Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa yang Terjadi Jika Bayi Kedinginan? Ini Penjelasannya

5 min read
Apa yang Terjadi Jika Bayi Kedinginan? Ini Penjelasannya
Pexels/Rahul Genie
  • Bayi yang kedinginan mengalami cold stress: tubuh memakai lebih banyak energi dan oksigen untuk menghangatkan diri. Penurunan suhu kulit satu derajat dapat meningkatkan kebutuhan oksigen hingga 10 persen.
  • Tanda bayi kedinginan meliputi kulit atau bibir pucat-kebiruan, dada atau perut dingin, tubuh lemas, sangat diam, mengantuk berlebihan, atau menolak menyusu.
  • Suhu ideal bayi 36,5–37,5°C; suhu di bawah 36°C berisiko hipotermia. Hangatkan melalui kontak kulit, pakaian berlapis, sleep sack, serta suhu kamar stabil 20–22°C.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Cuaca dingin, hujan seharian, atau AC yang menyala semalaman kadang bikin Mama waswas, jangan-jangan si Kecil kedinginan tanpa Mama sadari. 

Maklum saja, tubuh mungil si Kecil belum sepintar tubuh orang dewasa dalam menjaga suhunya tetap hangat, jadi rasa dingin yang menurut Mama biasa saja bisa berdampak lebih serius baginya.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi jika bayi kedinginan? Untuk menjawab rasa penasaran Mama, berikut Popmama.com mengulas apa yang terjadi jika bayi kedinginan? Yuk, simak sampai habis!

  1. Apa yang Terjadi Jika Bayi Kedinginan?

    Apa yang Terjadi Jika Bayi Kedinginan?
    Pexels/Helena Lopes

    Saat tubuh si Kecil kedinginan, ia tidak bisa langsung menggigil seperti orang dewasa untuk menghasilkan panas. Melansir Children's Hospital of Philadelphia, ketika si Kecil mengalami cold stress, tubuhnya justru bekerja ekstra keras memakai energi dan oksigen hanya demi menghasilkan kehangatan. 

    Bahkan, jika suhu kulitnya turun satu derajat saja dari suhu ideal 36,5 derajat Celsius, kebutuhan oksigennya bisa melonjak hingga 10 persen. Kondisi ini tentu menguras cadangan energi si Kecil yang sebenarnya masih sangat terbatas. 

    Mengutip Medical News Today, jika suhu tubuh si Kecil terus turun dan tidak segera ditangani, risikonya bukan main-main, mulai dari gangguan pernapasan hingga komplikasi serius lainnya, terutama pada bayi baru lahir atau yang lahir prematur.

  2. Tanda-Tanda Bayi Kedinginan

    Tanda-Tanda Bayi Kedinginan
    Pexels/Eric Moura

    Karena bayi belum bisa bilang “Ma, aku kedinginan”, Mama perlu jeli membaca bahasa tubuhnya. Berikut tanda-tanda yang patut diwaspadai:

    • Kulit tampak pucat atau kebiruan
      Melansir NHS, kulit dan bibir si Kecil yang kedinginan bisa berubah dari pucat hingga kebiruan. Pada si Kecil yang berkulit lebih gelap, perubahan ini biasanya lebih mudah terlihat di telapak tangan atau kaki.
    • Tubuh terasa dingin saat disentuh
      Coba raba punggung, perut, atau dada si Kecil, bukan hanya tangan atau kakinya. Mengutip Riley Children's, kulit yang pucat dan dingin di area tersebut adalah tanda yang lebih akurat dibandingkan dengan hanya tangan atau kaki yang memang wajar terasa sejuk.
    • Badan lemas dan lunglai (floppy)
      Bayi yang kedinginan cenderung kehilangan tenaga sehingga tubuhnya terasa lemas saat digendong. Menurut NHS, kondisi ini disebut floppy dan perlu segera mendapat penanganan.
    • Tampak sangat diam, mengantuk berlebihan, atau menolak menyusu
      Bayi yang biasanya aktif tiba-tiba jadi tenang, mudah tertidur, bahkan enggan menyusu bisa jadi sinyal bahwa tubuhnya sedang berjuang menghangatkan diri, seperti dikutip dari NHS.

