Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan: Riangnya Berguling dan Mengoceh

Seperti apa perkembangan bayi usia 4 bulan? Ia sudah seperti orang dewasa yang suka bergerak, lho!

9 September 2019

Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan Riang Berguling Mengoceh
Freepik/Javi_Indy

Makin aktif bergerak, bayi Mama kini sudah semakin kuat mengangkat kepala dengan bertumpu pada bahunya. Gaya ala push up ini membantu memperkuat otot dan membuat si Kecil lebih nyaman melihat situasi di sekitarnya. Bahkan, kini ia dapat berguling ke depan-belakang maupun sebaliknya.

Mama bisa merangsang kemampuan si Kecil dengan menggoyang-goyangkan mainan di sampingnya. Ketertarikannya terhadap mainan akan membuatnya berguling ke sana-kemari untuk mendapatkannya. Jika ia berhasil meraih mainan yang Mama berikan, apresiasi usahanya dengan memeluk dan menciumnya. 

Di usia ini, si Kecil semakin selektif terhadap siapa saja orang yang hadir di sekitarnya. Ketika melihat Mama, Papa atau keluarga yang akrab dengannya datang, ia akan merespon dengan menggoyangkan tangan dan kakinya. 

Dalam situasi dengan banyak orang, bayi Mama mungkin perlu sedikit waktu beradaptasi. Ia berusaha mengingat wajah-wajah orang baru. Jadikan hal ini sebagai cara untuk membiasakannya beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan baru.
 

Editors' Picks

Kehidupan Orangtua: Rumitnya Meninggalkan Bayi

Kehidupan Orangtua Rumit Meninggalkan Bayi
Pexels.com/Daria Shevtsova

Di usia 4 bulan, orangtua akan menghadapi situasi di mana harus meninggalkan bayi bersama pengasuh atau keluarga yang lain. Entah itu karena pekerjaan atau pun acara lain yang harus dihadiri tanpa membawa si Kecil.

Merasa khawatir? Wajar, Ma. Meskipun begitu, orangtua perlu beradaptasi dengan situasi ini. Tak selamanya bayi harus selalu bersama orangtuanya. Orangtua punya urusan yang sebaiknya tak melibatkan bayi. Sebaliknya, bayi pun perlu belajar situasi bersama orang lain. 

Ketika meninggalkannya bersama pengasuh, jangan menunjukkan kekhawatiran berlebih ya, Ma. Percaya atau tidak, bayi Mama punya perasaan yang sensitif yang membuatnya bisa merasakan kekhawatiran Mama. Alih-alih anteng saja bersama pengasuh, ia bisa menangis dan rewel saat ditinggalkan Mama.

Untuk urusan meninggalkan bayi bersama pengasuh, memang perlu pertimbangan matang. Mintalah referensi pengasuh dari orang terdekat Mama. Setelah menemukan pengasuh, Mama bisa memintanya datang dan melihat kinerjanya selama beberapa hari. Dengan mengobservasi, Mama bisa mengetahui bagaimana caranya berinteraksi dengan bayi Mama.
 

Perhatikan Berat Badan Bayi: Gemuk, Berbahayakah?

Perhatikan Berat Badan Bayi Gemuk, Berbahayakah
Pixabay/skimpton007

Sebagian bayi lahir dengan tubuh gemuk menggemaskan, sebagian lagi tidak. Bayi yang lahir dengan tubuh gemuk, ototnya belum berkembang sempurna. Kondisi ini tidak akan selamanya sampai si Kecil tumbuh besar. 

Namun, Mama perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memantau berat dan tinggi badan bayi, apakah sudah sesuai. Jika dirasa terlalu besar, dokter akan memantau pertumbuhannya. Tetapi, umumnya dokter tidak terlalu mempermasalahkan kondisi ini, terlebih karena bayi belum makan makanan padat yang dapat menambah berat badannya.

Mama tak perlu khawatir. Bayi yang gemuk saat ia kecil, belum tentu akan menjadi remaja yang obesitas. Bayi-bayi yang lahir besar kebanyakan akan lebih kurus saat ia mulai merangkak dan berjalan. 

Selain itu, beri ia susu hanya saat ia merasa lapar dan hindari memberikan susu hanya karena ia rewel. Kebiasaan inilah yang justru dapat membuat bayi gemuk karena asupan gizi yang tidak seimbang.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.