Scabies pada Bayi dan Anak: Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahannya

Scabies menimbulkan rasa gatal menyiksa, terutama di malam hari

7 Maret 2020

Scabies Bayi Anak Penyebab, Pengobatan, Pencegahannya
Freepik

Masalah kulit merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami anak. Selain faktor internal seperti sistem imun tubuh yang sedang berkembang, masalah kulit pada anak seringkali disebabkan karena infeksi yang berasal dari gigitan kutu atau serangga. 

Scabies atau kudis adalah masalah kulit yang kerapkali menjangkiti anak-anak. Lalu, apakah scabies ini berbahaya? Apakah scabies mudah disembuhkan? Berikut Popmama.com merangkum informasi seputar scabies pada anak, dilansir dari firstcry.com:

Mengenal Scabies, Penyakit Kulit yang Timbulkan Gatal Menyiksa di Malam Hari

Mengenal Scabies, Penyakit Kulit Timbulkan Gatal Menyiksa Malam Hari
Freepik

Scabies merupakan penyakit kulit yang diakibatkan kutu atau tungau bernama Sarcoptes scabiei. Kutu ini berukuran sangat kecil dan sulit dilihat kasat mata. Karena ukurannya yang sangat kecil, ia mampu masuk ke dalam lapisan kulit dalam untuk hidup dan berkembangbiak.

Kutu scabies mengakibatkan rasa gatal yang luar biasa pada area yang terinfeksi. Biasanya rasa gatal ini semakin menjadi-jadi di malam hari. Pada area yang terinfeksi scabies akan muncul ruam kemerahan dengan garis bergelombang pada lapisan dalam kulit. Penampakan ini biasanya muncul jelas pada area di antara jari-jari tangan dan kaki, serta bagian dalam lengan.

Editors' Picks

Penyebab Scabies pada Bayi dan Anak-anak

Penyebab Scabies Bayi Anak-anak
Pixabay/WikiImages

Kutu scabies ini 'menggali' lapisan atas kulit dan meletakkan telurnya di atas. Ini penyebab gatal di kulit.

Kutu scabies dapat bertahan hidup di bawah kulit hingga satu bulan. Mereka membutuhkan inang agar tetap bisa bertahan hidup, khususnya inang manusia. Jika tanpa inangnya, biasanya kutu scabies hanya bisa hidup selama tiga hari. 

Kutu scabies biasa tinggal di tumpukan kain, sprei, handuk, bahkan di popok bayi. Siklus hidupnya sangat cepat sehingga dapat berkembangbiak dalam jumlah banyak dalam waktu singkat. Inilah mengapa scabies bisa menular dari satu orang ke yang lainnya lewat kontak fisik. Oleh karena itu, bagi bayi dan anak yang sehari-hari dititipkan di daycare atau sekolah, harus berhati-hati dan ditangani segera agar tidak menyebabkan penularan ke anak-anak lainnya.

Tanda Bayi dan Anak Mengalami Scabies

Tanda Bayi Anak Mengalami Scabies
medicalnewstoday.com
Manfaat kemiri untuk keluarga

Kutu scabies berukuran sangat kecil. Sulit sekali menemukannya secara kasat mata. Tetapi Mama bisa mengetahui jika bayi dan anak mengalami scabies, melalui tanda-tanda berikut ini:

Bayi

Scabies pada bayi mulai bermanifestasi dalam waktu 3-4 minggu. Biasanya ditandai dengan ruam merah besar di bagian kaki bawah bayi, di antara jari-hari tangan dan kaki, bagian dalam pergelangan tangan dan siku dalam. Selama masa ini, bayi mungkin rewel dan terus-menerus menangis karena rasa gatal yang membuatnya tak nyaman.

Balita

Walaupun gejalanya identik dengan yang tampak pada bayi, scabies pada balita biasanya lebih kompleks karena pada usia ini anak sudah bisa menggaruk area kulit yang gatal. Tindakan ini bisa menyebabkan infeksi yang menyebar ke bagian tubuh lain. Selain itu, pada anak yang lebih besar, tanda scabies akan muncul pada wajah atau sisi telapak kaki, kondisi yang tidak ditemukan di scabies pada bayi.
 

Penanganan dan Pengobatan

Penanganan Pengobatan
Freepik/Bonnontawat

Scabies pada bayi dan anak-anak sebaiknya diobati oleh dokter. Dokter akan mendiagnosis kondisi kulit dan keberadaan kutu dari tampilan kulit yang terinfeksi. Kemudian, dari hasil diagnosis, dokter akan meresepkan obat yang dapat membunuh tungau dan mengurangi rasa gatal.

Obat untuk mengatasi scabies pada bayi dan anak berupa salep atau krim. Obat-obatan minum biasanya diresepkan untuk kondisi tertentu, misalnya orang yang tubuhnya ternyata tidak dapat merespon losion dan krim dengan baik. 

Selain bayi dan anak yang mengalami scabies, pengobatan scabies mungkin juga diperlukan seluruh anggota keluarga yang melakukan kontak fisik dengan penderita. Bahkan pada orang yang tidak menunjukkan gejala scabies. Hal ini ditujukan untuk mencegah wabah yang berkembang lebih besar lagi.

Mencegah Scabies di Lingkungan Rumah

Mencegah Scabies Lingkungan Rumah
Pexels/Pixabay

Mencegah kutu scabies berkembang bisa dibilang merupakan hal yang menantang. Tetapi, setidaknya Mama bisa menjaga agar lingkungan rumah lebih bersih dengan cara:

  • Rutin menyapu dan mengepel lantai rumah,
  • mem-vacuum seluruh area rumah agar terhindar dari debu yang menumpuk,
  • mencuci seluruh pakaian penderita dan anggota keluarga lainnya dengan air hangat,
  • penting diingat agar memisahkan pakaian penderita dan anggota keluarga lainnya dalam proses mencuci.

Cara-cara di atas memang tidak sepenuhnya dapat menghindarkan anggota keluarga dari serangan scabies. Tetapi bisa meminimalisir penyebarannya. Jika anak atau anggota keluarga lain yang terindikasi menderita scabies, segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan tindakan secepatnya sebelum berkembang lebih ganas. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.