Larutkan dengan air matang suhu ruang
Campurkan 1 sachet Lacto-B ke dalam 50–100 ml air matang bersuhu ruangan atau hangat kuku. Hindari penggunaan air panas karena dapat merusak bakteri probiotik di dalamnya.Dapat dicampur ke makanan MPASI
Jika bayi sudah mulai MPASI, Lacto-B bisa dicampurkan ke bubur atau makanan bayi yang tidak panas. Setelah dicampur, sebaiknya langsung diberikan hingga habis.Tidak perlu menambah dosis
Apabila Mama lupa memberikan Lacto-B, cukup lanjutkan sesuai jadwal berikutnya tanpa menggandakan dosis.Berikan secara teratur
Usahakan Lacto-B diberikan pada waktu yang sama setiap hari agar manfaat probiotik bekerja lebih optimal di sistem pencernaan bayi.Segera diminum setelah dilarutkan
Lacto-B yang sudah dicampur air atau makanan sebaiknya langsung dikonsumsi dan tidak disimpan terlalu lama agar kualitas probiotiknya tetap terjaga. Perlu diingat, saat bayi mengalami diare, pemberian Lacto-B tetap perlu disertai asupan cairan yang cukup seperti ASI atau oralit sesuai anjuran dokter.
Cara Minum Lacto B untuk Bayi yang Benar Sesuai Anjuran

Lacto-B adalah suplemen probiotik berbentuk bubuk yang membantu menyeimbangkan bakteri baik di usus anak serta mengatasi diare.
Pemberian Lacto-B harus sesuai anjuran dokter.
Simpan Lacto-B di tempat sejuk dan kering, hindari suhu ekstrem.
Lacto-B adalah suplemen probiotik berbentuk bubuk yang sering digunakan untuk membantu mengatasi diare pada anak. Probiotik di dalamnya bekerja menyeimbangkan bakteri baik di usus sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare.
Lacto-B mengandung Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longum, dan Streptococcus thermophilus, serta dilengkapi vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, niasin, protein, lemak, dan total energi sekitar 3,4 kalori yang membantu menjaga kesehatan pencernaan si Kecil.
Meskipun aman dikonsumsi, cara minumnya harus di sesuaikan dengan anjuran yang berlaku. Untuk itu, berikut Popmama.com rangkum cara minum Lacto-B untuk bayi yang benar sesuai anjuran. Yuk, perhatikan, Ma!
Table of Content
1. Cara minum lacto B untuk bayi yang benar sesuai anjuran

Meskipun Lacto-B tergolong aman dikonsumsi, cara pemberiannya tetap harus mengikuti aturan dosis dan sesuai anjuran dokter karena kebutuhan setiap anak bisa berbeda.
Berikut cara minum Lacto-B yang benar sesuai anjuran:
2. Aturan penyimpanan Lacto-B untuk Bayi

Lacto-B mengandung bakteri probiotik hidup sehingga cara penyimpanannya perlu diperhatikan agar kualitasnya tetap terjaga. Suplemen ini sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, serta terlindung dari suhu panas berlebih.
Mama tidak disarankan menyimpan Lacto-B di dalam freezer karena suhu yang terlalu dingin dapat memengaruhi kestabilan bakteri baik di dalamnya. Hindari pula menyimpan produk di area yang panas atau lembap karena dapat menurunkan efektivitas probiotik.
Selain itu, pastikan Lacto-B dijauhkan dari paparan sinar matahari langsung agar kandungan probiotiknya tetap aktif dan manfaatnya tetap optimal saat diberikan kepada si Kecil.
3. Dosis Lacto-B pada bayi

Pada anak usia 1–12 tahun, Lacto-B umumnya dapat diberikan sebanyak 1 sachet sebanyak 3 kali sehari sesuai petunjuk penggunaan pada kemasan. Sementara itu, bayi usia di bawah 1 tahun biasanya membutuhkan dosis lebih rendah, yaitu sekitar 1 sachet sebanyak 2 kali sehari. Meski demikian, Mama tidak dianjurkan menentukan dosis sendiri untuk bayi.
Jumlah dan frekuensi pemberian sebaiknya mengikuti anjuran dokter, karena kebutuhan setiap bayi bisa berbeda, terutama ketika sedang mengalami diare atau gangguan pencernaan tertentu. Dengan konsultasi medis, penggunaan Lacto-B dapat diberikan lebih aman dan sesuai kondisi si Kecil.
4. Perhatikan hal ini sebelum memberikan Lacto-B pada bayi

Sebelum memberikan Lacto-B, Mama perlu memastikan kondisi kesehatan si Kecil agar penggunaannya tetap aman dan sesuai kebutuhan. Lacto-B tidak dianjurkan untuk bayi prematur, bayi yang sedang mengalami sakit berat, pankreatitis akut, atau bayi dengan daya tahan tubuh sangat lemah.
Lacto-B Juga tidak dianjurkan untuk bayi yang sedang menjalani kemoterapi, baru menjalani operasi, maupun memiliki gangguan pencernaan tertentu seperti short bowel syndrome, kecuali atas rekomendasi dokter.
Mama juga perlu memastikan bayi tidak memiliki riwayat alergi terhadap kandungan Lacto-B. Jika si Kecil memiliki riwayat alergi obat atau menunjukkan tanda reaksi alergi setelah mengonsumsinya, segera hentikan penggunaan dan bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Selain itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apabila bayi sedang mengonsumsi obat lain, termasuk antibiotik, suplemen, maupun produk herbal. Ini untuk mencegah kemungkinan interaksi obat sekaligus memastikan pemberian Lacto-B tetap aman bagi kesehatan bayi.
5. Efek samping Lacto-B untuk bayi

Lacto-B jarang menimbulkan efek samping serius pada bayi, terutama jika diberikan sesuai aturan pakai. Namun, pada beberapa kasus, bayi dapat mengalami gangguan pencernaan ringan setelah mengonsumsi probiotik, seperti perut terasa kembung, nyeri perut, sembelit, atau diare ringan.
Keluhan tersebut biasanya bersifat sementara dan akan membaik dengan sendirinya ketika tubuh si Kecil mulai beradaptasi dengan bakteri baik dari probiotik. Apabila bayi mengalami pembengkakan pada area wajah seperti kelopak mata atau bibir, muncul ruam dan rasa gatal di kulit, muntah hebat, atau kesulitan bernapas setelah mengonsumsi Lacto-B, segera hentikan pemakaian dan periksakan si Kecil ke dokter.
Nah, itulah cara minum Lacto-B yang benar sesuai anjuran. Jaga kesehatan si Kecil, ya, Ma!


















