Viral di Media Sosial! Bayi 34 Hari Diberikan Susu Kambing dan Madu

Lalu bagaimana keadaan bayi tersebut?

12 April 2021

Viral Media Sosial Bayi 34 Hari Diberikan Susu Kambing Madu
TikTok/bidankriwil

Air Susu Ibu atau ASI menjadi sumber makanan utama dan terbaik untuk bayi. Dimulai dari usia bayi 0 hingga enam bulan pertama, bayi disarankan diberikan ASI alih-alih diberikan asupan lain.

Meski pemberian ASI eksklusif sudah lama dilakukan oleh sejumlah orangtua, namun tak jarang pula ada beberapa orangtua yang menentang hal tersebut.

Seperti beberapa waktu lalu, video viral yang diunggah pemilik akun bidankriwil memperlihatkan bagaimana seorang mama yang mengaku tidak diperbolehkan memberikan ASI untuk anaknya yang baru berusia 34 hari.

Dalam video tersebut dijelaskan, sang Mama bercerita kejadian ini bermula saat ia mengunjungi mertuanya, lalu sang mertua memintanya untuk membuatkan susu kambing dan madu alih-alih memberikan ASI.

Untuk mengetahui kronologi selengkapnya, berikut Popmama.com telah merangkum kisah bayi 34 hari yang diberikan susu kambing dan madu, dilansir dari video TikTok milik akun bidankriwil. Semoga tidak terulang kembali kejadian seperti ini ya, Ma!

1. Dipaksa agar cepat gemuk

1. Dipaksa agar cepat gemuk
Pexels/Burst

Dalam video yang diunggah akun TikTok bidankriwil, diperlihatkan awal mula kejadiannya ketika seorang Mama yang tak diketahui identitasnya beserta suami dan anaknya tengah mengunjungi kediaman mertuanya.

Saat itu, sang Mama tengah memberikan ASI kepada bayinya yang masih berusia 34 hari. Namun tak lama, mertuanya datang meminta melepaskan pemberian ASI tersebut dengan alasan ingin bermain dengan cucunya.

Saat itulah sang mertua meminta anaknya, Papa dari bayi berusia 34 hari ini untuk membuatkan susu kambing dan madu. Meski sudah dilarang oleh sang Mama, namun Papa dan nenek dari bayi ini justru membiarkan pemberian susu kambing dan madu lantaran ingin membuat sang Bayi gemuk.

Editors' Picks

2. Melarang pemberian susu formula

2. Melarang pemberian susu formula
Freepik

Selain itu, sang Mama juga mengaku bahwa ASI yang keluar cukup sedikit, sehingga beberapa kali mencampurkan ASI dengan susu formula. Namun sang Suami melarang pemberian susu formula pada anaknya.

Suami dan mertuanya beralasan bahwa pemberian susu formula itu haram, sehingga mereka pun mengganti pemberian ASI dan susu formula dengan susu kambing dan madu. Mereka percaya bahwa susu kambing dan madu merupakan produk herbal alami untuk menambah berat badan.

3. Sempat alami diare

3. Sempat alami diare
Freepik/onlyyouqj

Sempat alami shock dan sedih ketika mengetahui suami dan sang mertua memberikan asupan lain kepada anaknya yang baru berusia 34 hari, perempuan tersebut akhirnya berhasil melarikan diri dan beberapa hari kemudian membawa sang Bayi untuk diperiksa ke dokter.

Dalam keterangannya, sang Mama menuliskan, "Alhamdulillah dokter bilang masih bisa diselamatkan. Masih dalam 12 jam di sana. Jika sudah berhari-hari mungkin banyak indikasi nantinya."

Meski sang bayi berhasil diselamatkan, namun Mama dari bayi tersebut mengaku bahwa bayinya sempat alami diare dan BAB yang berbusa akibat pemberian susu kambing dan madu.

Diketahui dari sang Mama, saat ini bayinya yang sudah memasuki usia enam bulan tersebut dalam keadaan sehat dan sudah diberikan MPASI sebagai asupan nutrisi tambahan selain ASI. 

4. Larangan pemberian susu kambing dan madu pada bayi

4. Larangan pemberian susu kambing madu bayi
Freepik/jcomp

Ramainya video yang menunjukkan bayi berusia 34 hari diberikan susu kambing dan madu, membuat seluruh orangtua kembali diimbau untuk memerhatikan asupan nutrisi bayinya. Sebab usia bayi di bawah enam bulan sebaiknya hanya diberikan asupan dari ASI saja, Ma.

Ketika sudah memasuki usia enam bulan, baru bayi bisa diberikan makanan penamping ASI atau MPASI guna menambahkan asupan nutrisi harian sesuai dengan usianya.

Melihat kejadian viral tersebut, perlu diketahui bahwa pemberian susu kambing yang tidak dipasteurisasi pada bayi sangat tidak dianjurkan. Sebab, susu kambing atau hewan mamalia lain masih belum mendapat rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk dikonsumsi bayi.

Masih dilarangnya pemberian susu kambing pada usia bayi terjadi karena anak yang memiliki risiko alergi susu sapi nantinya bisa saja mengakami reaksi silang dengan susu mamalia lain, termasuk kambing.

Selain susu kambing, pemberian madu juga dilarang dikonsumsi oleh anak usia di bawah satu tahun. Hal ini lantaran madu bisa meningkatkan risiko penyakit Botulisme pada bayi atau anak.

Botulisme sendiri adalah toksin yang diproduksi oleh kuman Clostridium Botulinum, kuman yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan pada bayi. Itulah mengapa penggunaan keduanya dilarang untuk bayi berusia di bawah satu tahun.

Dari adanya cerita tentang bayi 34 hari yang diberikan susu kambing dan madu di atas, diharapkan kepada seluruh orangtua untuk lebih memerhatikan asupan nutrisi bayi mereka. Sehingga diharapkan kejadian serupa tidak akan terjadi lagi pada bayi-bayi lainnya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.