Waduh! Parfum yang Dipakai Mama Ternyata Berdampak Buruk pada Bayi

Siapa yang menyangka parfum yang sering Mama pakai bisa bikin kesehatan bayi terganggu

8 Februari 2020

Waduh Parfum Dipakai Mama Ternyata Berdampak Buruk Bayi
Freepik/chatchawan39

Menjaga diri sendiri dan lingkungan sekitar agar wangi sangatlah penting. Tak heran jika parfum menjadi sahabat setia sehari-hari. Mulai dari parfum yang digunakan di tubuh, baju, atau pun pengharum ruangan. 

Banyak produk wewangian yang beredar di pasaran yang diformulasikan menggunakan pewangi sintetis agar wangi beragam dan lebih tahan lama. Namun, tahukah Mama bahwa wewangian yang Mama pakai ternyata diam-diam membawa efek kesehatan pada si Kecil. Kok bisa?

Berikut Popmama.com merangkum informasinya, dilansir dari hellomotherhood.com:

Parfum, Racun yang Seringkali Tak Disadari Orangtua

Parfum, Racun Seringkali Tak Disadari Orangtua
Pexels/Valeria Boltneva

Parfum, baik itu yang digunakan pada tubuh, baju, maupun pengharum ruagan, mengandung serangkaian bahan kimia sintetis. Pada orang dewasa, bahan kimia penyusun parfum dan wewangian ini mungkin saja menimbulkan reaksi alergi, tetapi risikonya tidak sebesar pada bayi dan anak-anak.

Bayi dan anak-anak berisiko lebih tinggi terkena bahan kimia berbahaya dalam produk wewangian karena organ sensorik mereka yang masih berkembang. Karena itulah, mereka lebih sensitif terhadap zat-zat yang terkandung di udara di lingkungan sekitarnya. 

Bukan hanya parfum, banyak produk-produk di pasaran yang mengandung pewangi sintetis yang berisiko alergi pada bayi dan anak-anak, misalnya deterjen, produk pembersih ruangan, losion, sampo, hingga sabun mandi yang dirancang khusus untuk bayi dan anak-anak pun mengandung bahan kimia beraroma.

Daftar Racun yang Terkandung dalam Parfum

Daftar Racun Terkandung dalam Parfum
Pixabay/nossociclo

Sebagian besar wewangian sintetis mengandung ethanol atau alkohol isopropyl. Bahan-bahan ini diperlukan agar aroma wewangian senantiasa awet dan stabil. Tetapi, kedua jenis alkohol ini beracun tinggi, apalagi jika tak sengaja tertelan manusia.

Dilansir dari healthline.com, bahan-bahan dalam wewangian dan parfum yang perlu diwaspadai, terutama jika digunakan ibu hamil dan terpapar bayi dan anak-anak, antara lain:

  • Phthalates,
  • styrene,
  • galaxolide ketone dan musk ketone,
  • ethylene glycol,
  • acetaldehyde,
  • oxybenzone.

Editors' Picks

Efek Detrimental dalam Parfum

Efek Detrimental dalam Parfum
smythstoys.com

Menurut Agency for Toxic Substances & Disease Registry, senyawa yang berasal dari minyak bumi yang digunakan dalam produk beraroma biasanya dalam jumlah banyak. Senyawa ini dapat menyebabkan kanker, cacat lahir hingga merusak sistem kekebalan tubuh jika terpapar dalam jangka waktu lama.

Sebuah studi yang dilakukan Greenpeace mengungkapkan bahwa produk parfum yang mengandung phthalate ester dan musk sintetik, memengaruhi tekanan darah, denyut nadi dan suasana hati, mengubah aliran darah ke otak dan memicu sakit kepala migrain. Bahkan, ditemuan juga adanya kandungan pestisida linalool yang menyebabkan lesu, depresi dan masalah pernapasan yang mengancam nyawa.

Gejala Keracunan Parfum pada Bayi dan Anak-anak

Gejala Keracunan Parfum Bayi Anak-anak

Jika bayi dan anak-anak secara sengaja atau pun tidak terpapar parfum dan wewangian dalam jumlah banyak, beberapa gejalanya menyerupai orang yang mabuk karena mengonsumsi minuman keras, antara lain:

  • Kehilangan keseimbangan saat berdiri dan berjalan,
  • lesu atau kekurangan energi,
  • mual,
  • muntah,
  • pusing atau pening.

Jika bayi atau anak tak sengaja menelan parfum, pastikan ia minum banyak air, makan makanan ringan sembari terus mengobservasi adanya gejala serius akibat parfum yang tertelan tersebut. Bawa anak ke rumah sakit jika gejala tidak membaik agar mendapatkan penanganan yang tepat dari ahli medis.

Bagaimana Cara Meminimalisir Paparan Racun dalam Parfum?

Bagaimana Cara Meminimalisir Paparan Racun dalam Parfum
pexels/pixabay

Mama dapat menjaga rumah dan lingkungan sekitar bayi bebas dari bahan kimia yang berbahaya. Hindari menggunakan wewangian dan parfum sementara, sampai anak cukup usia. 

Gunakan produk pembersih, produk rumah tangga dan pembersih tubuh yang tidak mengandung bahan kimia beracun. Baca label dengan cermat, karena produsen sering menggunakan terminologi yang menyesatkan untuk mengiklankan produk sebagai produk yang "segar" atau "alami."

Hindari menggunakan pewangi ruangan sintetis. Beli produk tubuh yang tidak mengandung parfum untuk Mama dan si Bayi. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.