5 Tanda Bayi Sakit, yang Ini Tanpa Mengalami Demam, Lho!

Bayi mengkomunikasikan rasa sakitnya dengan berbagai tanda selain suhu tubuh yang meningkat

7 Juni 2019

5 Tanda Bayi Sakit, Ini Tanpa Mengalami Demam,
Pixabay/Bessi

Demam pada bayi itu adalah hal yang wajar terjadi. Terkadang demam merupakan salah satu gejala yang menunjukkan bahwa saat itu tubuh bayi sedang melakukan perlawanan terhadap infeksi. Bayi bisa dikatakan mengalami demam saat suhu tubuhnya berada di angka 38° Celcius.

Seringkali orangtua baru bertindak saat bayi mengalami demam. Namun yang patut diwaspadai, jika bayi ternyata sakit tetapi ia sama sekali tidak mengalami demam. Bagaimana mengenalinya? Simak tanda-tanda yang telah kami himpun dari babygaga.com berikut ini.

1. Menangis sepanjang waktu

1. Menangis sepanjang waktu
Commons Wikimedia

Seringkali bayi akan menangis saat ia merasa haus, lapar, mengantuk, lelah, atau saat popoknya harus diganti. Jika Mama tidak menemukan penyebab dari kerewelannya, bisa jadi itu tanda bahwa bayi sedang mengalami sakit.

Bayi yang menangis terus-menerus merupakan sinyal ia merasa tubuhnya tidak nyaman. Penyebabnya bisa bermacam-maca, misalnya karena sedang tumbuh gigi, terjadi peradangan, sakit perut atau kolik. 

Editors' Picks

2. Selera makan atau menyusu menurun

2. Selera makan atau menyusu menurun
Freepik/Freepic.diller

Bayi yang sedang sakit seringkali menolak makanan dan bahkan tidak mau minum susu. Berkurangnya selera makan si Kecil bisa jadi tanda bahwa ia sedang mengalami sakit tenggorokan atau infeksi telinga yang menyebabkan ia merasa sakit saat menelan. 

3. Muntah

3. Muntah
Freepik/Chevanon

Sama seperti demam, bayi juga seringkali mengalami muntah yang terjadi entah karena tersedak ataupun hal lain. Muntah sekali atau dua kali mungkin bukan masalah besar. Namun, saat ia sudah terlalu sering muntah, bisa jadi itu pertanda bayi mengalami gastroenteritis atau infeksi usus yang disebabkan oleh virus atau bakteri atau penyakit serius lainnya. 

4. Diare

4. Diare
Freepik/chainfoto24

Orangtua harus selalu memantau pergerakan pencernaan bayi, terutama saat mengganti popoknya. Saat bayi sering BAB dan teksturnya tampak cair, bisa jadi itu mengindikasi bahwa ada yang sedang tak beres terjadi pada pencernaannya.

Tak hanya itu, perubahan warna feses juga merupakan bukti bahwa ada masalah pada pencernaan. Terutama ketika warnanya tidak berhubungan dengan makanan yang dimakan bayi sebelumnya. Bayi umumnya mengalami diare ketika mengalami infeksi, sakit perut, sulit mencerna makanan tertentu atau terlalu banyak mengonsumsi cairan. 

5. Dehidrasi

5. Dehidrasi
Pixabay/ Tawny van Breda

Dehidrasi merupakan suatu tanda yang pasti terjadi saat bayi sedang tidak sehat. Bayi akan sangat mudah kehilangan cairan. Dehidrasi terjadi ketika tubuh bayi kehilangan air dan nutrisi lebih cepat ketimbang asupan yang masuk ke tubuhnya. Waspadai saat bayi memperlihatkan tanda-tanda seperti bibir dan mulut tampak kering, kulit pucat, menangis tanpa air mata dan air seni berwarna kuning gelap.

Jadi, demam bukanlah satu-satunya indikasi bayi sedang bermasalah dengan tubuhnya. Jelilah melihat tanda yang berbeda karena bayi belum bisa mengkomunikasikan rasa sakitnya. Segera ajak ke dokter jika bayi menunjukkan tanda-tanda tak biasa di luar kebiasannya sehari-hari, sebelum keadaannya semakin memburuk.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.