Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Ciri-Ciri Bayi Kedinginan yang Mama Wajib Kenali, Apa Saja?

3 min read
5 Ciri-Ciri Bayi Kedinginan yang Mama Wajib Kenali, Apa Saja?
Pexels/Rahul Genie
  • Bayi rentan kedinginan karena belum mampu mengatur suhu tubuh seperti orang dewasa, terutama melalui kepala, tangan, dan kaki yang mudah kehilangan panas.
  • Tanda bayi kedinginan meliputi diam dan lesu, kulit pucat, bersin saat terpapar udara dingin, kulit atau tengkuk terasa dingin, serta rewel tanpa sebab jelas.
  • Penghangatan dilakukan perlahan melalui ruangan hangat, kontak kulit, selimut, topi, dan tambahan pakaian; kulit pucat tanpa ruangan dingin sebaiknya diperiksakan ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bayi belum bisa bicara, tapi tubuhnya sering memberi sinyal saat merasa tidak nyaman, termasuk saat kedinginan. Sayangnya, tanda-tanda ini kerap terlewat karena tidak semencolok yang dibayangkan.

Bayi memang belum bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri seperti orang dewasa. Panas tubuhnya mudah hilang lewat area yang tidak terlindungi, seperti kepala, tangan, dan kaki, sehingga ia jauh lebih rentan kedinginan dibandingkan Mama. 

Nah, sebagai orangtua, pastinya Mama ingin selalu memastikan apakah bayinya kedinginan atau tidak. Untuk menjawab rasa penasaran Mama, berikut Popmama.com membahas 5 ciri-ciri bayi kedinginan, dikutip dari Romper. Yuk, simak sampai habis!

  1. 1. Tampak diam dan lesu

    Tampak diam dan lesu
    Pexels/Sarah Chai

    Ciri pertama yang perlu Mama waspadai adalah saat si Kecil tiba-tiba jadi sangat diam, tidak banyak bergerak, dan terlihat lesu. Kondisi ini termasuk tanda yang cukup serius karena bisa mengarah ke hipotermia. 

    Jika Mama melihat bayi mama tampak lemas seperti ini, segera bawa ke ruangan yang lebih hangat dan lakukan kontak kulit sambil membungkusnya dengan selimut.

  2. 2. Kulit pucat

    Kulit pucat
    Pexels/Анастасия Триббиани

    Selain lesu, kulit si Kecil yang tampak lebih pucat dari biasanya juga bisa jadi pertanda tubuhnya kedinginan, apalagi kalau muncul bersamaan dengan tanda lesu yang sudah dibahas sebelumnya. 

    Mama disarankan untuk menghangatkan bayi secara perlahan, misalnya membungkusnya dengan selimut atau melakukan kontak kulit, lalu memakaikan topi karena kepala adalah area yang paling banyak kehilangan panas. 

    Namun, jika kulit pucat muncul padahal ruangan tidak terlalu dingin, Mama disarankan agar tetap waspada, sebab bisa jadi ada infeksi yang menyertainya, sehingga sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

  3. 3. Bersin-bersin

    Kenapa Bayi Muntah Menyemprot atau Menyembur?
    Pexels/Дмитрий Зайцев

    Jangan buru-buru panik kalau si Kecil tiba-tiba bersin beberapa kali. Bersin pada bayi biasanya justru berkaitan dengan respons hipotalamus, bagian otak yang mengatur suhu tubuh, terhadap udara dingin, bukan tanda pilek atau flu. 

    Itulah sebabnya bayi mama sering bersin saat baju atau popoknya sedang dibuka untuk diganti, karena kulitnya langsung terpapar udara yang lebih sejuk.

    Jadi, selama tidak disertai gejala lain seperti hidung tersumbat atau demam, bersin-bersin ini tergolong wajar dan tidak perlu dikhawatirkan, ya, Ma!

  4. 4. Kulit terasa dingin saat disentuh

    Kulit terasa dingin saat disentuh
    Pexels/Eric Moura

    Ciri paling mudah dikenali adalah saat tangan atau kaki si Kecil terasa dingin ketika disentuh, sebab area ini paling cepat kehilangan panas tubuh dan memang paling sering terbuka tanpa lapisan tambahan. 

    Mama juga bisa mengecek bagian tengkuk bayi mama, sebab jika terasa dingin di sana, itu tanda ia sedang kedinginan, meski tangan dan kakinya sendiri sebenarnya bukan patokan paling akurat. 

    Kalau si Kecil sedang tidur, sentuh kulitnya sesekali untuk memastikan suhunya tetap hangat sepanjang malam, terutama di cuaca yang sedang dingin-dinginnya.

  5. 5. Cerewet tanpa sebab yang jelas

    Cerewet tanpa sebab yang jelas
    Pexels/Polina Smelova

    Di tahap awal kedinginan, si Kecil biasanya akan lebih cerewet dan rewel meski tidak ada yang salah dengannya, seolah-olah ia sedang berusaha memberi tahu Mama lewat caranya sendiri. 

    Mama disarankan untuk menambahkan satu lapis pakaian lebih banyak daripada yang Mama kenakan sendiri. Misalnya, jika Mama memakai baju lengan panjang dan celana panjang, si Kecil mungkin butuh jaket tambahan di atasnya. 

    Begitu suhu tubuhnya kembali nyaman, biasanya rewelnya pun ikut mereda tanpa perlu cara lain untuk menenangkannya. Kalau kelima ciri di atas sudah cukup dikenali, langkah selanjutnya adalah memastikan lingkungan si Kecil tetap nyaman setiap hari. 

    Secara umum, Mama disarankan untuk berada pada suhu ruangan sekitar 22 derajat Celsius sebagai patokan yang nyaman untuk bayi mama, meski tiap bayi bisa saja butuh penyesuaian lebih hangat atau lebih sejuk tergantung kondisinya. 

    Nah, itulah pembahasan mengenai 5 ciri-ciri bayi kedinginan yang harus Mama ketahui saat bayi menunjukkan cirinya. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More