Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa Saja 7 Stimulasi Sensori Bayi? Ini Jenis dan Manfaatnya

4 min read
Apa Saja 7 Stimulasi Sensori Bayi? Ini Jenis dan Manfaatnya
Pexels/Laura Garcia
  • Tumbuh kembang bayi melibatkan tujuh sistem sensori: taktil, auditori, visual, olfaktori, gustatori, vestibular, dan proprioseptif, yang membantu bayi mengenal dunia.
  • Stimulasi dapat dilakukan melalui pijat, tekstur benda, musik lembut, kontak mata, aroma aman, serta pengenalan rasa alami bertahap lewat MPASI.
  • Gerakan lembut, tummy time, merangkak, dan tekanan ringan membantu keseimbangan serta kesadaran tubuh; intensitasnya perlu disesuaikan dengan respons bayi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernahkah Mama memperhatikan si Kecil yang asyik meremas mainan, menoleh saat mendengar suara lonceng, atau tersenyum lebar ketika dipeluk erat? Semua reaksi kecil itu ternyata bukan sekadar tingkah lucu bayi, melainkan bukti bahwa sistem sensorinya sedang aktif bekerja.

Selama ini banyak yang mengira indra manusia hanya ada lima: penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, dan perabaan. 

Padahal, dalam dunia tumbuh kembang anak dikenal istilah sensori integrasi yang melibatkan tujuh sistem sensori sekaligus. Nah, ketujuh sistem inilah yang menjadi pintu masuk bagi si Kecil untuk mengenal dunia.

Supaya Mama dapat membantu mengoptimalkan stimulasi sensori si Kecil, penting untuk mengetahui jenis stimulasinya. Berikut Popmama.com mengulas apa saja 7 stimulasi sensori bayi? Yuk, simak sampai habis!

  1. 1. Taktil (Sentuhan)

    1. Taktil (Sentuhan)
    Pexels/Hannah Barata

    Sensori taktil adalah indra yang memproses rasa dan raba yang diterima melalui kulit. Melansir Keslan Kemenkes, sistem ini berperan penting dalam membantu anak mengenali tekstur benda di sekitarnya.

    Sistem taktil adalah yang terbesar sekaligus yang pertama berkembang, bahkan sejak bayi masih di dalam kandungan. Reseptor sentuhan tersebar di seluruh permukaan kulit si Kecil.

    Mama bisa menstimulasinya lewat pijat lembut, tummy time di atas selimut bertekstur berbeda, atau membiarkan si Kecil meraba benda dengan permukaan halus dan kasar secara bergantian.

    Sentuhan hangat dari Mama saat menyusui atau menggendong juga termasuk stimulasi taktil yang sekaligus mempererat ikatan batin dengan bayi mama.

  2. 2. Auditori (Pendengaran)

    2. Auditori (Pendengaran)
    Pexels/Vaibhav Prakash

    Sensori auditori berfungsi mengidentifikasi volume, nada, dan sumber suara secara langsung. Kemampuan ini membantu si Kecil belajar membedakan suara familiar, seperti suara Mama, dari suara asing.

    Menurut The Inspired Treehouse, memainkan mainan musik atau mengajak anak bermain sambil mendengarkan berbagai bunyi adalah cara sederhana tapi efektif untuk melatih sistem pendengaran.

    Ajak si Kecil bernyanyi, perdengarkan musik lembut, atau goyangkan kerincingan dari berbagai arah agar ia belajar mengenali sumber suara.

    Variasikan intonasi suara Mama saat mengobrol dengannya, sebab telinga bayi mama sangat peka terhadap perubahan nada dan ritme bicara orang terdekatnya.

  3. 3. Visual (Penglihatan)

    3. Visual (Penglihatan)
    Pexels/Jonathan Borba

    Sistem visual membantu si Kecil mengenali objek, menilai jarak, menyadari warna, hingga tingkat cahaya di sekelilingnya. Indra ini berkembang pesat pada bulan-bulan pertama kehidupan.

