Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Umur Berapa Bayi Bisa Mulai Sleep Training?

3 min read
Umur Berapa Bayi Bisa Mulai Sleep Training?
Popmama.com/Nafia Mahesa/AI
  • Sleep training umumnya dapat diperkenalkan saat bayi berusia 4–6 bulan, ketika pola tidurnya mulai lebih teratur dan mampu tidur lebih lama pada malam hari.

  • Keberhasilan bergantung pada metode dan respons bayi: Ferber atau cry it out dapat menunjukkan perubahan dalam 3–4 malam, sedangkan metode lain biasanya lebih lama.

  • Proses perlu konsisten sekitar dua minggu, didukung rutinitas tidur 30–45 menit, mengenali tanda mengantuk, serta menidurkan bayi saat mengantuk namun belum tertidur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Si Kecil masih sering terbangun di malam hari dan harus digendong atau ditimang dulu supaya bisa tidur lagi?

Kalau begini, Mama mungkin mulai kepikiran untuk mencoba sleep training agar si Kecil bisa belajar tidur mandiri tanpa selalu membutuhkan bantuan Mama.

Keinginan untuk segera mulai sleep training mungkin dibarengi rasa ragu soal kapan waktu yang untuk melakukan sleep training.

Lantas, kapan bayi bisa mulai sleep training? Yuk, cari tahu jawabannya dalam artikel Popmama.com tentang umur berapa bayi bisa mulai sleep training yang dilansir dari laman What to Expect berikut ini.

  1. Umur Berapa Bayi Bisa Mulai Sleep Training?

    Umur Berapa Bayi Bisa Mulai Sleep Training?
    Pexels/https://kaboompics.com/

    Umumnya, sleep training mulai bisa diperkenalkan saat bayi berusia sekitar 4-6 bulan, Ma.

    Pada rentang usia tersebut, si Kecil biasanya sudah mulai memiliki pola tidur yang lebih teratur dan mampu tidur lebih lama di malam hari tanpa harus selalu terbangun untuk menyusu.

  2. Berapa Lama Sleep Training Dilakukan?

    Berapa Lama Sleep Training Dilakukan?
    Pexels/Alexander Mass

    Mama mungkin bertanya-tanya, kalau sudah mulai sleep training, kira-kira butuh waktu berapa lama sampai si Kecil terbiasa? Jawabannya bisa berbeda-beda, tergantung metode yang dipilih dan bagaimana respons bayi terhadapnya.

    Pada metode seperti Ferber atau cry it out, beberapa bayi mulai menunjukkan perubahan setelah sekitar 3–4 malam. Namun, metode lain seperti bedtime fading, chair method, dan pick up, put down biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama.

    Meski begitu, apa pun metode yang Mama pilih, terapkan secara konsisten selama sekitar dua minggu agar si Kecil punya cukup waktu untuk beradaptasi.

    Kalau belum berhasil, Mama bisa mengevaluasi kembali metode yang digunakan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan si Kecil.

  3. Tips Melakukan Sleep Training

    Tips Melakukan Sleep Training
    Pexels/Helena Lopes

    Setelah memilih metode sleep training yang ingin dicoba, Mama juga perlu memperhatikan beberapa hal agar prosesnya berjalan lebih nyaman untuk si Kecil.

    Berikut beberapa tips yang bisa Mama coba:

    • Biasakan rutinitas sederhana selama 30–45 menit sebelum tidur agar si Kecil tahu bahwa waktunya beristirahat sudah dekat.

    • Pilih waktu yang tepat saat si Kecil sudah terbiasa dengan rutinitas sebelum tidur.

    • Perhatikan tanda mengantuk, seperti menguap, menggosok mata, atau mulai rewel agar Mama bisa langsung menidurkannya sebelum terlalu lelah.

    • Coba taruh bayi di tempat tidurnya saat sudah mengantuk, tetapi belum tertidur agar si Kecil belajar tidur sendiri.

    • Beri waktu sebentar ketika bayi merengek atau menangis agar si Kecil punya kesempatan untuk menenangkan dirinya sendiri.

    • Lakukan rutinitas sebelum tidur dengan tenang dan minim stimulasi agar si Kecil tidak kembali terjaga.

    Itulah penjelasan mengenai umur berapa bayi bisa mulai sleep training. Semoga informasi ini membantu Mama untuk memulai sleep training bayi agar si Kecil semakin mandiri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More