Eritroblastosis Fetalis, Kelainan Darah Bayi yang Wajib Diwaspadai

Perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi dapat menjadi ancaman nyawa serius bagi bayi

23 Maret 2019

Eritroblastosis Fetalis, Kelainan Darah Bayi Wajib Diwaspadai
Pixabay.com

Darah manusia membawa 'ceritanya' masing-masing. Dikategorikan dalam 4 jenis golongan darah yaitu O, A, B dan AB, golongan darah manusia masih dibedakan lagi menjadi dua jenis rhesus. Yaitu rhesus negatif dan positif.

Bagi pasangan yang akan menikah dan berencana memiliki momongan, sangat penting mengetahui golongan darah dan rhesus masing-masing karena jika tidak, bayi yang dilahirkan membawa risiko eritorblastosis fetalis.

Editors' Pick

Apa itu Eritorblastosis Fetalis?

Apa itu Eritorblastosis Fetalis
Pexels.com

Eritorblastosis fetalis adalah kondisi kelainan darah yang dialami bayi baru lahir, yang mana terjadi perbedaan golongan darah antara Mama dan si Anak. Perbedaan golongan darah ini menyebabkan sel darah putih mama  melawan sel darah merah bayi. Jika terlambat ditangani, dapat menyebabkan kematian pada bayi.

Penyebab Eritorblastosis Fetalis

Penyebab Eritorblastosis Fetalis
Pixabay.com

Penyebab utama terjadinya eritorblastosis fetalis ada dua, yaitu ketidakcocokan rhesus dan ketidakcocokan karakteristik darah (ABO). 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, golongan darah manusia di dunia ini dikategorikan dalam 4 karakteristik, yaitu O, A, B dan AB serta dibagi lagi dalam dua rhesus yaitu rhesus negatif (Rh-) dan rhesus positif (Rh+).

Jika Mama bergolongan darah B rhesus +, itu artinya sel darah merah Mama mengandung antigen B dan antigen Rh+. Antigen merupakan substansi yang menimbulkan respon kekebalan pada tubuh manusia. 

Dilansir dari stanfordchildrens.org, jika anak yang dilahirkan berbeda golongan darah dan rhesus dengan ibunya, maka antigen bayi akan dianggap oleh tubuh ibu sebagai benda asing yang berbahaya, serupa virus atau bakteri. Sel darah putih ibu menyerang sel darah merah bayi sehingga sel darah merah bayi bisa rusak. 

Ketidakcocokan golongan darah memang bisa saja terjadi pada ibu dan anak. Dilansir dari merckmanuals.com, eritorblastosis fetalis terjadi jika pada bayi membawa salah satu antigen berikut ini:

  • Diego,
  • Xg,
  • P,
  • Ee,
  • Kell,
  • Duffy,
  • Kidd,
  • Lutheran,
  • Cc,
  • MNSs.

Apakah Eritorblastosis Fetalis Bisa Diobati?

Apakah Eritorblastosis Fetalis Bisa Diobati
Pexels.com

Pencegah bisa dilakukan sejak dalam kandungan dengan memberi transfusi darah ke dalam rahim. Hal ini dilakukan untuk mengatasi anemia yang dialami bayi. Jika jantung dan paru-paru bayi sudah matang, umumnya bayi disarankan segera dilahirkan.

Eritorblastosis fetalis dapat dicegah dengan menyuntikkan obat RhoGAM atau Rh immunoglobulin di usia kehamilan 28 minggu dan diulangi 72 jam setelah melahirkan.

Melihat begitu besar dampaknya terhadap bayi yang dilahirkan, untuk itu sangat disarankan pada pasangan yang akan menikah melakukan pre-marital check up demi kesehatan keluarga nantinya. 

Baca Juga:

The Latest