5 Cara Aman dan Alami untuk Mengeluarkan Dahak pada Bayi

Mengeluarkan dahak pada bayi tidak sesulit yang dibayangkan

6 Februari 2019

5 Cara Aman Alami Mengeluarkan Dahak Bayi
Pixabay/StockSnap

Musim hujan seperti ini, bayi mama rentan mengalami batuk dan pilek. Repotnya, bayi pilek ia tidak bisa mengeluarkan dahaknya sendiri, misalnya dengan bertahak atau buang ingus. Ia butuh bantuan mama untuk membersihkan saluran pernapasannya.

Dahak adalah lendir yang dikeluarkan tubuh manusia atas reaksi gangguan di saluran pernapasan atas. Dahak muncul jika bayi mengalami pilek atau flu atau karena masalah alergi saluran napas atas. Dahak pada bayi selain dapat mengganggu pernapasannya juga mengganggu proses menelan ASI. Bayi Mama menjadi rewel karena ia merasa tidak nyaman dan belum bisa mengeluarkan dahak tanpa dibantu oleh Mama.

Mengeluarkan dahak pada bayi tidak sesulit yang dibayangkan. Ada beberapa cara untuk mengeluarkan dahak bayi. Simak ulasan Popmama.com berikut ya, Ma.

1. Gunakan alat penyedot khusus

1. Gunakan alat penyedot khusus
youtube.com/boystownhospital

Alat penyedot dahak ini dibuat dari bahan karet yang lentur dan dijual di apotik-apotik. Bisa didapatkan dengan berbagai ukuran dan fitur, namun yang berbentuk standar saja sudah bisa dipakai.

Ini cara pakainya: 

  • Lakukan pada mulut lebih dulu dengan menempatkan ujung alat penyedot ke dalam rongga mulut bayi
  • Jika dahak bayi kental, teteskan 2-3 larutan air garam atau larutan salin siap pakai ke dalam hidung bayi sebelum memasukkan ujung alat penyedot ke dalam hidungnya.
  • Peganglah ujung balon alat penyedot dengan jari telunjuk dan jari tengah. Keluarkan udara dalam balon lebih dulu.
  • Masukkan ujung alat penyedot ke dalam mulut atau hidung secara perlahan dan lepaskan ibu jari yang sebelumnya menekan dasar balon untuk mengeluarkan udara, sehingga dahak dalam mulut atau lendir dalam hidung bayi tersedot.
  • Jika balon alat penghisap tidak mengembang kembali, biasanya ujung alat tersumbat oleh dahak atau lendir yang kental.
  • Buang dahak yang tersedot alat dengan menekan balon alat penyedot dan bersihkan sampai semua dahak keluar dari balon.

Saat membersihkan dahak atau lendir dengan alat penyedot, beri jeda setiap 2 kali penyedotan agar bayi dapat beristirahat ya, Ma. Batasi penyedotan hingga 2-3 sehari agar hidung bayi tidak menjadi lecet dan kering.

2. Uap air panas

2. Uap air panas
youtube.com/raffadanayah

Uap air panas bekerja mirip metode penguapan dengan nebulizer. Namun uap air panas tentu lebih alami dan tidak memakai obat kimia. Caranya pun sangat mudah dan murah. Ini langkahnya:

  • Sediakan baskom berisi air hangat, bisa dicampur dengan beberapa tetes minyak kayu putih maupun tidak.
  • Letakkan baskom tersebut di dekat bayi sehingga ia bisa menghirup uap yang dihasilkan air hangat dalam baskom.
  • Posisikan bayi dalam kondisi tengkurap dengan posisi kepalanya yang lebih rendah daripada tubuhnya.
  • Mama dapat menepuk-nepuk punggungnya guna membantunya mendorong dahak di saluran pernafasannya. Jadi, dahak sudah menjadi lebih encer dan dahaknya juga akan lebih mudah keluar.

Penggunaan nebulizer untuk terapi uap juga harus diperhatikan ya, Ma. Menurut dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, IDAI ingin meluruskan mengenai penggunaan nebulizer. Sejarah terapi inhalasi dengan nebulizer diperuntukkan untuk mengatasi asma saja. Namun bila tetap dilakukan proses penguapan dengan nebulizer , Mama harus memperhatikan obat apakah yang dipakai dalam penguapan tersebut.

Editors' Picks

3. Jemur di bawah matahari

3. Jemur bawah matahari
Flickr/Photogramma1

Saat saluran pernapasan tidak lancar karena dahak, berjemurlah. Sinar hangat matahari dari jam 08-00-09.00 sehat untuk pernapasan dan tulang si Kecil. Kehangatan matahari akan diserap tubuh si Kecil dan mengencerkan dahak sehingga Mama lebih mudah mengeluarkannya. Ini metodenya:

  • Jemurlah bayi di bawah sinar matahari antara pukul 7-8 pagi selama 10 menit.
  • Oleskan minyak telon pada dada dan punggungnya. kemudian tengkurapkan bayi di pangkuan Mama dengan posisi kepala sedikit lebih rendah dari tubuhnya, agar dahak yang encer dapat turun dan keluar dari tenggorokan.
  • Tepuk-tepuk punggung bayi dengan lembut. Dahak yang tidak keluar melalui tenggorokan, biasanya tertelan dan akan dikeluarkan bersama kotoran dan urin.

4. Menidurkan bayi dengan posisi yang berbeda

4. Menidurkan bayi posisi berbeda
goodfreephotos.com/

Apabila biasanya saat tidur posisi kepalanya sejajar dengan badan, maka Mama dapat mengubahnya. Beri bantal pada kepalanya agar posisi kepalanya lebih tinggi. Posisi tersebut membantunya mengatasi hidung tersumbat dan mengeluarkan dahak di saluran pernasafannya.

Selain ini Mama juga bisa memosisikan bayi dengan posisi tengkurap saat tidur, sehingga membantu Mama untuk mengeluarkan dahaknya.  Namun Mama harus memastikan jika posisi tersebut tidak menghalangi hidung dan saluran pernafasannya.

5. Menghangatkan bayi

5. Menghangatkan bayi
Freepik/Wavebreakmediaa

Dahak yang mengental di saluran pernafasannya sering membuat bayi mengalami gelisah. Hawa panas yang dihasilkan tubuhnya dapat membantu dalam mengencerkan dahak dan mengeluarkannya.

Mama memakaikannya baju hangat pada bayi. Selain itu juga bisa memberikan minyak telon. Namun perlu diperhatikan oleh Mama bahwa beberapa bayi juga bisa mengalami alergi akibat minyak telon. Buat ruangan agar tetap hangat, bersih dan cukup steril dari debu untuk mencegah penumpukan dahaknya.

Apabila dahak tidak kunjung hilang dan juga disertai beberapa gejala lain, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Baca juga: Ketahui Manfaat dan Dampak Terapi Uap untuk Pengobatan Anak

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;