Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Jangan Abaikan, Hal Ini Sering Membuat Bayi Sakit hingga Berakibat Fatal

Jangan Abaikan, Hal Ini Sering Membuat Bayi Sakit hingga Berakibat Fatal
Unsplash/Felipe Salgado
Intinya Sih
  • Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi karena sistem imun mereka masih lemah, sehingga butuh perlindungan ekstra dari orangtua di masa awal kehidupannya.
  • Tiga penyebab utama bayi sering sakit hingga kehilangan nyawa adalah terlalu sering dicium atau dipegang sembarangan, terpapar asap rokok, dan tidak mendapatkan imunisasi lengkap.
  • Orangtua disarankan menjaga kebersihan saat menyentuh bayi, menjauhkan dari asap rokok, serta memastikan imunisasi lengkap agar daya tahan tubuh si Kecil lebih kuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tahukan Mama, bayi yang baru lahir memiliki tubuh yang sangat sensitif karena mereka memiliki sistem pertahanan tubuh yang masih sangat terbatas. Hal itu pun menyebabkan mereka lebih rentan terserang infeksi bakteri, virus, serta berbagai gangguan kesehatan karena sistem imun yang masih dalam tahap awal perkembangan. 

Karena sistem imun tubuh yang masih lemah, tak jarang bayi menjadi sering sakit bahkan hingga kehilangan nyawa. Ancaman terhadap gangguan kesehatan hingga kehilangan nyawa itu pun tak selalu datang dari peristiwa yang tak terlihat berbahaya. Hal-hal yang sering dianggap sepele ternyata dapat mengundang bahaya bagi bayi. Karena itu, orangtua perlu memberikan perlindungan ekstra selama masa-masa awal kehidupan si Kecil.

Maka dari itu, Mama diharapkan untuk mengetahui apa saja hal-hal sepele yang bisa membuat bayi sering sakit hingga kehilangan nyawa.

dr. Indra Tarigan, Sp.OG melalui TikTok-nya @dr.indratarigan membagikan edukasi tentang hal yang paling sering membuat bayi sakit bahkan meninggal, seperti yang sudah Popmama.com siapkan di bawah ini.

1. Bayi terlalu sering dicium dan dipegang sembarangan

Mencium bayi yang menggemaskan
Unsplash/plhnk

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bayi memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah. Ancaman terserang berbagai penyakit menghantui si Kecil ketika terlalu banyak disentuh dan dicium sembarangan, terlebih jika orang tersebut sedang flu atau demam.

Bayi bisa ikut tertular flu bahkan hingga infeksi saluran pernapasan (ISPA), dan virus lainnya. Orang dewasa terserang flu mungkin merupakan hal yang biasa saja dan sudah sering terjadi. Namun, beda halnya dengan bayi, ketika bayi terserang flu, dampaknya tak akan sama dan bisa membahayakan nyawa.

Mama bisa hindari kontak si Kecil dengan sembarang orang, terutama dengan orang  yang sedang sakit. Jangan lupa gunakan masker dan cuci tangan sebelum dan sesudah memegang si Kecil.

Oleh karena itu, Mama dan Papa harus lebih berhati-hati saat ada keluarga, kerabat, atau teman yang ingin bertemu si Kecil. Sebaiknya, jangan biarkan sembarang orang menyentuh, apalagi menciumnya demi menghindari risiko penularan virus dan juga bakteri.

2. Bayi terpapar asap rokok

Pixabay/Macedo_Media
Pixabay/Macedo_Media

Pada dasarnya, asap rokok mengandung berbagai zat kimia berbahaya yang dapat bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan siapa saja, terutama bagi bayi. Di dalam asap rokok terdapat zat beracun seperti  nikotin, karbon monoksida, dan zat pemicu kanker yang dikenal sebagai karsinogen. 

Paparan asap rokok secara terus menerus dapat meningkatkan risiko bayi terserang berbagai penyakit berbahaya seperti infeksi paru, asma, sesak napas, pneumonia, infeksi telinga, iritasi pada bagian mata, bronkitis, hingga meningitis. 

Tak hanya itu, meski ketika seseorang merokok di tempat yang jauh dari bayi, zat-zat beracun tersebut tetap akan menempel pada baju, kulit, hingga rambut. Sehingga kontak dengan bayi sehabis merokok tetap membahayakan meski bayi tak terpapar asapnya secara langsung.

Selain meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, paparan asap rokok juga membuat bayi lebih berisiko mengalami sindrom kematian bayi mendadak atau Sudden infant death syndrome (SIDS) dibandingkan bayi yang tidak terpapar asap rokok. 

Oleh karena itu, penting bagi Mama dan Papa untuk menjauhkan bayi dari lingkungan yang dipenuhi dengan asap rokok. Selain itu, ibu hamil juga sebaiknya menghindari paparan asap rokok agar kesehatan diri sendiri maupun janin tetap terjaga, ya!

3. Bayi tidak diimunisasi secara lengkap

Hal sepele yang sering bikin bayi sakit hingga meninggal
Magnific/Freepik

Imunisasi merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi bayi. Imunisasi berperan penting dalam membantu memperkuat pertahanan alami tubuh bayi terhadap berbagai penyakit. Saat vaksin diberikan, sistem kekebalan tubuh akan merespons dengan membentuk perlindungan sehingga bayi memiliki daya tahan yang lebih baik apabila terpapar penyakit di kemudian hari. 

Imunisasi dapat melindungi bayi dari berbagai risiko penyakit seperti Hepatitis B, Campak, Difteri, Pertusis, dan juga Polio. Imunisasi memang tidak 100% menjamin dan mencegah bayi tak akan terkena penyakit namun, manfaat yang diberikan jauh lebih besar dibandingkan risiko atau efek samping yang mungkin timbul setelah imunisasi. 

Kalaupun si Kecil tetap tertular penyakit, gejala yang dialami umumnya akan lebih ringan dan proses penyembuhannya akan lebih cepat. Sebaliknya, bayi yang tidak menerima imunisasi memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular penyakit. Tak hanya itu, penyakit yang dialami juga berpotensi menjadi lebih berat dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.

Oleh karenanya, Mama wajib membawa si Kecil untuk diimunisasi agar sistem kekebalan tubuhnya bisa lebih kuat dan terhindar dari komplikasi penyakit. Lewat imunisasi, artinya Mama melindungi si Kecil dari berbagai risiko penyakit pada masa yang akan datang. 

Nah, itu tadi hal yang paling sering membuat bayi sakit bahkan meninggal. Sebagai orangtua, Mama dan Papa harus selalu memperhatikan setiap hal-hal penting bagi si Kecil agar tumbuh kembangnya dapat optimal hingga ia beranjak dewasa kelak.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More