Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Anak Sering Terbangun di Malam Hari, Apakah Mengganggu Pertumbuhannya?

Anak Sering Terbangun di Malam Hari, Apakah Mengganggu Pertumbuhannya?
Magnific
Intinya Sih
  • Anak yang sering terbangun malam hari tidak otomatis mengalami gangguan pertumbuhan, selama total tidurnya cukup, pertambahan berat dan tinggi sesuai kurva, serta tetap aktif sesuai usia.

  • Growth spurt dapat membuat pola tidur berubah dan anak lebih mudah terbangun. Hormon pertumbuhan tetap bekerja, dengan puncak produksi saat deep sleep sekitar pukul 23.00 hingga 02.00 dini hari.

  • Orangtua dapat mendukung tidur nyaman lewat rutinitas konsisten, kamar tenang, pembatasan layar dan gula sebelum tidur, serta aktivitas fisik siang hari, konsultasikan dokter bila ada tanda tidak biasa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak orangtua merasa khawatir saat anak sering terbangun di malam hari. Apalagi jika hal ini terjadi berulang, muncul kekhawatiran bahwa kualitas tidur si Kecil kurang baik dan pertumbuhannya bisa terganggu.

Padahal, anak yang lebih sering terbangun saat tidur tidak selalu menandakan ada masalah pada tumbuh kembangnya. Pada kondisi tertentu, hal ini justru bisa menjadi bagian dari proses perkembangan yang normal.

Agar tidak salah paham, ada beberapa hal yang perlu Mama ketahui mengenai penyebab anak sering terbangun di malam hari. Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya untuk Mama.


Anak Sering Terbangun di Malam Hari, Apakah Mengganggu Pertumbuhannya?

Anak sering terbangun di malam hari, apakah mengganggu pertumbuhannya?
Magnific

Anak yang sering terbangun di malam hari tidak otomatis mengalami gangguan pertumbuhan. Sering terbangun tidak berarti hormon pertumbuhan berhenti bekerja. 

Selama total waktu tidur anak tetap cukup, berat dan tinggi badannya terus bertambah sesuai kurva pertumbuhan, serta anak aktif sesuai usianya, kondisi ini umumnya masih tergolong normal.

Meski begitu, anak sebaiknya memiliki waktu tidur yang cukup dan mulai tidur sebelum pukul 20.00-21.00. Hal ini karena produksi hormon pertumbuhan (growth hormone) mencapai puncaknya saat anak berada pada fase deep sleep, yaitu sekitar pukul 23.00 hingga 02.00 dini hari.

Jika Mama merasa khawatir atau melihat tanda yang tidak biasa pada tumbuh kembang anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak.


Penyebab Anak Sering Terbangun di Malam Hari

Anak sering terbangun di malam hari, apakah mengganggu pertumbuhannya?
Magnific

Salah satu penyebab anak lebih sering terbangun di malam hari adalah karena sedang mengalami growth spurt. Ini merupakan fase ketika pertumbuhan fisik anak berlangsung lebih cepat dalam waktu yang relatif singkat.

Pada masa ini, tubuh dan otak anak berkembang dengan sangat aktif. Tinggi badan, berat badan, hingga ukuran beberapa bagian tubuh dapat bertambah lebih cepat dibandingkan biasanya. Kondisi tersebut juga dapat membuat pola tidur anak berubah, sehingga ia lebih mudah terbangun pada malam hari.

Oleh karena itu, anak yang sedang mengalami growth spurt bisa saja lebih sering terbangun, tetapi kondisi ini tidak langsung berarti pertumbuhannya terganggu.


Cara Membantu Anak Tidur Lebih Nyaman di Malam Hari

Anak sering terbangun di malam hari, apakah mengganggu pertumbuhannya?
Magnific

Mama dapat melakukan beberapa cara sederhana untuk membantu si Kecil tidur lebih nyaman sehingga kualitas tidurnya tetap terjaga, diantaranya:

  1. Berikan pijatan lembut sebelum tidur. Pijatan dapat membantu tubuh anak menjadi lebih rileks sebelum beristirahat. Mama juga bisa menggunakan calming rub cream yang mengandung colloidal oatmeal, multiple ceramides, eucalyptus oil, dan mentol untuk membantu menghangatkan tubuh, memberikan aroma yang menenangkan, membantu melegakan pernapasan, serta meredakan perut kembung.
  2. Batasi screen time sebelum tidur. Sebaiknya hindari paparan layar dari televisi, tablet, atau gadget setidaknya satu jam sebelum waktu tidur karena dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membantu tubuh merasa mengantuk.
  3. Ciptakan suasana kamar yang nyaman. Lampu yang redup, suhu ruangan yang sejuk, dan suasana yang tenang dapat membantu anak lebih mudah tertidur.
  4. Biasakan rutinitas tidur yang konsisten. Melakukan kegiatan yang sama setiap malam, seperti mandi air hangat, membaca buku, atau pijat ringan, dapat membantu anak mengenali waktu tidur. Usahakan juga jam tidurnya tetap sama setiap hari.
  5. Hindari makanan dan minuman tinggi gula menjelang tidur. Asupan tinggi gula dapat membuat anak lebih aktif sehingga lebih sulit mengantuk.
  6. Ajak anak aktif bergerak pada siang hari. Bermain dan melakukan aktivitas fisik sesuai usianya pada siang hari dapat membantu anak merasa lelah secara alami sehingga lebih mudah tidur pada malam hari. Namun, hindari aktivitas yang terlalu dekat dengan waktu tidur.

Itulah penjelasan mengenai anak sering terbangun di malam hari. Semoga informasi ini dapat membantu Mama lebih tenang dalam memantau tumbuh kembang si Kecil, ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More