5 Kebiasaan Jorok Si Kecil, Terlihat Remeh Namun Berbahaya

Dampak negatif kebiasaan kecil bayi yang buruk dan cara mencegahnya

25 September 2021

5 Kebiasaan Jorok Si Kecil, Terlihat Remeh Namun Berbahaya
Unsplash/Logan Cameron

Kalimat “Namanya juga anak kecil, biasalah!”  seringkali dilontarkan orangtua ketika melihat bayinya melakukan hal kecil yang jorok seperti mengupil, menggigiti kuku, dan bersin sembarangan. Padahal, jika tidak dibenarkan sejak dini, kebiasaan ini dapat berlanjut hingga ia dewasa dan mengancam kesehatan diri serta orang disekitarnya, lho!

Jangan khawatir, dalam artikel ini Popmama.com akan menjabarkan bahaya dari lima kebiasaan jorok si Kecil berikut upaya pencegahan yang bisa Mama lakukan untuk mendidik buah hati senantiasa bersih sejak dini. Penasaran? Yuk, simak informasi berikut ini!

1. Menggigiti kuku

1. Menggigiti kuku
Freepik/cookie_studio
baby biting

Kebiasaan menggigiti kuku atau kulit halus di ujung jari tangan dapat menyebabkan luka berdarah hingga infeksi. Apabila kuku atau jari dalam keadaan kotor, bayi juga dapat menelan berbagai bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan penyakit.

Mama perlu memahami bahwa biasanya penyebab bayi menggiti kukunya adalah karena bosan saat senggang atau ada sisa makanan di ujung jarinya. Untuk itu, pastikan tangan bayi betul-betul bersih setelah makan dan coba untuk mendistraksi bayi dengan berbagai hal seperti musik atau mainan selama senggang agar ia tidak menggigiti kukunya.

Editors' Picks

2. Memakan makanan yang sudah jatuh

2. Memakan makanan sudah jatuh
Freepik

Mama mungkin familiar dengan aturan bahwa makanan yang terjatuh masih aman dimakan selama belum sampai lima menit. Tahukah Mama? Berbagai penelitian menunjukkan bahwa makanan yang jatuh ke permukaan kotor akan terkontaminasi pada saat itu juga!

Untuk menghindari si Kecil dari berbagai bakteri buruk akibat memakan makanan yang terjatuh, Mama harus memperjelas pada bayi bahwa memasukkan makanan yang sudah jatuh ke mulut adalah hal yang salah dengan memberi gestur tidak setuju atau tidak senang dan mengecek bayi ketika ia memagang sesuatu di tangannya. Mama juga disarankan untuk menjaga lantai dan perabotan senantiasa bersih dan kering.

3. Batuk dan bersin tanpa menutup mulut

3. Batuk bersin tanpa menutup mulut
Pinterest.com/PaulaRollo

Banyak sekali penyakit yang menular melalui tetes air atau droplet. Virus flu, pneumonia, meningitis, bahkan coronavirus adalah beberapa contohnya. Kebiasaan batuk dan bersin tanpa menutup mulut dapat membahayakan orang lain dalam jangka panjang.

Untuk mencegah kebiasaan ini, Mama harus menjadi teladan yang baik bagi anak dengan selalu menutup hidung dan mulut setiap batuk atau bersin dan mencuci tangan setelahnya. Si Kecil akan memperhatikan dan meniru apa yang Mama lakukan. Setiap ia batuk atau bersin tanpa menutup mulut, tegur dan gerakkan tangannya untuk menutup mulutnya agar bayi lebih paham apa yang seharusnya dilakukan.

4. Mengupil

4. Mengupil
Instagram.com/andriyadi

Kebiasaan mengupil bayi dapat menjadi sangat berbahaya jika dilakukan dalam keadaan tangan kotor. Area selaput lendir yang melapisi lubang hidung adalah titik masuk utama terjadinya infeksi. Jika berbagai kuman dan bakteri pada tangan bayi masuk ke area ini, ia akan sangat rentan sakit.

Seringkali bayi mengupil dan menggaruk area hidunya karena gatal atau bosan. Mama disarankan memberi sesuatu untuk dipegang kedua tangan bayi sebagai peralihan atau selalu sedia tisu untuk diberikan pada bayi setiap ia menunjukkan gerak-gerik akan mengupil. Jaga area hidung bayi tetap lembap untuk mencegah rasa gatal karena kulit kering juga ya, Ma!

5. Menggaruk luka

5. Menggaruk luka
Pexels/Tara Winstead

Ketika terluka, kulit akan sembuh bertahap dan berada dalam kondisi koreng untuk beberapa hari. Kulit koreng dapat terasa sangat gatal hingga membuat bayi ingin menggaruk atau mengelopekinya. Inilah yang berbahaya, Ma.

Jika bayi menggaruk korengnya, luka awal bisa terbuka kembali dan berisiko terinfeksi bakteri jika kuku bayi kotor. Jika digaruk berkali-kali, bahkan bisa timbul luka baru. Untuk mencegahnya, Mama disarankan untuk mengoleskan antiseptik pada luka kulit bayi dan segera menutupnya dengan plester agar luka tidak dapat disentuh langsung oleh bayi.

Itu dia lima kebiasaan jorok si Kecil yang berbahaya meski terlihat remeh dan cara pencegahannya. Jika bayi mengalami sakit lanjutan akibat melakukan kebiasaan ini, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter kepercayaan ya, Ma!

Baca juga:  

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.