Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Bayi Boleh Minum Jus Buah? Ini Usia yang Tepat
Pexels/Alamin Hossain
  • Bayi di bawah 12 bulan tidak boleh minum jus, termasuk yang diencerkan; ASI, susu formula, dan air putih tetap menjadi pilihan utama sesuai usia.
  • Jus minim serat dan tinggi gula, sehingga berisiko memicu diare, kenaikan berat badan berlebih, serta gigi berlubang pada bayi dengan pencernaan yang masih sensitif.
  • Setelah 12 bulan, pilih jus 100% pasteurisasi tanpa gula tambahan, batasi maksimal 120 ml per hari untuk usia 1–3 tahun, sajikan lewat gelas saat makan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi di bawah 1 tahun tidak boleh minum jus buah, bahkan yang dicampur air. Mereka lebih baik minum ASI, susu formula, dan air putih. Setelah umur 1 tahun, bayi boleh minum sedikit jus 100 persen yang sudah dipanaskan. Jus jangan banyak-banyak karena bisa bikin sakit perut, gemuk, dan gigi berlubang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melihat si Kecil semangat mencicipi makanan baru memang menjadi momen menyenangkan bagi Mama. Tak heran, banyak orang tua penasaran apakah jus buah juga boleh masuk daftar menu bayi mama sejak dini.

Rasanya yang manis dan segar membuat jus buah sering dianggap pilihan sehat, apalagi dibandingkan dengan minuman manis lainnya. Padahal, ada aturan medis yang perlu Mama tahu sebelum memberikan jus buah kepada si Kecil.

Supaya Mama tidak salah dalam memberikan nutrisi untuk si Kecil, berikut Popmama.com mengulas apakah bayi boleh minum jus buah? Yuk, simak sampai habis!

Apakah Bayi Boleh Minum Jus Buah?

Pexels/Raymart Arniño

Jawabannya tergantung usia si Kecil. Mengutip Healthy Children dari American Academy of Pediatrics (AAP), jus buah sebaiknya tidak diberikan kepada bayi yang berusia di bawah 12 bulan sama sekali.

Melansir Cleveland Clinic, jika si Kecil masih di bawah usia 1 tahun, sebaiknya Mama menghindari pemberian jus sepenuhnya, termasuk jus yang sudah diencerkan dengan air sekalipun.

Setelah bayi mama genap berusia 12 bulan, jus buah baru boleh diperkenalkan, itu pun dalam jumlah terbatas dan bukan sebagai menu harian wajib. Air putih dan ASI atau susu formula tetap jadi pilihan minuman terbaik untuk si Kecil.

Kenapa Bayi di Bawah 1 Tahun Tidak Boleh Minum Jus Buah?

Pexels/Agung Pandit Wiguna

  • Tidak memberikan manfaat gizi tambahan
    Melansir Cleveland Clinic, kebutuhan gizi bayi di bawah 1 tahun sangat berbeda dari anak yang lebih besar, sehingga ASI atau susu formula sudah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisinya. Jus buah sama sekali tidak menawarkan manfaat tambahan untuk si Kecil di usia ini.

  • Kandungan gula tinggi, minim serat
    Mengutip WebMD, proses pembuatan jus menghilangkan sebagian besar serat yang justru penting untuk pencernaan bayi mama, sementara kandungan gulanya tetap tinggi. Sebagai gambaran, setengah cangkir jus apel mengandung gula hampir setara dengan buah apel utuh, tapi tanpa manfaat seratnya.

  • Berisiko memicu diare, obesitas, dan gigi berlubang
    Melansir Cleveland Clinic, konsumsi jus buah pada bayi bisa berkontribusi pada diare, kenaikan berat badan berlebih, hingga kerusakan gigi sejak dini. Risiko ini muncul karena gula dalam jus mudah menempel di gigi dan membebani sistem pencernaan bayi yang masih sangat sensitif.

Apa Saja Jus yang Aman Diberikan untuk Bayi di Atas 12 Bulan?

Pexels/Denys Gromov

Setelah si Kecil melewati usia 1 tahun, Mama sudah boleh mulai mengenalkan jus buah, asalkan memilih jenis yang tepat. Berikut jenis jus yang bisa diberikan untuk si Kecil.

  • Jus buah 100% murni
    Pastikan label kemasan mencantumkan "100% jus buah" tanpa tambahan gula atau pemanis lain. Mengutip Rady Children's Health, hindari juga minuman rasa buah atau bubuk minuman instan karena biasanya mengandung gula tambahan yang tinggi.