    Melansir Keslan Kemenkes, mainan atau buku dengan pola kontras tinggi seperti hitam-putih sangat dianjurkan untuk bayi usia 0-6 bulan karena lebih mudah ditangkap penglihatannya yang belum sempurna.

    Kontak mata langsung saat menyusui atau bermain juga jadi stimulasi visual paling alami sekaligus paling disukai bayi mama.

  4. 4. Olfaktori (Penciuman)

    Bersihkan rongga hidung
    Pexels/Eric Moura

    Sensori olfaktori bertugas mengidentifikasi berbagai aroma yang berbeda di lingkungan sekitar. Menurut Keslan Kemenkes, indra ini juga membantu anak belajar mengenali situasi lewat bau yang tercium.

    Reseptor penciuman terhubung langsung dengan pusat emosi di otak, sehingga aroma tertentu bisa memicu perasaan nyaman maupun rasa was-was pada si Kecil.

    Biarkan bayi mama mengenali aroma khas tubuh Mama, aroma ASI, atau wewangian lembut dari bunga dan buah yang aman untuknya.

    Sebaliknya, hindari mengenalkan aroma menyengat seperti parfum tajam atau bahan kimia yang bisa membuatnya tidak nyaman.

  5. 5. Gustatori (Pengecapan)

    5. Gustatori (Pengecapan)
    Pexels/Tri Warno

    Sistem gustatori berperan dalam mendeteksi rasa manis, asin, asam, dan pahit yang tertangkap oleh lidah. Indra ini menjadi bekal penting bagi si Kecil saat mulai mengenal makanan padat.

    Mengutip Keslan Kemenkes, reseptor pengecapan yang tersebar di mulut, lidah, hingga tenggorokan juga membantu anak membedakan mana makanan yang aman dan yang berpotensi berbahaya.

    Kenalkan aneka rasa alami secara bertahap lewat menu MPASI, mulai dari sayur, buah, hingga sumber protein, tanpa tambahan gula atau garam berlebih.

  6. 6. Vestibular (Keseimbangan)

    6. Vestibular (Keseimbangan)
    Pexels/Bill Salazar

    Sensori vestibular menunjukkan posisi tubuh dalam ruang gerak dan gravitasi bumi, sehingga si Kecil bisa menyadari letak tubuhnya sekalipun dalam keadaan gelap. Sistem ini menjadi dasar kemampuan menjaga keseimbangan.

    Melansir Health Board NHS Wales, aktivitas seperti ayunan lembut atau lagu sambil bergerak, memberikan input vestibular yang baik bagi anak.

    Mama bisa mengajak bayi mama berayun perlahan dalam gendongan, bermain naik-turun dengan lembut, atau melakukan tummy time sambil sesekali mengubah posisinya.

    Lakukan secara bertahap dan tetap perhatikan respons si Kecil, sebab stimulasi vestibular yang berlebihan justru bisa membuatnya rewel.

  7. 7. Proprioseptif (Kesadaran Tubuh)

    7. Proprioseptif (Kesadaran Tubuh)
    Pexels/hartono subagio

    Sensori proprioseptif adalah kesadaran tubuh yang memungkinkan si Kecil merasakan posisi serta besaran gaya yang diperlukan saat beraktivitas, seperti dijelaskan oleh Keslan Kemenkes. Input ini berasal dari otot dan persendian.

    Mengutip Health Board NHS Wales, aktivitas proprioseptif umumnya memberi efek menenangkan dan kerap dipadukan dengan stimulasi taktil maupun vestibular.

    Mama bisa mengajak si Kecil merangkak, mendorong bantal empuk, atau menggendongnya erat dengan bedong agar ia merasakan tekanan lembut pada tubuhnya.

    Aktivitas semacam ini juga cocok dilakukan menjelang tidur karena sifatnya yang menenangkan bagi bayi mama.

    Nah, itulah pembahasan mengenai apa saja 7 stimulasi sensori bayi? Jenis stimulasi yang harus Mama bantu untuk tumbuh kembang si Kecil. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More