  3. Penyebab Bayi Kedinginan

    Penyebab Bayi Kedinginan
    Pexels/Nataliya Vaitkevich

    Ada beberapa alasan kenapa si Kecil lebih rentan kedinginan dibandingkan dengan Mama dan Papa. Beberapa di antaranya:

    • Sistem pengatur suhu tubuh belum matang
      Melansir Children's Hospital of Philadelphia, luas permukaan tubuh si Kecil sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan dengan berat badannya jika dibandingkan dengan orang dewasa, sehingga panas tubuhnya hilang empat kali lebih cepat. 
    • Tubuh tidak segera dikeringkan setelah lahir atau mandi
      Mengutip Medical News Today, kulit basah membuat si Kecil kehilangan panas lebih cepat lewat proses penguapan, apalagi jika terlalu lama berada dalam kondisi basah.
    • Pakaian tidak menyesuaikan dengan suhu ruangan
      Baju yang terlalu tipis saat cuaca dingin, atau tanpa lapisan tambahan, membuat panas tubuh si Kecil lebih mudah lepas ke udara sekitar, seperti dikutip dari Riley Children's.
    • Faktor risiko sejak lahir
      Menurut Medical News Today, bayi yang lahir prematur, memiliki berat badan lahir rendah, lahir lewat operasi caesar, atau tidak segera mendapat kontak kulit ke kulit dengan Mama lebih berisiko mengalami suhu tubuh rendah.

  4. Berapa Suhu Tubuh Ideal Bayi?

    Berapa Suhu Tubuh Ideal Bayi?
    Pexels/upender photography

    Supaya Mama tidak salah menilai, penting untuk tahu angka pastinya. Melansir Medical News Today, suhu tubuh ideal si Kecil berkisar antara 36,5 derajat Celsius hingga 37,5 derajat Celsius. 

    Jika suhu si Kecil berada di bawah 36 derajat Celsius, itu sudah bisa mengarah pada hipotermia, yaitu kondisi suhu tubuh rendah yang berbahaya dan perlu penanganan medis segera.

    Mengutip NSH, hipotermia secara umum terjadi saat suhu tubuh turun di bawah 35°C dan tergolong kondisi darurat medis dan membutuhkan pertolongan medis segera.

    Karena rentang aman si Kecil lebih sempit dibandingkan dengan orang dewasa, Mama disarankan segera menghubungi dokter begitu si Kecil menunjukkan tanda-tanda kedinginan yang disebutkan sebelumnya, daripada menunggu suhunya turun lebih jauh.

  5. Cara Menghangatkan Bayi dengan Aman

    Cara Menghangatkan Bayi dengan Aman
    Pexels/Nam Phong Bùi

    Setelah tahu tanda dan penyebabnya, saatnya Mama tahu langkah tepat untuk menghangatkan si Kecil tanpa membuatnya kepanasan:

    • Dekap dengan kontak kulit ke kulit
      Melansir Children's Hospital of Philadelphia, mendekap si Kecil di dada Mama atau Papa adalah cara alami dan efektif untuk mengalirkan kehangatan tubuh langsung padanya, terutama di jam-jam pertama setelah lahir.
    • Kenakan pakaian berlapis dan sleep sack saat tidur
      Melansir Riley Childrens, dandani si Kecil dengan satu lapis pakaian lebih banyak daripada yang Mama kenakan, lalu gunakan sleep sack sebagai pengganti selimut lepas agar lebih aman.
    • Jaga suhu kamar tetap stabil dan nyaman
      Mengutip laman Puffy, suhu kamar si Kecil sebaiknya dijaga sekitar 20–22 derajat Celsius dengan bantuan termometer ruangan agar tidak terlalu dingin maupun terlalu panas.
    • Pasangkan topi tipis dan kaus kaki
      Bayi kehilangan banyak panas melalui kepala dan area tangan-kaki. Melansir Children's Hospital of Philadelphia, bayi disarankan untuk mengenakan topi tipis serta kaus kaki, tapi tetap lepas topi saat si Kecil tidur di ruangan hangat agar ia tidak kepanasan.

    Nah, itulah pembahasan mengenai apa yang terjadi jika bayi kedinginan? Sebuah kondisi yang Mama harus ketahui agar kondisi si Kecil tidak menjadi semakin parah. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More