Perkembangan Usia Bayi 3 Bulan: Bonding Lewat Dongeng Sebelum Tidur

Seperti apa perkembangan bayi usia 3 bulan? Hebat! Ia sudah mengerti cerita yang dibacakan Mama

8 September 2019

Perkembangan Usia Bayi 3 Bulan Bonding Lewat Dongeng Sebelum Tidur
Pixabay/Pexels

Membacakan cerita atau pun mengobrol dengan si Kecil di usia ini, menjadi kegiatan yang menyenangkan. Bayi mama mulai memperhatikan suara di sekitarnya dengan seksama. Mendengarkan suara Mama membacakan cerita membantu bayi mengembangkan kemampuan berbahasanya. Dengan variasi tinggi-rendah suara atau nyanyian membuat relasi antara Mama dan si Kecil jadi lebih erat lagi.

Ada banyak buku yang menarik untuk dibacakan pada si Kecil. Pilih buku cerita dengan gambar yang besar dan berwarna menarik. Ajak ia melihat gambar-gambar pada buku bersama-sama untuk merangsang penglihatan dan perhatiannya. Tak perlu berpegang teguh pada saran usia yang tercantum di buku. Mama bisa membacakan buku apa saja karena pada tahapan ini membaca adalah cara untuk merangsang pendengaran dan perhatiannya saja.

Di usia 3 bulan atau 2 bulan 4 minggu, bayi Mama punya hobi baru yaitu mengisap jari-jarinya. Tak perlu khawatir, Ma. Ini cara bayi menenangkan dirinya sendiri dan mengeksplorasi tubuhnya. 

Di sisi lain, perkembangan fisiknya semakin baik. Ia mampu mengangkat kepala dan menahannya beberapa saat. Jika ia dalam posisi duduk, ia mampu menahan kepala sebelum akhirnya kembali berbaring. Dalam posisi tengkurap, ia mampu mengangkat kepala dan menahan dadanya dalam posisi 45 derajat. 

Editors' Picks

Kehidupan Orangtua: Menyikapi Saran-saran dari Orang Sekitar

Kehidupan Orangtua Menyikapi Saran-saran dari Orang Sekitar
Pixabay/publicdomainpictures

Tiap orangtua memiliki caranya masing-masing dalam memperlakukan bayinya. Satu hal yang pasti, semua orangtua menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Meskipun begitu, kita tak bisa menghindarkan diri dari saran-saran orang sekitar. Misalnya, menyuruh anak makan makanan padat sebelum usia enam bulan, memakaikan gurita agar tubuh anak hangat, dan lain sebagainya.

Terlepas dari saran tersebut baik atau buruk, orangtua lah yang paling tahu mana yang terbaik bagi anaknya. Tak perlu menerapkan semua saran yang diberikan orang lain. Terkadang, orang lain memberikan saran atau komentar karena mereka sekedar ingin mengatakannya. 

Ambil saran yang baik, konsultasikan dengan dokter jika hal itu berhubungan dengan kesehatan si Kecil. Jika saran tersebut tidak cocok dengan prinsip Mama, tak perlu reaktif menanggapinya. Ucapkan terima kasih atas perhatian mereka terhadap si Kecil. 

Saatnya Mencegah Sindrom Kepala Datar

Saat Mencegah Sindrom Kepala Datar
www.endhairloss.eu

Selama hampir tiga bulan, bayi Mama banyak menghabiskan waktu dalam posisi terbaring di kasur. Seringkali kebiasaan ini menyebabkan sindrom kepala datar atau flat head syndrome. Tengkorak kepala bayi masih sangat lunak, sehingga ketika ia dalam posisi yang sama dalam waktu lama, bentuk kepalanya akan datar.  

Dokter akan menyarankan beberapa cara mengatasi flat head syndrome ini. Antara lain dengan membiasakan bayi ber-tummy time untuk sekedar mengurangi paparan kasur pada kepalanya. Selain itu, tummy time juga bermanfaat untuk menguatkan otot lehernya. 

Selain flat head syndrome, bayi yang terlalu lama berada pada posisi kepala yang sama juga rentan mengalami kebotakan. Tak perlu khawatir, karena kondisi ini sementara saja. Seiring dengan pertumbuhan rambutnya dan perkembangan usianya, kebotakan ini akan berlalu kok, Ma.

Masalah lain seputar rambut yang seringkali dialami bayi pada usia ini adalah kerontokan rambut. Bayi dengan rambut lebat bisa mengalami kerontokan rambut akibat level hormon yang menurun. Faktor lain penyebab kerontokan rambut misalnya karena autoimmune disorder alopecia areata. Namun kasus ini sangat jarang terjadi pada bayi berusia di bawah enam bulan.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.