Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Julukan untuk Bayi Kelahiran 2026, Apa Bedanya Gen Beta dan Gen Sigma?

Freepik/pikisuperstar
Freepik/pikisuperstar
Intinya sih...
  • Gen Beta adalah generasi resmi bayi kelahiran 2025–2039, sedangkan Gen Sigma hanya label kepribadian populer.
  • Gen Beta berasal dari kajian akademis, sementara Gen Sigma muncul dari internet culture.
  • Label generasi cukup jadi referensi, karena tumbuh kembang bayi tetap dipengaruhi pola asuh dan lingkungan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini, istilah generasi baru seperti Gen Beta dan Gen Sigma semakin sering muncul di media sosial hingga obrolan parenting sehari-hari. 

Penting bagi orangtua untuk mengetahui mana istilah yang berasal dari kajian akademis dan mana yang hanya label populer. Banyak juga orangtua penasaran, apakah keduanya benar-benar kategori generasi yang sama atau hanya sekadar tren istilah yang viral?

Untuk mengetahui lebih lanjut, simak rangkuman Popmama.com tentang apa bedanya Gen Beta dan Gen Sigma berikut ini.

1. Perbedaan definisi Gen Beta dan Gen Sigma

Freepik
Freepik

Salah satu perbedaan paling mendasar antara Gen Beta dan Gen Sigma terletak pada definisinya. Generasi Beta merupakan istilah resmi yang digunakan dalam kajian generasi global. Bayi yang lahir pada rentang tahun 2025 hingga 2039 diprediksi akan masuk dalam kelompok Generasi Beta, dikutip dari McCrindle.

Penamaan Generasi Beta mengikuti pola alfabet Yunani yang sebelumnya digunakan untuk Generasi Alpha (2010–2024). Setelah Alpha, urutan berikutnya adalah Beta, Gamma, dan seterusnya. Penamaan ini bukan hanya simbol generasi baru, tetapi juga mencerminkan perubahan besar dalam dunia yang akan mereka hadapi.

Menurut McCrindle, Gen Beta merupakan generasi pertama yang tumbuh sepenuhnya di dunia yang sangat terdigitalisasi dan terintegrasi dengan teknologi secara menyeluruh.

Berbeda dengan Gen Beta, Gen Sigma bukan kategori generasi resmi dalam kajian akademis. Istilah ini lahir dari budaya populer di media sosial. Biasanya, Gen Sigma digunakan untuk menggambarkan tipe kepribadian tertentu, seperti individu yang mandiri dan percaya diri.

2. Kenapa kedua istilah tersebut bisa muncul?

Freepik/rawpixel.com
Freepik/rawpixel.com

Kemunculan istilah Gen Beta berangkat dari kebutuhan akademis untuk memahami perubahan sosial dari satu generasi ke generasi berikutnya. Para peneliti generasi menggunakan kategori ini untuk menganalisis pola perkembangan masyarakat, perubahan teknologi, serta pergeseran nilai yang memengaruhi cara si Kecil tumbuh dan belajar. 

Generasi Beta muncul sebagai lanjutan alami dari Gen Alpha. Dunia yang ditempati generasi ini diperkirakan akan semakin canggih dengan integrasi teknologi dalam hampir semua aspek kehidupan. 

Sementara itu, istilah Gen Sigma memiliki latar belakang yang jauh lebih santai dan informal, dilansir dari laman Parents. Istilah ini berkembang dari internet culture dan konsep “sigma personality” yang populer di berbagai platform digital. Huruf Sigma sendiri berasal dari alfabet Yunani (Σ/σ) yang sering diartikan perubahan, fleksibilitas, serta kemampuan beradaptasi.

Seiring waktu, istilah ini digunakan untuk menggambarkan individu yang dianggap unik atau berbeda dari pola umum, sehingga banyak orang mengira Sigma adalah kategori generasi baru, padahal sebenarnya tidak.

3. Karakteristik yang sering dilekatkan pada Gen Beta dan Gen Sigma

Freepik/peoplecreations
Freepik/peoplecreations

Gen Beta merupakan generasi yang diprediksi tumbuh di masa depan, banyak pakar mencoba memproyeksikan karakteristik yang mungkin menonjol pada mereka. Anak-anak Gen Beta diperkirakan akan besar di era ketika kecerdasan buatan (AI) sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. 

Teknologi tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi juga menjadi sistem yang terintegrasi dalam pendidikan, pekerjaan, hingga aktivitas rumah tangga, dilansir dari laman Spark Sports Academy.

Selain karakteristik umum, berikut ciri khas generasi beta yang perlu Mama perhatikan:

  1. Tidak bisa lepas dari internet dan konektivitas
  2. Suka eksplorasi lewat game edukatif dan platform digital
  3. Rentan terhadap overstimulasi dari layar
  4. Punya kemampuan tinggi dalam berpikir logis dan visual
  5. Tertarik pada teknologi baru sejak usia dini

Sementara itu, karakter yang sering dikaitkan dengan Gen Sigma lebih bersifat kepribadian. Istilah ini biasanya merujuk pada individu yang mandiri, mampu bekerja dan berkembang secara independen, serta berpikir out of the box.

4. Cara orangtua memahami tren label generasi agar tidak salah kaprah

Freepik/gpointstudio
Freepik/gpointstudio

Agar tidak salah kaprah dalam menyikapi istilah generasi yang sedang populer, berikut beberapa tips yang bisa Mama terapkan.

1. Gunakan label generasi sebagai referensi, bukan patokan utama

Istilah generasi sebaiknya dipahami sebagai alat untuk melihat tren zaman secara umum, bukan sebagai standar untuk menilai kepribadian si Kecil. Setiap anak tetap memiliki pengalaman, minat, dan cara belajar yang unik. 

2. Fokus pada pola asuh dan kualitas hubungan dengan anak

Perkembangan karakter si Kecil jauh lebih dipengaruhi oleh parenting di rumah serta kualitas hubungan emosional dengan orangtua. Interaksi sehari-hari, komunikasi yang hangat, dan rasa aman yang diberikan keluarga memiliki dampak besar dalam membentuk kepercayaan diri dan empati anak. 

3. Ingat bahwa setiap anak berkembang dengan cara yang berbeda

Dua bayi yang lahir pada tahun yang sama belum tentu memiliki sifat, minat, atau kemampuan yang serupa saat mereka beranjak besar. Faktor seperti kepribadian bawaan, pengalaman hidup, dan dukungan lingkungan akan membentuk perjalanan tumbuh kembang yang berbeda juga.

Setelah menyimak penjelasan di atas, sekarang Mama sudah lebih paham apa bedanya Gen Beta dan Gen Sigma, kan?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More

6 Kemampuan yang Bayi Bisa Lakukan Sendiri Tanpa Harus Diajari

06 Feb 2026, 18:35 WIBBaby