Perkembangan Bayi Usia 5 Bulan 1 Minggu: Hore! Si Kecil Kenal Namanya

Seperti apa perkembangan bayi usia 5 bulan 1 minggu? Waspada sakit yang bisa menghambat pertumbuhan

12 September 2019

Perkembangan Bayi Usia 5 Bulan 1 Minggu Hore Si Kecil Kenal Namanya
Pixabay/PublicDomainPictures

Perkembangan bayi mama menapaki usia 5 bulan ini semakin mengagumkan. Meski ia belum dapat mengekspresikan emosinya sekompleks cara orang dewasa, tetapi kini ia bisa menunjukkan perasaannya dengan lebih jelas. Misalnya saat ia merasa gembira atau sedih. Di usia ini, bayi mama juga sedang mengembangkan rasa humornya. Sering-sering ajak ia becanda ya, Ma.

Kini bayi mama menyadari dari mana sumber suara berasal. Bayi mama pun kini mengerti namanya dan mengerti jika ada orang lain memanggil namanya. Jadikan ini kesempatan untuk menghiburnya dengan banyak mengajaknya mengobrol. Bayi di usia ini menangkap kosa kata justru dari obrolan sekitarnya, bukan dari televisi atau radio.

Editors' Picks

Kehidupan Orangtua: Kehidupan Seks sebagai Orangtua Baru

Kehidupan Orangtua Kehidupan Seks sebagai Orangtua Baru
amour-sans-retour.com

Mencari waktu yang tepat dan energi untuk melakukan hubungan seks sebagai orangtua baru sangatlah menantang. Tetapi dengan usaha dan perencanaan yang baik, Mama dan Papa tetap bisa melakukannya kok.

Cobalah untuk kembali menggoda satu sama lain. Flirting tak sama dengan foreplay. Mama dan Papa bisa mencoba sexting di sela-sela kegiatan untuk kembali memunculkan gairah. Kemudian, tentukan waktu yang tepat, misalnya saat si Kecil tidur. Curi waktu juga bikin kegiatan romantis jadi makin seru. Misalnya dengan saling memijat atau mandi bersama. 

Demam pada Bayi, Bisa Menghambat Perkembangan Anak

Demam Bayi, Bisa Menghambat Perkembangan Anak
Pixabay/congerdesign

Hal yang wajar terjadi jika bayi demam di usia sebelum setahun. Sebagian besar bayi mengalami demam hingga delapan kali sebelum usia setahun.

Beberapa virus penyebab demam memang tak bisa dielakkan. Apalagi di usia-usia ini bayi senang memasukkan jari-jemarinya ke mulut atau mengucek matanya. Ini jadi kesempatan virus masuk ke dalam tubuhnya. Belum lagi jika si Kecil ditempatkan di daycare atau di rumah bersama anak-anak kecil lain, risiko terserang demam akan semakin besar.

Gejala demam pada bayi meliputi: bersin, mata berair, batuk, pilek dan suhu tubuh meningkat. Agar bayi lebih nyaman, Mama bisa menyedot ingus menggunakan penyedot ingus khusus bayi kemudian nyalakan humidifier agar kelembapan udara ruangan terjaga. Tindakan ini dapat mengurangi lendir pada saluran pernapasan bayi. 

Sebaiknya bawa ke dokter jika Mama merasa demam tak kunjung sembuh. Hindari memberikan obat sendiri tanpa pengawasan dokter karena orang awam tidak dapat mengukur dosis obat sendiri dan memperkirakan kontra indikasi. Jika tak terpantau, bisa mengakibatkan gangguan kesehatan fatal. Selain itu, umumnya demam yang dialami bayi merupakan cara alami tubuh melawan infeksi yang terjadi di dalam sehingga hal ini umum terjadi.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.