Mengapa Sebagian Bayi tidak Keluar Air Mata Saat Menangis?

Apakah bayi mama hanya pura-pura menangis?

25 Mei 2019

Mengapa Sebagian Bayi tidak Keluar Air Mata Saat Menangis
Pexels/ Eduardo Braga

Seringkali para mama menggoda bayinya jika menangis tanpa air mata. Ayo mengaku saja, Mama pernah melakukannya bukan? 

Ternyata, bayi memang bisa menangis tanpa air mata dan jika itu terjadi, ia mungkin mengalami masalah.
Wah, apa yang terjadi ya? Cek apa yang Popmama.com dapat yuk tentang air mata bayi ini.

1. Air mata kering tanda saluran air mata belum sempurna

1. Air mata kering tanda saluran air mata belum sempurna
Commons Wikimedia

Saluran air mata berkembang sesuai usia pertumbuhan bayi. Biasanya, hingga usia bayi 2 bulan, sangatlah wajar jika bayi menangis tanpa air mata. Tanya Remer Altmann, editor buku The Wonder Years: Helping Your Baby and Young Child Successfully Negotiate the Major Developmental Milestones, mengatakan, lama- kelamaan saluran air mata bayi akan sempurna dan bayi mampu mengeluarkan air mata. 

“Hampir pasti, hingga di usia 2 minggu bayi akan menangis tanpa air mata. Itu karena saluran air matanya belum sempurna sehingga saat menangis, air mata tidak keluar. Namun, jika hingga usia 2 bulan belum keluar air mata, mungkin ada masalah dengan si Bayi,” kata Altmann seperti dikutip dari Babycenter.

2. Belum ada yang tahu mengapa saluran bisa tersumbat

2. Belum ada tahu mengapa saluran bisa tersumbat
Pexels/ Julia Lee

Jika setelah usia 2 bulan bayi belum bisa mengeluarkan air mata, bisa dipastikan saluran air matanya tersumbat. Secara medis, tidak bisa dijelaskan apa penyebab saluran air mata bayi ini menjadi tersumbat. Robert Issenman, profesor ilmu kesehatan anak dari McMaster Children’s Hospital di Hamilton, mengatakan sebenarnya, bayi punya air mata namun, karena saluran tersumbat, air mata tidak bisa keluar. 

“Tidak ada yang tahu mengapa hal ini umum terjadi, namun sebenarnya, cara penanganan saluran tersumbat cukup mudah,” kata Issenman yang ditulis Today's Parent.

Editors' Picks

3. Perhatikan ciri saluran air mata tersumbat

3. Perhatikan ciri saluran air mata tersumbat
Pexels/ Alexey Makhinko

Jika bayi menangis tanpa air mata, perhatikan tanda-tanda saluran air matanya yang tersumbat. Lubang saluran air mata ada di bagian sudut dalam mata. Altmann bilang, bayi yang saluran air matanya tersumbat, biasanya mengeluarkan kotoran mata berupa cairan lengket berwarna kuning dari bagian sudut itu.

Dokter anak biasanya akan memberikan resep obat tetes atau salep mata untuk menyembuhkannya. Mama juga bisa memijat lembut sudut mata itu dengan menggunakan kapas bersih yang dicelup air hangat bersih. Pijat dari arah dalam ke luar sudut mata agar kotoran keluar dan saluran air mata semakin terbuka.

4. Bayi tanpa air mata bisa karena sakit

4. Bayi tanpa air mata bisa karena sakit
Commons Wikimedia/ Evan-Amos

Nah, jika bayi mama sudah bisa menangis dengan air mata atau matanya berair saat terkena asap, artinya saluran air matanya sudah terbuka. Namun, jika mendadak kemudian bayi mulai menangis lagi tanpa air mata, bisa jadi ia sakit dan mengalami dehidrasi parah. 

Sakit yang bisa menyebabkan dehidrasi, antara lain diare atau muntah-muntah. Tanda dehidrasi sangat mudah terlihat. Suhu tubuh bayi akan meningkat, ubun-ubun kepalanya melembek, bibir dan lidah kering, dan napasnya berbau, dan ia menangis tanpa air mata. 

Jika tanda dehidrasi terlihat, mama harus segera menolong bayi. Fatal akibatnya jika dehidrasi tidak segera ditangani.

5. Bayi mungkin juga tidak punya saluran air mata 

5. Bayi mungkin juga tidak pu saluran air mata 
Flickr/ daveynin

Jika hingga usia lebih dari 2 bulan, bayi belum bisa menangis dengan air mata, mama harus memeriksakannya ke dokter mata. Bisa jadi, bayi mama tidak punya saluran air mata dan bahkan tidak punya kelenjar air mata. Dokter mata anak akan melakukan prosedur untuk menyembuhkan bayi mama, antara lain operasi kecil untuk membuka saluran air mata. 

Jadi, jangan digoda ya kalau si Bayi belum bisa menangis tanpa air mata. 

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!