayi dengan kebiasaan ini juga dekat dengan kepribadian plegmatis yang tenang, santai, dan cinta damai.

Jika melihat kebiasaan seperti ini pada si Kecil, Mama dapat membantunya mempersiapkan diri saat berada di lingkungan baru.

Mama dapat membantu mengatakan perasaannya setiap ada perubahan, namun jangan memaksanya untuk menjadi pusat perhatian karena memicu si Kecil semakin malu.

4. Sensitive and Moody, rewel dan tidak suka bising

Sensitive and Moody
ilustrasi anak rewel (pexels.com/Jep Gambardella)

Bayi yang sehari-hari terlihat rewel, tidak suka keramaian, dan berubah-ubah suasana hatinya bisa jadi bukan dipengaruhi oleh kondisi sekitarnya, tetapi karena kebiasaan dan sifat nya memang seperti itu.

Karakter Sensitive and Moody juga berkaitan dengan kepribadian melankolis, di mana mereka lebih banyak berpikir, perfeksionis, dan tidak suka diganggu. Si Kecil biasanya juga memiliki empati tinggi yang membuat hatinya mudah tersentuh dan lebih perasa.

Kondisi ini dapat ditanggapi Mama dengan tenang dan banyak menghadapinya dengan cara yang lembut. Ajarkan si Kecil untuk juga mengendalikan emosinya, berikan ia waktu sendiri saat sedang merasa tidak baik.

Kebiasaan yang terlihat sejak bayi ini merupakan sifat-sifat yang dibawa sejak lahir. Namun, Mama dapat mengarahkannya ke arah yang positif dan menerapkan pola asuh yang sesuai dengan karakter si Kecil untuk mendukung tumbuh kembangnya sebagai individu yang baik.

Itu dia penjelasan mengenai karakter bayi yang terbentuk dari kebiasaannya. Bagaimana pendapat Mama?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More