Perkembangan Bayi Usia 2 Bulan 3 Minggu: Si Bayi Sudah Bisa Marah!

Saat bayi usia 2 bulan 3 minggu, saatnya Mama memikirkan pilihan program KB

8 September 2019

Perkembangan Bayi Usia 2 Bulan 3 Minggu Si Bayi Sudah Bisa Marah
Pixabay.com/nguyenbaqua

Gemas! Itulah kata-kata yang tepat menggambarkan perkembangan bayi usia 2 bulan 3 minggu. Di momen ini, ia punya kegemaran baru, yaitu menggerakkan tubuhnya. Mirip penari, koordinasi gerakan tubuh bayi Mama semakin baik, terutama pada lengan dan kakinya. 

Gerakannya semakin halus dan banyak melakukan gerakan circular. Mama akan melihat si Kecil mulai mendorong-dorong kakinya. Baringkan ia di lantai beralaskan selimut dan biarkan ia bergerak sesuka hati. Aktivitas ini dapat membantu menguatkan dan mendukung perkembangan ototnya. 

Seiring dengan perkembangan gerakan tubuhnya, di usia ini bayi mulai mengenali lingkungan sekitarnya. Jadikan ini sebagai momen untuk berkenalan dengan orang-orang baru dan bayi-bayi lainnya. Bayi Mama akan tersenyum saat melihat kehadiran orang lain di sekitarnya. Di saat inilah Mama bisa memperkenalkannya dengan pengasuhnya yang akan banyak berinteraksi dengannya saat Mama kembali bekerja. 

Yang perlu diingat, tiap bayi memiliki temperamen yang berbeda-beda. Begitu pun dengan keterbukaannya terhadap orang lain. Jika si Kecil tidak menyambut hangat kehadiran orang baru yang ditemuinya, bersabarlah. Peluk ia dan perkenalkan kembali dengan orang tersebut. Mungkin memang butuh waktu, tetapi dengan suasana yang familiar ia akan lebih mudah diperkenalkan dengan orang baru.

Editors' Picks

Kehidupan Orangtua: Memilih Kontrasepsi

Kehidupan Orangtua Memilih Kontrasepsi
pexels.com/ Pixabay

Banyak mama baru yang bertanya-tanya, "Jika saya menyusui, apakah saya tetap bisa hamil lagi?"

Jawabannya: Ya. Berlawanan dengan kepercayaan lama, menyusui sendiri bukanlah kontrasepsi alami. Faktanya, Mama akan berovulasi sebelum mendapatkan haid lagi. Jadi, masa subur datang tanpa ada pertanda. Untuk itulah, Mama perlu menggunakan kontrasepsi segera saat hubungan seksual aktif kembali (kecuali jika Mama memang berencana memiliki anak dengan jarak usia dekat).

Konsultasikan dengan dokter untuk menemukan jenis kontrasepsi yang sesuai. Ada beberapa pilihan, misalnya IUD atau pun pil KB. Kondom juga bisa menjadi pilihan untuk mama baru karena tidak mempengaruhi jumlah produksi ASI. 

Kapan Saatnya Menghubungi Dokter Anak?

Kapan Saat Menghubungi Dokter Anak
pixnio.com

Mama baru seringkali merasa khawatir dan dipenuhi pertanyaan-pertanyaan seputar kesehatan bayi yang ingin segera ditanyakan kepada dokter. Terutama jika bayi mengalami gejala-gejala sakit: suhu tubuh meningkat, kehilangan selera makan, demam, tidak dapat buang air besar dan jumlah urin berkurang drastis, terus-menerus menangis atau muncul ruam-ruam pada kulit. 

Jika bayi di bawah usia 3 bulan mengalami demam di atas 38° Celcius, jangan ragu-ragu menghubungi dokter anak sesegera mungkin. Pastikan Mama memberikan informasi yang jelas pada dokter tentang kondisi si Kecil: berapa suhu tubuhnya, sejak kapan demam berlangsung dan hal-hal lain yang tidak wajar. Termasuk jika Mama memberikan tindakan medis dan obat-obatan sebelumnya. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.