Jenis Makanan Pemicu Alergi dan Cara Mengenalkannya pada Bayi

Makanan pemicu alergi sebaiknya tidak dihindari sebelum si Kecil dinyatakan positif alergi ya, Ma

12 Januari 2022

Jenis Makanan Pemicu Alergi Cara Mengenalkan Bayi
katalogibu.com

Memberikan makanan pada bayi untuk pertama kalinya memang sangat mendebarkan ya, Ma.

Tak jarang, kepala mama dipenuhi dengan pertanyaan seputar makanan bayi, mulai dari bagaimana cara pemberian hingga makanan apa saja yang memicu alergi.

Apakah memberikan makanan pada bayi sebaiknya dicampur atau dipisah, ya? Lalu bagaimana cara mengenalkan makanan pemicu alergi pada bayi?

Agar mendapatkan informasi lebih lengkap terkait makanan pemicu alergi, Mama sebaiknya menyimak artikel dari Popmama.com berikut ini hingga tuntas.

Berikan Secara Bertahap untuk Mengidentifikasi Alergi Makanan pada Bayi

Berikan Secara Bertahap Mengidentifikasi Alergi Makanan Bayi
Unsplash/life is fantastic

Untuk makanan-makanan pemicu alergi, ada baiknya Mama mengenalkannya satu per satu pada bayi. Misalnya, untuk menu satu hari Mama bisa menggunakan jenis makanan yang sama.

Dengan memberikan makanan pemicu alergi secara bertahap, Mama akan mudah mengidentifikasi saat bayi menunjukkan reaksi alergi.

Agar lebih yakin, Mama bisa merubah menu setelah 3-5 hari. Jika tidak ada reaksi alergi tertentu, berarti jenis makanan tersebut aman untuk dikonsumsi bayi dan Mama bisa mengenalkan jenis lainnya.

Editors' Picks

Jenis Makanan Pemicu Alergi Paling Umum pada Bayi, Apa Saja?

Jenis Makanan Pemicu Alergi Paling Umum Bayi, Apa Saja
Unsplash/wenping wang

Sebenarnya, ada sekitar 160 makanan pemicu alergi. Dari jumlah itu, ada sebanyak 8 makanan yang paling sering memicu alergi pada bayi dengan persentase kemungkinan 90 persen, yaitu:

  • Susu sapi
  • Telur
  • Kacang tanah
  • Almond
  • Ikan
  • Kerang
  • Kedelai
  • Gandum

Panduan nutrisi terbaru dari American Academy of Pediatrics memperbolehkan bayi untuk mencoba makanan pemicu alergi sejak usia enam bulan. 

Mama hanya perlu waspada jika muncul reaksi alergi, seperti diare, ruam, atau muntah. Jika terjadi reaksi alergi yang serius, Mama bisa berkonsultasi dengan dokter anak, ya.

Gejala Alergi pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Gejala Alergi Bayi Perlu Diwaspadai
Unsplash/Jakub Kriz

Reaksi alergi pada bayi biasanya muncul sangat cepat, sekitar hitungan menit hingga jam, setelah makanan dikonsumsi.

Jadi ketika Mama mengenalkan makanan baru dan ditemui gejala seperti di bawah ini, kemungkinan bayi memiliki alergi:

  • Gatal-gatal,
  • Ruam,
  • Bengkak pada wajah, lidah, atau bibir,
  • Muntah dan/atau diare,
  • Batuk atau bersin,
  • Sulit bernapas,
  • Pingsan.

Beberapa reaksi alergi bisa fatal. Jika bayi mama mengalami kesulitan bernapas, bengkak, atau muntah dan diare, segera hubungi tenaga medis terdekat, serta konsultasikan dengan dokter anak.

Cara Mengecek Alergi Makanan pada Anak

Cara Mengecek Alergi Makanan Anak
Freepik/Katemangostar

Jika menemukan gejala ringan, seperti ruam, Mama bisa berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui sejauh mana alergi makanan pada bayi.

Beberapa tes yang biasanya dilakukan untuk mengecek alergi bayi di antaranya:

  • Tes kulit. Tes ini dilakukan dengan meneteskan ekstrak alergen pada kulit, kemudian ditusuk sedikit untuk melihat apakah muncul reaksi alergi, seperti misalnya kemerahan atau bentol.
  • Tes darah. Tes ini dilakukan untuk mengecek antibodi IgE di dalam darah.

Perlu diingat ya, Ma, reaksi alergi ringan pada bayi bisa menjadi semakin parah jika makanan tersebut diberikan terus-menerus.

Sehingga, perlu adanya konsultasi dengan dokter agar tidak memperparah reaksi alergi bayi.

Namun, Mama tidak perlu khawatir, karena beberapa alergi akan hilang seiring dengan berjalannya waktu, seperti susu dan telur. Namun, jika bayi memiliki alergi terhadap kacang atau kerang, biasanya akan dibawa hingga dewasa.

Alergi Makanan yang Dimiliki Anggota Keluarga Bayi

Alergi Makanan Dimiliki Anggota Keluarga Bayi
Pexels/Andrea Piacuadio

Jika ada anggota keluarga yang memiliki alergi makanan, maka bayi akan memiliki risiko terhadap alergi yang sama.

Jadi, jika Mama atau Papa memiliki alergi terhadap makanan tertentu, maka bayi akan memiliki kemungkinan 50 persen mengidap alergi serupa.

Akan lebih baik jika Mama mengenalkan delapan makanan pemicu alergi di atas secara bertahap, seperti dengan memberikan jarak sekitar satu sampai dua minggu. Dengan begitu, Mama akan lebih mudah mengamati muncul atau tidaknya reaksi alergi pada bayi.

Itulah tadi jenis makanan pemicu alergi dan cara mengenalkannya pada bayi. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.