Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Demam Bisa Menyebabkan Kerusakan Otak pada Anak?
Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI
  • Kerusakan otak akibat demam pada anak dapat terjadi bila suhu tubuh melebihi 42°C, tetapi kasus ini sangat jarang dan umumnya bukan dipicu infeksi biasa.
  • Tanda demam pada anak dapat meliputi tidak mau menyusu, sulit tidur, kurang aktif, rewel, sering menangis, napas ngos-ngosan, serta kulit memerah.
  • Penanganan awal di rumah mencakup mandi air hangat, pakaian nyaman, ruangan sejuk, cukup cairan, dan paracetamol bila diperlukan setelah berkonsultasi dengan dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat anak mengalami demam, Mama mungkin akan langsung merasa khawatir, terutama ketika suhu tubuh si Kecil terus meningkat. Kekhawatiran ini cukup wajar karena demam sering dikaitkan dengan berbagai kondisi yang dapat memengaruhi kesehatan anak.

Tidak sedikit Mama yang kemudian bertanya-tanya, benarkah demam bisa menyebabkan kerusakan otak pada anak? Apalagi, ketika anak terlihat lemas, rewel, atau tidak seperti biasanya, rasa cemas bisa semakin muncul.

Padahal, demam merupakan kondisi yang cukup sering dialami anak. Suhu tubuh juga dapat berubah ketika tubuh sedang menghadapi infeksi. Oleh karena itu, penting bagi Mama mengetahui seberapa tinggi suhu tubuh yang perlu diwaspadai dan bagaimana kaitannya dengan risiko kerusakan otak.

Untuk membantu Mama memahami hal tersebut, berikut Popmama.com telah mengulas penjelasan Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K), yang dikutip dari bukunya Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja.

Benarkah Demam Bisa Menyebabkan Kerusakan Otak pada Anak?

Magnific

Menurut dr. Meta, demam memang dapat menyebabkan kerusakan otak, tetapi biasanya terjadi ketika suhu tubuh anak sudah sangat tinggi, yakni lebih dari 42°C.

“Kerusakan otak memang dapat terjadi saat demam anak sangat tinggi, lebih dari 42°C. Namun, kejadian seperti ini sangat jarang terjadi,” tulis dr. Meta.

Artinya, demam yang dialami anak sehari-hari tidak serta-merta menyebabkan kerusakan pada otak. Kenaikan suhu hingga lebih dari 42°C sendiri sangat jarang terjadi, terutama karena infeksi.

Dalam kondisi tertentu, suhu tubuh memang dapat meningkat sangat tinggi. Namun, kondisi tersebut lebih mungkin terjadi ketika tubuh berada dalam paparan panas yang ekstrem, seperti saat anak ditinggalkan di dalam mobil ketika cuaca sangat panas.

Ciri-Ciri Anak Mengalami Demam

Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

Meski demam umumnya tidak menyebabkan kerusakan otak, Mama tetap perlu memperhatikan kondisi si Kecil. Selain tubuh terasa hangat dan lembap karena berkeringat, beberapa perubahan berikut dapat menjadi tanda anak sedang mengalami demam:

  1. Tidak mau menyusu.

  2. Susah tidur.

  3. Kurang aktif dan tidak tertarik bermain.

  4. Rewel pada malam hari.

  5. Sering menangis.

  6. Kesulitan bernapas atau bernapas ngos-ngosan.

  7. Kulit terlihat memerah.

Perubahan tersebut dapat membuat si Kecil tampak berbeda dari biasanya. Oleh karena itu, Mama bisa terus memperhatikan kondisi dan kenyamanannya selama demam.

Cara Menurunkan Demam pada Anak

Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

Setelah mengetahui tanda-tandanya, Mama bisa melakukan beberapa langkah sederhana untuk membantu membuat si Kecil lebih nyaman. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai penanganan awal di rumah.

  1. Mandikan dengan air hangat. Mama dapat memandikan si Kecil menggunakan air yang cukup hangat. Cara ini dapat membantu menurunkan suhu tubuh, membuat tubuh lebih rileks, dan melancarkan pernapasan. Hindari air yang terlalu panas atau terlalu dingin. Air yang terlalu dingin justru dapat membuat bayi menggigil dan memperparah demam.

  2. Kenakan pakaian yang nyaman. Pilih pakaian yang bahannya nyaman dan tidak terlalu tebal agar si Kecil tidak merasa kepanasan. Jika tubuhnya menggigil, Mama bisa memberikan kain atau selimut bayi yang tipis.

  3. Jaga suhu ruangan. Buat kamar tetap sejuk dan nyaman dengan menggunakan AC atau kipas angin. Suhu kamar yang ideal untuk bayi sekitar 20-22°C. Pastikan hembusan AC atau kipas angin tidak diarahkan langsung ke tubuh si Kecil agar ia tidak kedinginan.

  4. Penuhi kebutuhan cairan. Demam dapat membuat bayi lebih berisiko mengalami dehidrasi. Karena itu, pastikan kebutuhan cairannya tetap terpenuhi melalui ASI, susu formula, atau air putih.

  5. Berikan obat penurun panas bila diperlukan. Jika memang diperlukan, Mama dapat memberikan obat penurun panas seperti paracetamol. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikan obat apa pun kepada si Kecil.

Nah, itu dia penjelasan mengenai demam bisa menyebabkan kerusakan otak pada anak. Meski bisa terjadi pada suhu yang sangat tinggi, kondisi tersebut sangat jarang terjadi.

Semoga informasi ini membantu, ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article