Bukan Cuma untuk Takjil, 5 Jajan Pasar Ini Bisa Jadi Snack MPASI Bayi

Lezat, sehat, dan ramah di kantong

27 April 2021

Bukan Cuma Takjil, 5 Jajan Pasar Ini Bisa Jadi Snack MPASI Bayi
Unsplash/Christian Hermann

Siapa yang sulit menahan lapar mata saat membeli aneka jajan pasar sebagai takjil atau makanan buka puasa?

Ya, berburu makanan seperti aneka jajan pasar jadi salah satu tradisi yang erat dengan bulan Ramadan di Indonesia. Bahkan, Mama tidak perlu repot-repot ke pasar untuk membelinya.

Banyak penjaja kue dadakan yang menggelar lapak di pinggir jalan atau pusat keramaian. Variasi makanan yang dijual pun beragam.

Menariknya, sebagian besar jajan pasar tradisional Indonesia cocok untuk dijadikan snack MPASI bayi. Soal rasa dan harga, dijamin lezat serta ramah di kantong.

Mama bisa coba membuatnya sendiri di rumah agar kebersihan jajan pasar lebih terjamin. Sesekali membeli pun sah-sah saja, selama Mama sudah memperhitungkan kebersihan tempat penjualan kue tersebut.

Dari sekian banyak jajan pasar favorit, ini dia 5 kue yang cocok dijadikan snack MPASI bayi versi Popmama.com.

1. Bolu Kukus

1. Bolu Kukus
Youtube/Farah Quinn

Kue satu ini bisa dibilang favorit anak-anak. Bentuk bolu kukus memang menarik, mekar cantik dengan semburat warna menggoda. 

Tekstur kue juga lembut dan lumer di mulut. Jadi, sudah pasti mudah disantap oleh bayi yang baru belajar makan makanan padat. 

Jika membuat sendiri, Mama bisa mencetak bolu kukus dalam ukuran kecil agar mudah dipegang bayi. Sebisa mungkin dudukkan bayi di high chair-nya agar remah-remah kue tidak berantakan ke mana-mana ya, Ma.

Editors' Picks

2. Kroket

2. Kroket
Youtube/Yummy App

Bayi makan makanan yang digoreng? Boleh saja, Ma. Kroket bisa Mama tambahkan dalam daftar snack si Kecil di rumah. 

Camilan gurih ini punya tekstur yang kaya. Bagian luar kroket garing, sedangkan bagian isi cukup lembut dan mudah dikunyah. 

Jika si Kecil sedang GTM alias susah makan, coba buatkan kroket dengan ukuran kecil. Mudah digenggam dan porsinya juga pas untuk bayi.

Sebagai finger food, perpaduan kentang tumbuk dengan isian seperti daging cincang dan wortel bisa menjadikan kroket sebagai camilan padat gizi.

3. Kue talam

3. Kue talam
Youtube/Yummy App

Jajanan tradisional ini memiliki tekstur unik: padat tetapi kenyal. Saat dilahap, akan terasa lumer di mulut. 

Kue talam juga memadukan rasa manis dan gurih dengan tepat berkat pemakaian santan di dalamnya. Bisa dibilang kue talam cocok untuk memperkenalkan varian rasa kuliner lokal pada bayi.

Mama bisa membuat berbagai macam kue talam dengan bahan yang ada. Mulai dari ubi sampai labu parang, camilan sehat ini akan membuat bayi senang berpetualang rasa.

4. Lemper

4. Lemper
Youtube/Yummy App

Siapa yang bisa menolak camilan gurih satu ini? Dikemas dalam bentuk memanjang, perpaduan beras ketan dan suwiran ayam di dalamnya bikin lemper jadi favorit banyak orang.

Tekstur beras ketan yang lengket sekaligus padat, dapat membuat si Kecil merasa kenyang. Lemper dapat Mama jadikan alternatif makanan utama bayi saat ia bosan dengan bubur atau nasi tim.

Berikan dalam potongan utuh jika anak mulai terampil menggenggam dan mengunyah. Mama juga bisa memotongnya kecil-kecil agar cukup sekali suapan saja. 

5. Onde-onde

5. Onde-onde
Youtube/Yummy App

Sedang cari variasi olahan kacang hijau? Pemberian kacang hijau sebagai menu MPASI bayi selama ini identik dengan bubur kacang hijau saja. 

Padahal, ada banyak jajan pasar yang menggunakan kacang hijau sebagai isian. Onde-onde adalah salah satu camilan yang lezat sekaligus menyehatkan. 

Tekstur kenyal di luar berpadu serasi dengan isian kacang hijau yang lembut di dalam. Mama bisa membuat onde-onde isi kacang hijau kupas. Lebih mudah dikunyah karena tidak ada kulit kacang hijau yang tersisa.

Itulah lima jajanan pasar yang bisa Mama berikan sebagai snack MPASI bayi. Mama pun tidak perlu repot menyiapkan banyak camilan untuk berbuka. Jadi, Mama dan si Kecil bisa menikmati momen buka puasa dengan makanan yang sama. 

Selamat berpetualang kuliner untuk si Kecil!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.