  • Jus segar yang sudah dipasteurisasi
    Jus yang melalui proses pasteurisasi sudah dipanaskan sebentar untuk membunuh bakteri berbahaya. Melansir Cleveland Clinic, jus segar seperti ini jauh lebih aman dibandingkan dengan jus buatan rumah yang belum melalui proses tersebut.

  • Jus dari konsentrat yang direkonstitusi
    Jenis jus ini melewati proses penyaringan air, lalu air ditambahkan kembali sebelum dikemas, dan proses pemanasannya turut membantu membunuh mikroorganisme berbahaya. Menurut Cleveland Clinic, jus dari konsentrat tetap aman selama melalui proses pasteurisasi.

  • Hindari jus buatan rumah yang belum dipasteurisasi
    Jus segar hasil olahan sendiri di rumah memang terasa lebih alami, tapi belum tentu aman untuk si Kecil. Mengutip WebMD, jus tanpa pasteurisasi berisiko mengandung mikroba penyebab penyakit yang berbahaya bagi bayi mama.

Tips Memberikan Jus kepada Bayi di Atas 12 Bulan

Pexels/César Guel

Selain memilih jenis jus yang tepat, cara pemberiannya juga sama pentingnya untuk diperhatikan. Berikut tips untuk memberikan jus kepada bayi di atas 12 bulan.

  • Batasi porsi sesuai usia
    Melansir Cleveland Clinic, bayi usia 1-3 tahun sebaiknya tidak diberi jus lebih dari 4 ons atau sekitar 120 ml per hari. Semakin bertambah usia si Kecil, porsi maksimalnya bisa sedikit ditambah, tapi tetap dalam batas wajar.

  • Berikan lewat gelas, bukan botol atau sippy cup
    Mengutip Harvard Health Publishing, memberikan jus lewat botol dot atau sippy cup membuat bayi mama cenderung minum lebih banyak tanpa disadari. Gunakan gelas biasa agar porsi minumnya lebih terkontrol.

  • Berikan saat waktu makan, bukan dibawa sepanjang hari
    Menurut WebMD, jus sebaiknya dihabiskan dalam satu waktu makan, bukan dibiarkan dibawa-bawa si Kecil sepanjang hari. Kebiasaan membawa jus terus-menerus bisa membuat gula menempel lama di gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang.

  • Encerkan dengan air dan hindari diberikan sebelum tidur
    Melansir Cleveland Clinic, mengencerkan jus 100% dengan air bisa membantu mengurangi rasa manis berlebih tanpa mengurangi kenikmatannya bagi si Kecil. Selain itu, hindari memberikan jus menjelang tidur karena berisiko menyebabkan gigi berlubang.

Buah Apa Saja yang Aman Dijadikan Jus untuk Bayi di Atas 12 Bulan?

Pexels/Allan González

Nah, untuk Mama yang bayinya sudah berusia 12 bulan ke atas, berikut beberapa rekomendasi jus buah yang bisa diberikan kepada si Kecil, dikutip dari Cleveland Clinic.

  • Apel
    Jus apel termasuk salah satu pilihan yang paling umum dan mudah diterima oleh lidah bayi mama. Jus apel merupakan salah satu jus yang bisa direkomendasikan oleh dokter anak, terutama untuk membantu meredakan sembelit ringan pada si Kecil.

  • Pir
    Sama seperti apel, jus pir 100% murni juga masuk daftar rekomendasi dokter anak untuk membantu melancarkan pencernaan bayi yang mengalami sembelit.

  • Prune atau plum kering
    Jus prune dikenal cukup efektif untuk mengatasi sembelit karena sifatnya yang alami membantu melancarkan buang air besar. Jus ini merupakan salah satu opsi yang bisa didiskusikan bersama dokter anak.

  • Jeruk
    Jus jeruk memang populer karena rasanya yang segar dan kaya vitamin C, tetapi sifatnya yang asam membuatnya perlu diberikan dengan hati-hati. Sebaiknya kenalkan jus ini belakangan setelah si Kecil terbiasa dengan jus buah yang lebih ramah pencernaan.

Nah, itulah pembahasan mengenai apakah bayi boleh minum jus buah? Jika Mama ingin memberikan jus buah kepada si Kecil, pastikan usianya sudah cukup, ya. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article